MANAGED BY:
KAMIS
13 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

ADV

Sabtu, 21 Juli 2018 13:39
PC NU Tarakan
PC NU Tarakan

Gelar Pengajian Akbar Dalam Rangka Halal bi Halal dan Pelantikan pengurus Baru

ABADIKAN MOMEN: Foto bersama usai kegiatan pengajian akbar di Halaman masjid Almaarif Tarakan, Rabu (17/7).

PROKAL.CO, TARAKAN - Pengurus Cabang (PC) Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tarakan gelar pelantikan Pengurus PC NU Kota Tarakan sekaligus Halal bi halal di Halaman Masjid Al-Maarif, Rabu (17/7). Kegiatan halal bihalal yang dihadiri ribuan jamaah tersebut diisi oleh ceramah dari Ketua Umum Pengurus Besar (PB) NU, KH Said Aqil Siradj. Sedangkan pelantikan 32 Anggota PC NU sendiri oleh ketua Pengurus Wilayah (PW) NU Drs. H. Farid Wadjdy, M.Pd.

 

Dalam kegiatan yang mengusung tema 'Dengan halal bihalal mari kita tingkatkan ukhuwah islamiyah wathoniyyah dan insaniyyah' tersebut Tampak hadir dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kaltara, Walikota Tarakan Sofian Raga  dan keluarga besar PC NU Tarakan termasuk para Badan Ortonom (Banom) NU.  

 

Ketua PC NU Kota Tarakan Ust. Abdussamad LC, MA.  Kepada media ini menyampaikan bahwa kegiatan Halal Bihalal yang dirangkai dengan pelantikan Anggota PC NU masa Khidmad 2018-2023 tersebut guna menjalin silaturahmi dan mempererat tali ukhuwah dengan warga masyarakat di Kota Tarakan. 

 

"Selain warga telah melalui ibadah ramadhan, juga usai momen pesta demokrasi ya,  mungkin diantara kita sebelumnya beda pendapat, beda pilihan namun itu hanya prihal politik diluar dari itu tetap bisa  menjaga ukhuwah antar umat islam agar tidak terjadi perpecahan," tutur Abdussamad.

 

Terkait pelantikan, pihaknya menyampaukan bahwa program pertama yang kan dilakukan dalam waktu dekat adalah konsolidasi organisasi, untuk bagaimana bisa bekerjasama menyatukam visi dan misi demi kemajuan NU kedepan.

 

"Perubahan yang ingin dilakukan adalah menata struktur organisasi, melanjutkan program yang belum terlaksana di periode sebelumnya khususnya pendidikan dan penguatan faham ahlussunah waljamaah al nahwiyah, menyeimbangkan antara bela agama dengan bela negara," terangnya.

Tersbut menurut Abdussamad sebagaimana semboya NU yakni hubbul watan minal iman yakni cinta tanah air sebagian dari iman. Untuk.itu pihaknya berharap mendapat dukungan penuh dari pemerintah dalam setiap program kegiatan yang di jalankan NU.

Prof. Dr. KH Said Aqil Siradj, M.A dalam ceramahnya Memaknai  kata Ied yang artinya kembali, alfitri itu suci. Bersih kembali tak punya dosa karena selesai berpuasa. Bahasa Jawanya, lebar. Yang berarti, habis atau selesai. Lebaran artinya telah selesai berpuasa. Kalau sudah "Lebar/ selesai" maka akan "Luber/banjir". Banjir rohmat, banjir ampunan, banjir keberkahan. Kemudian dengan Allah dosanya hilang, dengan sesama manusia dosanya hilang maka namanya "Lebur". Kalau sudah lebar, luber dan lebur maka manusia sudah dilabur. Manusia sudah diwarnai dengan warna yang indah. Pribadi kita menjadi pribadi yang baik, pribadi yang indah.

 

Untuk menjaga itu semua maka Nahdlatul Ulama harus mempunyai dua hal.

Pertama Ruhuddin, Orang Nahdlatul Ulama harus membangun spririt agama. Memperjuangkan agama. Bahwa agama Islam adalah agama yang mulia, suci maka cara membelanya juga harus dengan cara yang baik.

Dicontohkan oleh Said dengan mengibaratkan sebuah Bis yang bagus dan nyaman jika ditawarkan kepada penumpang dengan kasar lebih-lebih memakai ancaman, maka bisa dipastikan para penumpang tak akan mau menaikinya.

 

Yang kedua, "Ruhul wathoniyyah". Spirit kecintaan kepada tanah air. Indonesia merdeka dengan menumpahkan darah para pejuang. Indonesia merdeka dengan perjuangan. Adalah kewajiban bagi kita untuk berjihad mempertahankan Negara kita sebagaimana resolusi jihad yang di kumandangkan oleh para Ulama Pejuang pendahulu.

 

Dalam kesempatan ini, Said yang juga Guru Besar Ilmu Tasawwuf UIN Surabaya juga menyampaikan pentingnya seseorang yang belum mahir berbicara agama untuk tidak dengan mudah merasa bisa menguasai ilmu agama. Merasa hebat dan berhak menyampaikan ilmu agama.

 

"Saya membaca buku tentang penyakit jantung, setelah faham kemudian memasang di plang nama dengan tulisan dr. Jantung Said Agil. Benar tidak macam ini?" Tanya Kiai Said.

 

Maka yang belum memahami agama apalagi hanya belajar sebentar, jangan bangga diri mengaku sebagai ahli agama. Belajar agama boleh, tapi merasa ahli dalam sesuatu yang tidak pada tempatnya itu tidaklah baik.

Sementara itu, dalam sambutannya Walikota Tarakan Sofian Raga menyampaikan bahwa pihaknya menyampaikan apresiasi penuh kepada NU yang selalu sejalan dengan program pemerintah Kota, Khususnya dalam kegiatan keagamaan. 

 

"Semoga kedepan tetap dapan terus berinergi dengan pemerintah, terutama dalam kegiatan-kegiatan keagamaan", tuturnya. (dc)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 17 September 2015 15:41

Upaya Ciptakan Ketahanan Pangan

<p><strong>MALINAU</strong> - Rembug tani guna mewujudkan program swasembada beras…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .