MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 08 Agustus 2018 12:20
Warga Pertanyakan Sertifikat Prona

Pembagian Tunggu Instruksi Presiden

PERLIHATKAN: Kades Tideng Pale, Bakti A, menunjukkan dokumen persyaratan pembuatan sertifikat tanah Prona. RIKO / RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TANA TIDUNG - Masyarakat Kabupaten Tana Tidung  (KTT) Kecamatan Sesayap mengeluhkan belum keluarnya sertifikat Proyek Operasi Nasional Agraria (Prona) (Prona). Padahal, informasinya,  dari warga sudah melakukan proses kepengurusan sertifikat Prona sejak  2017.

Untuk diketahui, pemerintah menerapkan sertifikat Prona merupakan subsidi sertifikasi tanah  dikeluarkan pemerintah untuk meningkatkan pelayanan pendaftaran tanah secara sederhana, mudah, cepat dan murah untuk beberapa tahun lalu. Melalui prona, penerbitan sertifikan atau tanda bukti hak atas tanah bisa menjadi bukti otentik bagi pemilik lahan.  Namun hingga  Agustus 2018, belum ada informasi lebih lanjut kapan sertifikat Prona bisa dikeluarkan.

Salah seorang warga Kecamatan Sesayap, Eriko (30) mengatakan sudah hampir dua tahun ia bersama warga lainnya menunggu diberikannya sertifikat. Ia juga mengakui saat proses kepengurusan pihaknya sudah memenuhi seluruh persyaratan. Bahkan warga sudah membayar uang pengurusan sertifikat Prona sebesar Rp 250 ribu.

"Kami mengurus dari 2017 belum juga keluar. Padahal semua persyaratan sudah lengkap. Sudah bayar juga Rp 250 ribu untuk biaya materai, pengukuran tanah, dan administrasi lainya," katanya kepada awak media ini, Selasa (7/8).

Sementara itu, Kepala Desa Tideng Pale, Bakti A, aaat dikonfirmasi awak media ini tak menampik keluhan warga tersebut. Menurut Bakti terkait apapun bentuk persyaratan administrasi prona semuanya sudah dilengkapi dan tidak ada lagi kendalanya.

"Sebenarnya sertifikat tanah prona itu sudah ada dan sudah selesai dibuat dan sekarang masih ada di Tanjung Selor. Namun memang untuk pembagiannya ke masyarakat ini masih menunggu instruksi presiden apakah nanti langsung dibagikan Presiden atau bagaimana itu masih belum jelas," ungkapnya.

Kades mengatakan, setahun lalu sudah dilakukan pengukuran tanah oleh petugas BPN, namun untuk sertifikat masih menunggu keputusan Presiden.

 

Dia menyebutkan untuk Desa Tideng Pale, jumlah penerima ada 800 kepala keluarga (KK) namun ada berkas yang kembali sebanyak 290 berkas. Itu karena kemungkinan salah dalam pengukuran lanjutnya. Tapi, masih ada tahap kedua untuk penerbitan sertifikat tanah dan untuk berkas yang kembali ini akan dimasukan ulang ditahap dua.

"Kendalanya kemarin tidak masuk dalam gambar pengukuran maka dari itu akan diukur ulang nanti ditahap kedua yang akan dilaksanakan di bulan Agustus ini oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN)," ujar Bakti saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Selasa (7/8).

Bakti mengatakan ini terjadi bukan hanya di Desa Tideng Pale, namun juga terjadi di desa tetangga tersebut yakni Desa Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap. Kades berharap pemerintah maupun BPN segera memberikan sertifkat pribadi untuk masyarakat, karena sertifikat tersebut dibutuhkan masyarakat.Di samping itu untuk mengindari sengketa tanah yang ada di tengah masyarakat.

"Kami sangat berharap sertifikat bisa cepat diberikan. Supaya tidak jadi masalah di desa," tambahnya.

Sementara itu Camat Sesayap,  Hasril, dikonfirmasi mengatakan belum mengetahui apakah benar sertifikatnya sudah ada atau belum untuk itu nanti pihaknya akan mengecek kebenarannya.

"Nanti jika memang sudah keluar kita akan langsung bagikan jadi saya minta untuk masyarakat bersabar jika ada nanti langsung dibagi kepada masyarakat," ungkapnya. (*/rko/zia)

 


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 12:37

Layani Jeriken, APMS Disidak

TANA TIDUNG - Maraknya pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan solar menggunakan jeriken…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:55

Ikut Galang Dana untuk Korban Gempa-Tsunami

TANA TIDUNG – Bencana Palu dan Donggala menggugah empati ratusan siswa SDN 013 Kabupaten Tana…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:53

Pesta Siaga Ajarkan Kemandirian

TANA TIDUNG -  Membuktikan eksistensinya dalam melaksanakan pembinaan gerakan kepramukaan, Kwartir…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:25

Sempat ‘Banjir’, Speedboat Kembali Sepi Penumpang

TANA TIDUNG - Penutupan pendaftaran CPNS 2018, Selasa (16/10) kemaren berdampak pada sepinya penumpang…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:23

Korban Gempa-Tsunami Terkendala Identitas

TANA TIDUNG -  Dua minggu sudah, Eldiansyah (34), pengungsi Palu bersama keluarga bertahan di Tana…

Rabu, 17 Oktober 2018 15:06

Hari Terakhir , Didominasi Pelamar Formasi Teknis

TANA TIDUNG – Total 1.554 pendaftar  yang tercatat di hari terakhir pengumpulan berkas…

Rabu, 17 Oktober 2018 15:05

Zakat Profesi Menurun, 2 Toko Dhuafa Tutup

TANA TIDUNG –  Dua dari empat Toko Dhuafa Baznas Kabupaten Tana Tidung (KTT) yang tersebar…

Rabu, 17 Oktober 2018 12:07

Korban Gempa dan Tsunami Dapat Santunan Rp 10 Juta

TANA TIDUNG – Bantuan terus bergulir kepada sejumlah korban gempa dan tsunami Palu-Donggala yang…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:06

Didominasi Pelamar CPNS, Berkah Bagi Motoris

TANA TIDUNG -  Kedatangan penumpang speedboat di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Tana Tidung  terus…

Selasa, 16 Oktober 2018 16:04

Langgar Aturan APK, Siap Disanksi

TANA TIDUNG - Sejumlah calon legislatif (caleg) Kabupaten Tana Tidung (KTT) di berbagai daerah pemilihan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .