MANAGED BY:
SELASA
13 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 Juli 2018 11:40
Nasib Warga Sebatik yang Ditahan Tak Jelas

Seorang Pelajar Ikut Ditahan Aparat Malaysia

ILUSTRASI. INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sebanyak lima orang warga Kecamatan Sebatik Barat yang ditahan aparat Malaysia pada Rabu (18/7) lalu, hingga saat ini belum memiliki kejelasan. Mereka ditahan oleh aparat Kawasan Keselamatan Khas Pantai Timur Sabah (ESSCOM) yang bekerja sama dengan Pasukan Polis Marin (PPM) Tawau.

Salah seorang anggota keluarga dari lima orang tersebut, Ardi mengatakan, kelimanya masuk ke Tawau memang tidak mengantongi dokumen resmi, dengan dalih hanya pergi melihat anggota keluarga yang meninggal dunia. “Mereka sudah kembali dari Tawau namun belum sempat tiba di Sebatik. Lebih dulu ditahan oleh aparat Malaysia,” kata Ardi kepada media ini kemarin.

Menurutnya, lima warga ini merupakan sekeluarga yang selama ini tinggal di Kecamatan Sebatik Barat. Satu di antaranya masih berstatus pelajar di salah satu sekolah di Kecamatan Sebatik Barat. Mereka berani ke Tawau karena ada yang menjaminnya saat berada di negeri jiran tersebut.

Saat ini kelimanya diketahui telah masuk ke Pusat Tahanan Sementara (PTS). Kemungkinan akan menjalani masa hukuman selama tiga bulan. Namun jika ada bantuan bisa segera dipulangkan ke Indonesia. “Yang paling utama adalah pelajar, karena telah beberapa hari tidak masuk sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Fungsi Sosial dan Budaya, Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Firma Agustina yang dikonfirmasi media ini belum memberikan keterangan. Ia hanya menyampaikan bahwa akan segera bertemu dengan lima WNI tersebut. “Segera kami mencari akses, agar lima warga Sebatik itu dapat dipulangkan secepatnya,” Firma Agustina.

Menurutnya, lima WNI tersebut ditahan di sekitar perairan Tanjung Batu, Tawau. Tanpa menggunakan dokumen, padahal telah disampaikan bagi yang ingin ke Tawau, Malaysia, harus menggunakan jalur resmi di Pelabuhan Tunon Taka. “WNI tak ingin berhenti menggunakan jalur di Sebatik, padahal jalur tersebut bukan jalur resmi,” tuturnya. (nal/ash)

 

 


BACA JUGA

Senin, 12 November 2018 13:52

Pernah Bertugas sebagai Koordinator Eksekutor Pidana Mati

Bertugas di daerah perbatasan merupakan hal baru bagi AKBP Teguh…

Senin, 12 November 2018 13:39

Pemasangan Harus Sesuai Aturan

NUNUKAN – Alat peraga kampanye (APK) harus dipasang sesuai dengan…

Senin, 12 November 2018 13:38

Pastikan Pengesahaan APBD 2019 Tak Terlambat

NUNUKAN – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus mengaku, pengesahan Anggaran…

Senin, 12 November 2018 13:37

Ogah CDOB Dijadikan Komoditas Elite

SEBATIK – Masyarakat Sebatik meminta para elite politik tak lagi…

Senin, 12 November 2018 13:36

Rumah Ditinggal, si Jago Merah Mengamuk

SEBATIK – Baru berselang sehari setelah insiden kebakaran di Desa…

Senin, 12 November 2018 09:25

Kebakaran Sebabkan Kerugian hingga Rp 1 M

NUNUKAN – Si jago merah kembali mengamuk dan melahap enam…

Senin, 12 November 2018 09:21

BBM Langka, Penjual Bentol Marak

NUNUKAN – Harapan masyarakat agar pengecer bahan bakar minyak (BBM)…

Senin, 12 November 2018 08:31

Dikirimkan 21 Narapidana, Lapas Semakin Over

NUNUKAN – Kendati telah kelebihan kapasitas, Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas…

Senin, 12 November 2018 08:29

Pengecer Jadi Kambing Hitam

NUNUKAN – Warga Nunukan sempat mengalami kelangkaan bahan bakar minyak…

Senin, 12 November 2018 08:26

Hanyutkan Replika Perahu ke Laut Sebagai Bentuk Rasa Syukur

Warga Nunukan, khususnya suku Tidung yang tinggal di pesisir Kelurahan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .