MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 30 Juli 2018 09:53
Petani Rumput Laut Segera Dipulangkan
ILUSTRASI. INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Enam orang Warga Negara Indonesia (WNI) petani rumput laut yang ditangkap oleh Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM), Minggu (22/7) lalu, segera dipulangkan pihak Malaysia.

Itu diungkapkan Abu Hasan, kelurga salah seorang WNI bernama Rulis, yang ikut diamankan dalam penangkapan tersebut. Ia memastikan saudaranya Rulis dan rekan-rekannya akan dipulangkan pada Kamis (2/8) mendatang.

 “Yang mengurus mereka (WNI, Red) memberitaukan bahwa Kamis mendatang mereka dipulangkan. Semoga informasi tersebut benar,” ungkap Abu kepada media ini, kemarin.

Dijelaskan Abu, Rulis  sebelumnya tidak mengetahui jika daerah yang akan ditempati membudi daya rumput laut area terlarang. Padahal diduga pemilik area tersebut telah memberitahukan kepada mereka, boleh membudi daya rumput laut di area tersebut.

Bahkan, dua bulan sekali mereka harus membayar 1.500 Ringgit Malaysia (RM) kepada diduga pemilik area setelah masa panen. Itu hanya untuk 1 bentang hasil panen rumput laut saja. Perilaku baik juga telah mereka lakukan dengan singgah di Pos perbatasan Malaysia-Indonesia membawa makanan dan izin masuk ke area hanya untuk budidaya rumput laut.

Sayang, hal tersebut dibalas dengan penangkapan yang dilakukan aparat Malaysia. “Itulah yang kami heran. Kami juga sebenarnya sudah melalui prosedur, tapi masih saja ditangkap,” keluh Abu.

Ia hanya berahap, pihak yang menanganinya segera bisa memulangkan WNI yang ditahan tersebut karena punya tanggungan keluarga yang harus dinafkahi setiap harinya.

Terpisah, Kepala Fungsi Sosial dan Budaya, Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Firma Agustina mengatakan sejak WNI ditahan pihaknya telah melakukan berbagai upaya demi cepatnya proses pemulangan WNI tersebut.

Bahkan, pihak dari Satgas Perlindungan WNI KRI Tawau turun langsung ke kantor APMM guna menangani kasus tersebut. “Kami bersyukur jika WNI segera dipulangkan, permohonan percepatan prosesnya sangat cepat direspons,” tutur Firma.

Hingga hari ini, mereka telah ditahan selama 6 hari sejak Minggu (22/7) lalu. Firma pun memastikan keadaan mereka sedang baik-baik. (raw/nri)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*