MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 30 Juli 2018 08:40
Deportasi, Didominasi Persoalan Imigrasi
DIPULANGKAN: Ratusan BMI dipulangkan ke tanah air setelah ditahan berbulan-bulan di PTS Kimanis, Papar dan Menggatal Kota Kinabalu, Sabah Malaysia, melalui Pelabuhan Tunon Taka,Nunukan Kamis (26/7) sore. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN –Sebanyak 161 Warga Negara Indonesia (WNI) kembali dipulangkan ke Indonesia melalui pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Hal itu berdasarkan berita acara melalui jabatan Imigrasi Negeri Sabah nomor IM.101/SB/BPK (UP)/18(17).

161 WNI tersebur berasal dari berbagai macam daerah di Malaysia, di antaranya 122 orang berasal dari Pusat Tahanan Sementara (PTS) Kimanis, Papar dan 39 orang berasal dari PTS Menggatal Kota Kinabalu, Sabah Malaysia.

Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Nunukan, Nasution mengatakan, Kamis (26/7) pemerintah Malaysia kembali melakukan deportasi.  Pemulangan paksa WNI oleh pemerintah Malaysia ini memang dilakukan tiap pekan.

“Jadwal pemulangan WNI dari Sabah, Malaysia dilakukan tiap pekan, tiap Kamis,” kata Nasution.

Dirincikannya, laki-laki dewasa yang berasal dari PTS Papar sebanyak 20 orang, dari PTS Menggatal 20 orang. Perempuan dewasa dari PTS papar 28 orang, dari PTS Menggatal 8 orang. Selain itu, anak laki-laki dari PTS Papar 8 orang, PTS Menggatal 1 orang. Anak perempuan 5 orang dari PTS Papar dan satu orang dari PTS Menggatal.

Menurutnyanya, deportan yang dipulangkan ini umumnya didominasi kasus keimigrasian yang berjumlah 53 orang, kasus narkoba sebanyak enam orang dan sisanya tersandung kasus kriminal lainnya. Bahkan ada 23 orang yang lahir di Sabah Malaysia dan tak memiliki dokumen, sehingga ikut dipulangkan.

“Lagi-lagi pelanggaran keimigrasian masih menempati presentase tertinggi, lalu diikuti kasus penyalahgunaan obat-obatan terlarang,” ujarnya.

Guna mencegah persoalan yang serupa, ia mengimbau agar WNI yang hendak menjadi BMI di Malaysia, terlebih dahulu melengkapi diri dengan dokumen perjalanan resmi. Serta, diwajibkan untuk melaporkan keberadaannya ke Konsulat Republik Indonesia (KRI) di beberapa kota yang ada di Malaysia.

“Kalau terdata dan memiliki dokumen resmi. Pastinya, jika ada permasalahan konsulat dapat membantu. Semoga BMI memahami hal tersebut, karena jika masuk secara ilegal, pastinya merugikan diri mereka,” tambahnya.

Di tempat berbeda, Rustan (28) salah seorang BMI yang ikut dideportasi lantaran melewati izin tinggal selama bekerja di Malaysia mengaku, sudah berada di negeri tetangga itu selama tiga tahun. Semenjak bekerja sebagai buruh perusahaan kelapa sawit tidak pernah lagi memperpanjang izin tinggal yang dimilikinya.

“Kurang lebih tiga bulan pak ditahan di PTS Tawau. Masih mau kembali bekerja di sana, karena tidak ada kerja kalau pulang kampung. Rencana ini mau urus surat (dokumen keimigrasian, Red.) dulu,” ujar pria asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ini.

Dari hasil pantauan media ini, BMI yang dideportasi didata petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Nunukan untuk diberikan pengarahan pasca dideoprtasi. Umumnya BMI ini ingin kembali bekerja ke Negeri Jiran. Selain beralasan bekerja, banyaknya keluarga yang tinggal di Malaysia menjadi alasan BMI ingin kembali ke negara yang beribukota di Kuala Lumpur itu. (nal/nri)

 

 

 

 


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 13:35

Ekspor Rokok ke Filipina Berjalan Mulus

NUNUKAN – Perdagangan ekspor rokok dari Nunukan ke Tawi-Tawi berjalan mulus. Bahkan aktivitas…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:33

Warga Pesisir Diterpa Isu Reklamasi

NUNUKAN – Warga pesisir di rukun tetangga (RT) 12, Kelurahan Nunukan Timur kembali resah. Informasi…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:15

Tembakau Gorilla Jadi Target Polisi

NUNUKAN – Tembakau bermerek Gorilla yang mengandung 5-flouro ADB atau ganja sintesis diduga mulai…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:32

ASN Wajib Pakai Gas 12 Kg

NUNUKAN – Aparatur sipil negara (ASN) di perbatasan yang sampai saat ini menggunakan liquefied…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:01

Pemerintah Tunggu Salinan Putusan PTUN

NUNUKAN – Asisten Administrasi Umum dan Pemerintahan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, Muhammad…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:59

Penanganan Anjing Liar Tunggu Perbup

NUNUKAN – Anjing liar yang sering menggangu pengguna jalan sampai saat ini belum juga tertangani.…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:57

WNI yang Ditangkap Aparat Malaysia Terverifi kasi

NUNUKAN – Empat orang WNI yang ditangkap aparat Malaysia saat operasi gabungan yang dilakukan…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:44

Data Warga Miskin Belum Akurat

NUNUKAN – Pemuktahiran data terpadu, khususnya data warga miskin yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos)…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:26

Sebulan, Kasus Pencurian dan Pencabulan Mendominasi

NUNUKAN – Sepanjang bulan September lalu, kasus pencurian mendominasi tindak kriminalitas di Nunukan.…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:38

Karena Ini, Pedagang Lintas Batas Gelisah

NUNUKAN – Penangkapan oleh lintas instansi terhadap produk asal Malaysia di perbatasan Nunukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .