MANAGED BY:
MINGGU
21 APRIL
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 26 Juli 2018 11:40
Nasib Warga Sebatik yang Ditahan Tak Jelas

Seorang Pelajar Ikut Ditahan Aparat Malaysia

ILUSTRASI. INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sebanyak lima orang warga Kecamatan Sebatik Barat yang ditahan aparat Malaysia pada Rabu (18/7) lalu, hingga saat ini belum memiliki kejelasan. Mereka ditahan oleh aparat Kawasan Keselamatan Khas Pantai Timur Sabah (ESSCOM) yang bekerja sama dengan Pasukan Polis Marin (PPM) Tawau.

Salah seorang anggota keluarga dari lima orang tersebut, Ardi mengatakan, kelimanya masuk ke Tawau memang tidak mengantongi dokumen resmi, dengan dalih hanya pergi melihat anggota keluarga yang meninggal dunia. “Mereka sudah kembali dari Tawau namun belum sempat tiba di Sebatik. Lebih dulu ditahan oleh aparat Malaysia,” kata Ardi kepada media ini kemarin.

Menurutnya, lima warga ini merupakan sekeluarga yang selama ini tinggal di Kecamatan Sebatik Barat. Satu di antaranya masih berstatus pelajar di salah satu sekolah di Kecamatan Sebatik Barat. Mereka berani ke Tawau karena ada yang menjaminnya saat berada di negeri jiran tersebut.

Saat ini kelimanya diketahui telah masuk ke Pusat Tahanan Sementara (PTS). Kemungkinan akan menjalani masa hukuman selama tiga bulan. Namun jika ada bantuan bisa segera dipulangkan ke Indonesia. “Yang paling utama adalah pelajar, karena telah beberapa hari tidak masuk sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Fungsi Sosial dan Budaya, Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Firma Agustina yang dikonfirmasi media ini belum memberikan keterangan. Ia hanya menyampaikan bahwa akan segera bertemu dengan lima WNI tersebut. “Segera kami mencari akses, agar lima warga Sebatik itu dapat dipulangkan secepatnya,” Firma Agustina.

Menurutnya, lima WNI tersebut ditahan di sekitar perairan Tanjung Batu, Tawau. Tanpa menggunakan dokumen, padahal telah disampaikan bagi yang ingin ke Tawau, Malaysia, harus menggunakan jalur resmi di Pelabuhan Tunon Taka. “WNI tak ingin berhenti menggunakan jalur di Sebatik, padahal jalur tersebut bukan jalur resmi,” tuturnya. (nal/ash)

 

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*