MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 04 Agustus 2018 23:27
Pileg 2019 Rasa Pilwali

Tiga Kandidat Dipastikan Maju

MAJU TERUS: Sejumlah figur yang bertarung dalam Pilwali lalu kembali akan mengisi nama-nama calon legislatif di 2019 mendatang. FOTO: BANK DATA/RADAR TARAAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Tak ada rotan, akar pun jadi. Ya, pepatah sangat bagi disematkan di antara mereka yang kalah dalam pertarungan Pemilihan Wali Kota Tarakan lalu. Tetap gigih, melanjutkan hasrat politik dengan maju sebagai calon anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tarakan 2019 mendatang. Siapa saja?

Paling santer dikabarkan menarget kursi DPRD, salah satunya adalah Hj. Umi Suhartini. Wanita kelahiran Tarakan 27 April 1969 itu akan maju menggunakan perahu Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Tarakan Ahmad Usman mengatakan tidak hanya Hj. Umi Suhartini, PKB juga mengusung Mahruddin Mado, calon wakil wali kota Hj. Umi Suhartini lalu dengan daerah pemilihan (dapil) yang berbeda. Hj. Umi Suhartini bakal bertarung di Dapil Tarakan Tengah, sedang Mahruddin Mado di Dapil Tarakan Barat.

Menurut Ahmad, perolehan suara pasangan Hj. Umi Suhartini dan Mahruddin Mado bukanlah sebuah kekalahan. Apalagi keduanya, maju dalam jalur perorangan dalam Pilwali. Dalam rilis KPU, keduanya merupakan peraih suara tertinggi kedua. Sehingga, menurut Ahmad lagi, kedua figur tersebut memiliki elektabilitas yang tinggi. “Jadi, sebenarnya kemarin (pilwali) itu kami tidak kalah, tapi kemenangan yang tertunda,” tuturnya.

Tak hanya itu, chemistry keduanya dinyatakan cukup baik bersama PKB. Selain itu, suami Hj. Umi Suhartini, H. Undunsyah juga merupakan kader PKB. “Artinya semangat kami di Pilwali, kami rawat bersama dengan relawan kami, karena pertarungan di Pileg harus melalui parpol, jadi keduanya maju di PKB,” ucapnya.

Lain lagi dengan H. Ince A. Rifai. Calon wakil wali kota yang mendampingi H. Badrun dalam Pilwali lalu maju bersama Partai Golongan Karya (Golkar).

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Tarakan Tigor Nainggolan mengatakan, yang bersangkutan telah mendaftar menjadi salah satu caleg di Dapil Tarakan Barat.

Pada dasarnya, Golkar mengusung Ince, sapaannya dikarenakan elektabilitas Ince cukup baik. Figur Ince lebih mudah dikenali masyarakat, sehingga memudahkan Ince melaju dalam Pileg 2019. “Waktu jadi calon wakil wali kota kan mereka (Ince dan Badrun) sudah punya banyak massa. Nah, pemilih itulah yang kami yakini untuk memilih kembali di DPRD,” katanya.

Ince yang dikonfirmasi media ini masih enggan berkomentar panjang terkait keinginannya maju sebagai anggota legislatif. Ince mengaku masih sedang sibuk. “Mohon maaf, saya sedang ada tamu. Wawancaranya lain kali saja,” singkatnya.

Sementara pengamat politik Prof. Dr. Adri Patton mengatakan bahwa keikutsertaan sejumlah figur calon yang gagal di Pilwali lalu tentu atas pertimbangan matang. Perolehan suara di Pilwali menjadi satu barometer penting dalam mengukur kekuatan atau tingkat keterpilihan. Apalagi, pilihan itu maju di pileg merupakan hak warga negara Indonesia yang ingin mengabdi diri.

“Jadi kalau gagal di pilwali, lalu ikut di legislatif itu sah-sah saja. Tidak ada sangkut pautnya dengan ingin mengembalikan dana yang telah keluar selama masa kampanye,” tegasnya.

Adri meyakini, setiap figur yang belum berkesempatan menjadi wali kota merupakan figur yang mampu membawa daerahnya menjadi lebih baik, sehingga lebih berpeluang menang. “Kalau ikut di legislatif, maka besar kemungkinan menang karena suara pemilihnya yang banyak, dan memanfaatkan massa yang sudah ada saat pilwali lalu,” tuturnya.

Untuk itu, menurut Adri para calon yang gagal itu memiliki peluang untuk melanjutkan keinginan berkiprah di dunia politik. Pun dengan tugas yang lebih besar di legislatif, baik di tingkat kota, provinsi atau bahkan di DPR RI. “Yang jadi masalah itu kalau sudah jadi anggota DPRD, tiba-tiba ikut lagi di pilkada. Ini yang dipertanyakan,” urainya. (*/shy/lim)

 

MODAL DARI PILWALI

NAMA                                                  PEROLEHAN SUARA

Hj. Umi Suhartini-Mahruddin Mado      25.525

H. Badrun-Ince A. Rifai                         17.961

 

SUMBER: KOMISI PEMILIHAN UMUM (KPU) TARAKAN


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

PLTSa di Kunak, Kontribusi Rp 1 Miliar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya memilih Kawasan Usaha Peternakan (Kunak)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

Permen-KP 56, Bukan Pelarangan

TARAKAN- Terkait dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor…

Rabu, 20 Maret 2019 10:34

Dewi Yul Dituntut 18 Tahun Penjara

TARAKAN – Wanita cantik pengiriman sabu 1 kg yaitu Dewi…

Rabu, 20 Maret 2019 10:31

Putusan Inkrah, JPU Siap Lakukan Eksekusi

TARAKAN – Kasus perkara korupsi bahan mengajar dalam pelaksanaan Program…

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*