MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA
Jumat, 10 Agustus 2018 00:01
Haji 2018
Melawan Kantuk, Berdesakan demi Salam Perpisahan

Dua Kota Melepas CJH Menuju Balikpapan

PERASAAN BERCAMPUR ADUK: Seorang CJH berusaha menenangkan anaknya yang terus menangis sesaat akan meninggalkan Masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan sebelum terbang menuju Balikpapan, Kamis (9/8) subuh. FOTO: JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, Tarakan dan Nunukan, akhirnya melepas 265 calon jamaah haji (CJH) menuju Balikpapan, kemarin (8/9). Haru pun menyelimuti keberangkatan para CJH. Berikut liputannya.

MEGA RETNO WULANDARI-SYAMSUL BAHRI

SEKIRA pukul 03.30 Wita, halaman masjid Baitul Izzah Islamic Center Tarakan sudah dipadati kerabat para CJH yang turut mengantar. Mulai dari balita, anak-anak, hingga lansia tidak ingin melewatkan momen bersama kerabatnya yang akan melaksanakan ibadah haji itu.

Salah satunya, Nursiah. Ibu rumah tangga ini mengaku sengaja meluangkan waktunya pada dini hari kemarin (9/8) untuk mengantar langsung kerabatnya. “Iya datangnya sama-sama sama keluarga yang lain juga,” ujarnya.

Nursiah mengakui jika hal ini merupakan bentuk dukungan semangat pada kerabatnya dalam melaksanakan ibadah haji selama 40 hari lamanya. Oleh karenanya, bersama kerabatnya yang lain tidak mau melewatkanmomen kali ini meski harus melawan kantuk.

“Yang berangkat ini kakak saya. Jadi sudah seharusnya sebagai keluarga kami beri semangat dan dukungan. Kami berharap agar para calon jamaah haji bisa melaksanakan ibadahnya dengan lancar, selalu jaga kesehatan sampai pulang ke tanah air nanti,” ungkapnya.

Selain melaksanakan salat subuh berjamaah, CJH juga dibekali kartu kesehatan yang nantinya akan digunakan saat pemeriksaan di Embarkasih Balikpapan. Suasana haru begitu terasa, sejumlah kerabat yang mengantar berpelukan melepas para CJH.

Salah satu calon jamaah haji, Nurdianto, mengungkapkan dirinya telah menyiapkan berbagai perlengkapan untuk melaksanakan ibadah haji. Seperti mengonsumsi vitamin, menjaga kesehatan, dan persiapkan diri dengan mengahafal doa-doa di buku panduan haji.

“Alhamdulilah tahun ini bisa melaksanakan ibadah haji, saya tidak henti-hentinya merasa bersyukur. Saya juga bahagia keluarga turut serta mengantar keberangkatan saya pagi ini (kemarin). Semoga nanti semuanya berjalan lancar, hingga pulang ke tanah air. Mohon doanya,” tambahnya.

Kepala Kementerian Agama Tarakan H. M. Shaberah, S.Ag, M.M, meminta para CJH agar nantinya selalu menjaga kebersamaan, dan kekompakan.

“Mari kita tanamakan kebersamaan, ketua regu, rombongan, dan ketua kloter. Agar taat aturan yang ada, buktikan kita bisa jadi jamaah yang terbaik selama melaksakanan ibadah haji. Selalu diberikan kekuatan dan kesehatan, dan bisa menunaikan ibadah haji dengan sempurna,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga menitip pesan kepada seluruh calon jamaah haji untuk selalu meluruskan niat, sehingga perjalanan ibadah haji menjadi berkah.  “Mulai hari ini adalah perjalanan suci melaksanakan ibadah ke Baitullah, luruskan niat, meluruskan ibadah haji, semata hanya untuk Allah SWT agar selalu bisa bernilai di sisi Allah SWT, untuk mencari keridaan Allah SWT,” tutupnya.

Nantinya para CJH akan bertolak ke Jeddah pada 10 Agustus, dan mulai melaksanakan ibadah haji pada 8 Zulhijah.

Di Nunukan, tak berbeda dengan daerah lain, melepas keberangkatan para CJH sudah menjadi tradisi. Sejak subuh, para CJH dan keluarga sudah berada di Pos Lintas Batas Lim Hie Djung. Mereka bertolak dari Nunukan menuju Tarakan dan lanjut ke Balikpapan.

Para pengantar yang kebanyakan keluarga dan tetangga rela memanjat pagar demi bersalaman dan mengucapkan salam perpisahan.

Hingga pukul 06.00 Wita kesibukan di pelabuhan mulai terasa. Kendaraan mewah dengan hiasan pita dan janur kuning menjadi penanda, ada penumpang istimewa yang akan berangkat di PLBL Lime Hie Djung.

Hujan yang sedari subuh membasahi Nunukan tak menghalangi warga yang dengan semangat datang menyaksikan keberangkatan CJH yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 itu. Setiap CJH yang memasuki pintu menuju ruang tunggu diadang, lantas disalami. Deraian air mata dari ibu-ibu yang menyalami CJH yang berseragam batik khas itu tak terbendung.

Marennuki sedding mitai pammekkae  (terharu rasanya melihat mereka/CJH),” ujar Aminah, pengantar yang rela berdesakan memberi salam perpisahan ke CJH.

Menurutnya, ibadah haji ini merupakan ibadah yang sakral. Dimulai pendaftaran hingga kepulangannya usai menunaikan ibadah. Khusus untuk keberangkatan ini, tidak semua yang dapat kesempatan seperti ini.

Penjagaan ketat memang terlihat di sejumlah pintu masuk. Khususnya di ruang acara pelepasan CJH yang berada di sisi kiri gedung PLBL Lim Hie Djung.

Tak satupun pengantar yang dibenarkan masuk. Meski telah memohon.

Dari informasi petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Nunukan, jumlah pengantar mencapai 400-an orang. Merujuk pada jumlah karcis masuk yang dikeluarkan. Meski berada di dermaga, pengantar tidak dibenarkan masuk ke speedboat yang mengantar CJH.   

Tingginya animo masyarakat membuat daftar tunggu terus meningkat. Mendaftar tahun ini, maka 20 tahun kemudian baru bisa berangkat. Hal tersebut membuat ibadah haji ini menjadi sangat spesial. Sehingga, setiap keberangkatan senantiasa dipadati sanak keluarga.

Berhaji bukan persoalan kemampuan keuangan saja. Namun, ada campur tangan Tuhan di dalamnya. Jika memang takdir, maka di usia muda bisa ditunaikan. “Itulah banyak keluarga yang ikut mengantar. Ada rasa bangga dan ada rasa jika pertemuan itu merupakan yang terakhir kalinya karena mendapat panggilan dari Allah,” ungkap Maimunah, kerabat dari salah seorang CJH.

Ia mengaku, kepergian keluarganya tentunya sudah sangat diikhlaskan. Sehingga, rasa haru bercampur bahagia menjadi satu. Bahagia karena mendapatkan kesempatan yang langka ini dan haru karena harus terpisah. Terpisah dengan jarak yang tak diketahui apakah sementara atau selamanya. 

Dari data Kemenag Nunukan, sebanyak 113 CJH Kabupaten Nunukan. Terdiri dari  CJH asal Kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, Lumbis dan Sei Menggaris sebanyak 54 orang. Pulau Sebatik sebanyak 59 orang melalui Dermaga Sungai Nyamuk, Sebatik Timur. 

CJH Nunukan bersama CJH lain dari Kaltara diterima PPIH Kaltim di Embarkasi Balikpapan itu 10 Agustus. Lalu, pada 11 Agustus pukul 01.25 Wita terbang menuju Madinah. Kemudian kembali ke tanah air itu dijadwalkan 22 September 2018. (***/lim)

 


BACA JUGA

Senin, 01 Oktober 2018 00:27

Karya Fatoni, Menghiasi Rumah Orang-Orang Terkenal

Seni ukir merupakan salah satu jenis seni rupa yang banyak digeluti masyarakat Indonesia. Peminatnya…

Sabtu, 29 September 2018 00:14

Zakia, Penerima Beasiswa ITCC Berbagi Pengalaman dari Tiongkok

Bahasa menjadi kunci utama menempuh pendidikan di luar negeri. Pengalaman serupa dialami para penerima…

Kamis, 27 September 2018 22:53

Rela Menunggu Satu Tahun demi Kuliah di Tiongkok

Sebanyak 34 pelajar di Kalimantan Utara mendapat kesempatan menempuh pendidikan di Tiongkok dengan beasiswa…

Selasa, 11 September 2018 09:01

Pengeluaran Pelanggan Membengkak, Penjual Air Keliling Raih Omzet

Hampir dua pekan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Alam Tarakan didera krisis air baku. Kian…

Jumat, 07 September 2018 00:23

Nissa Sabyan Terkesan Nikmatnya Sajian Kepiting Soka

Bersuara merdu, cantik pula. Menjadi idola remaja masa kini, Khoirunnisa atau biasa lebih akrab Nissa…

Kamis, 16 Agustus 2018 23:51

Tepis Perbedaan, Para Waria Berpartisipasi Dalam Lomba

17 Agustus menjadi momen paling bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tidak heran jika masyarakat bersuka…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .