MANAGED BY:
MINGGU
19 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 30 Juli 2018 09:07
Ekspor Kaltara, Fokus Beras Adan dan Kerbau
BERAS “ENDEMIK” KRAYAN: Beras Adan dari Krayan memiliki tiga varietas, yaitu putih, merah, dan hitam. Di Malaysia, beras ini dijual dengan harga yang cukup mahal. RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah mempersiapkan proposal jelang pertemuan empat negara ASEAN, yakni Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina, East Asean Growth Area (BIMP-EAGA). Beras Adan akan menjadi pembahasan dalam Working Group on Agriculture and Agro Based Industry IMT GT dan Cluster Agribusiness di BIMP-EAGA tahun ini.

Kepala Bagian (Kabag) Pengelola Potensi Kawasan, Biro Pengelola Perbatasan Negara, Setprov Kaltara, Jefri mengatakan proposal Project Integrated Natural Farming of Adan Rice and Buffalo telah disusun usai melaksanakan rapat bersama OPD dan instansi terkait sesuai permintaan Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP).

“Persiapan usulan proposal akan dibawa pada pertemuan atau perundingan tingkat ASEAN. Pada pertemuan itu Indonesia diminta untuk menyampaikan proposal. Salah satunya akan dibangun agrobisnis untuk fokus ekspor dari Indonesia ke negara ASEAN,” ujar Jefri kepada Radar Kaltara, Jumat (27/7).

Dijelaskannya, dipilihnya beras Adan dan kerbau karena memiliki potensi dan peluang besar untuk dikembangkan. Selain itu, upaya pengembangan beras Adan melalui jajar legowo telah dilakukan. Selain itu, inseminasi buatan (IB) sebagai upaya percepatan peningkatan populasi kerbau untuk menunjang hasil pertanian turut dilakukan.

“IB ini berhasil dari laporan ada enam. Keterkaitan kerbau akan beras Adan sangat erat. Jika tidak ada kerbau hasil padi menurun,” beber mantan Camat Krayan ini.

Diketahui, Krayan berada di dataran tinggi antara 700 - 1.500 meter dari permukaan laut. Di mana, mayoritas penduduk memiliki mata pencarian pertanian dan peternakan. Sistem pertanian yang dilakukan masyarakat Krayan pada umumnya pertanian tradisional secara organik. Siklus penanaman padi sawah dan padi gunung sekali setahun. Walaupun masuk Pusat Kawasan Strategis Nasional (PKSN), akses Krayan masih sulit sehingga menjadi salah satu wilayah Indonesia yang masih terisolir.

Diketahui, produksi pertanian organik beras Adan sebesar 16.642 ton pertahun dengan produktivitas 4,90 ton per hektare. Hasil produksi dijual ke negara tetangga Malaysia (export oriented). “Saat ini potensi lahan pertanian organik yang berada di wilayah Krayan dikembangkan sebesar ± 4.000 ha dengan produksi setiap tahunnya meningkat,” ungkapnya.

Beras Adan memiliki tiga varian, yakni berwarna putih, hitam, dan merah (pade adan buda, mitem dan sia) merupakan bibit lokal hasil budidaya masyarakat dengan ciri khas aroma, cita rasa, dan tekstur yang halus. Beras Adan merupakan varietas padi lokal dari dataran tinggi Borneo, dengan kualitas terbatik di antara varietas padi lokal lain yang hingga saat ini masih dibudidayakan di Krayan dan daerah dataran tinggi Borneo lainnya.

“Beras ini terkenal dengan biji-bijian kecil dan tekstur halus serta rasa yang enak. Tingginya karbohidrat (varietas putih) dan kandungan vitamin B6 (varietas merah) dan mineral (varietas hitam) membuat beras ini mampu memberikan kontribusi untuk nilai gizi yang sangat baik,” pungkasnya. (akz/eza)

Ekspor Kaltara, Fokus Beras Adan dan Kerbau


BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*