MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 06 Agustus 2018 09:34
KRI Benarkan Seluruh Awak Kapal WNI
DIAMANKAN: Sembilan orang WNI yang diamankan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), Jumat (27/7) lalu yang diduga membawa kayu ilegal terverifikasi Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau. IST

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sembilan orang WNI yang diamankan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), Jumat (27/7) lalu yang diduga membawa kayu ilegal terverifikasi Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau.

Kepala Fungsi Sosial dan Budaya, KRI Tawau, Firma Agustina ketika dikonfirmasi mengatakan perkembangan upaya verifikasi KRI Tawau terhadap 9 WNI yang diamankan tersebut, sedang dalam proses verifikasi.

“Ya, sudah diverifikasi dan seluruhnya dipastikan WNI. Saat ini tim dari Perlindungan WNI (PWNI) sedang melakukan pendalaman pada kasus yang dialami ke sembilan WNI tersebut,” ungkap Firma.

Informasi yang ia dapatkan melalui PWNI yang menemui langsung WNI, sejuah ini PWNI telah menemui WNI tersebut. Namun, dari 9 WNI baru 6 orang yang ditemui.

Tiga WNI lainnya belum bisa ditemui. Alasannya, 3 WNI tersebut yang mengetahui tentang status kayu muatan. Saat ini ketiganya menjalani pemeriksaan dengan pihak APMM. Meski begitu, PWNI masih berusaha menemui ketiga WNI tersebut.

Selain itu, permasalahan tersebut baru akan diserahkan ke Custom (Bea Cukai Malaysia, Red). KRI Tawau, nantinya juga akan menghubungi Kastam untuk mengetahui tuduhan apa yang disangkakan terhadap 9 WNI tersebut.

“Kalau sejauh ini selain pelanggaran imigrasi, diduga juga mereka memasukkan kayu secara ilegal. Tentunya pelanggaran ini memiliki pasal masing-masing. Kami akan lakukan pembimbingan supaya pasal yang diterapkan sesuai pasal yang dimaksud,” beber Firma.

Untuk diketahui, seluruh WNI tersebut ditangkap di perairan Sebatik perabatasan RI-Malaysia. Ke sembilan WNI tersebut membawa kayu ilegal atau tanpa dokumen. Ketika tak bisa menunjukan dokumen kepada APMM, seluruh WNI tersebut pun langsung diamankan.

Selain itu, 9 orang WNI tersebut memang tidak memiliki dokumen resmi. Sementara barang yang mereka bawa adalah batang kayu sebanyak 1819 dengan kisaran harga 200.000 RM atau sebesar Rp 600 juta. (raw/nri)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*