MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 19 Juli 2018 21:15
CELAKA INI..!! Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

Berharap Hujan Turun Agar Embung Terisi

SURUT: Kondisi ketersediaan air pada embung persemaian Tarakan yang merupakan satu dari 2 embung sumber air baku PDAM Tarakan. Foto diabadikan Kamis (19/7). Foto: Johanny/Radar Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin berkurang. Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tarakan memanfaatkan aliran air sungai dengan menurunkan pompa-pompa darurat.

Direktur PDAM Kota Tarakan, Said Usman Assegaf mengatakan untuk saat ini wilayah Kecamatan Karang Harapan terbilang aman, sebab Embung Persemaian masih memiliki stok air bersih. Dengan menggunakan pompa air darurat yang bisa mengalirkan air sebanyak 60 liter perdetik diganti dengan 120 perdetik. 

“Jadi aman kalau untuk Embung Persemaian, kami mengambil air dari sungai-sungai dan juga ada persediaan cadangan dari Embung Bengawan,” katanya.

Tetapi kata Usman, posisi Embung Persemaian ini sempat mengalami kekeringan di mana hanya terdapat 30 persen air di dalamnya. Sehingga, jika dialirkan secara full, maka hanya air keruh yang dialirkan ke masyarakat. “Ini berpengaruh juga karena pemadaman listrik selama beberapa jam yang menyebabkan air keruh,” jelas Usman.

Menyoal kondisi air yang dialiri di daerah Kampung Bugis atau Jalan Slamet Riaydi Kelurahan Karang Anyar, terbilang cukup krisis karena tidak memiliki embung sendiri. Hanya berharap dari penampungan Kampung Bugis dan dibantu embung Kampung Satu yang sedang mengalami krisis air. 

“Sehingga untuk wilayah Kampung Bugis, ada yang mengalir dan ada yang tidak. Karena tidak bisa terdorong sampai jauh,” ujarnya.

Untuk Embung Kampung Satu, diakuinya sudah tidak dapat diambil air karena kondisi embung yang sudah kering. Komposisi air sudah turun mencapai 2,5 meter, sehingga sudah tidak dapat diambil lagi. 

“Airnya dialirkan ke sungai, nanti diambil dari bawah. Menggunakan pompa 60 liter per detik itu diganti menjadi 120 liter perdetik. Tetapi kami tidak dapat memastikan kondisi air yang akan sampai ke masyarakat,” jelasnya.

Hingga saat ini aliran air di wilayah Kampung Empat, Kampung satu,  Kampung Enam, Lingkas Ujung tidak normal dikarenakan air di embung yang krisis. Aliran air di Tarakan diakuinya berbeda-beda, karena instalasinya yang masing-masing. Pipa di seluruh Tarakan ada 500 kilometer, yang tidak dapat diputar dan hanya mengikuti jalur yang ada.

“Jadi Biarpun di Persemaian airnya aman, dan Kampung satu tidak, maka tidak dapat disalurkan dari persemaian ke kampung satu. Karena berbeda,” ungkapnya.

Usman berharap, saat hujan turun nantinya dan air PDAM dapat mengalir dengan baik, agar masyarakat dapat menampung ke tempat penampungannya masing-masing. Karena cuaca tidak dapat diprediksikan, Tarakan tidak memiliki sungai besar dan hanya mengandalkan penampungan embung-embung yang ada.

Apalagi saat ini hanya ada dua embung yang digunakan, yakni embung Persemaian yang dapat menampung 115 ribu kubik dan embung kampung Satu mencapai 400 ribu kubik. Sehingga total 600 ribu lebih kubik air yang dapat ditampung, tetapi yang harus dipakai mencapai 1,5 juta kubik per bulan.

Jika hujan tidak turun dalam waktu dekat, maka kondisi air hanya bertahan delapan hari saja. Kondisi embung akan kering dan dimanfaatkan hanya aliran sungai kecil menggunakan pipa-pipa yang ada. Sedangkan untuk embung Bengawan hanya sebagai cadangan saja, sambil menunggu pembuatan dua embung lainnya.

“Karena embung kita hanya bisa menampung 600 ribu kubik air saja, tidak sampai setengahnya. Jadi kalau tidak ada hujan pasti krisis,” tambahnya.

Untuk itu pembuatan embung baru, seperti Rawasari 2018 akhir diharapkan dapat selesai, dan 2019 awal sudah dapat menikmati air untuk dialirkan ke masyarakat. Sehingga ada cadangan air 100 ribu kubik dapat digunakan, sehingga mendapatkan penambahan. 

Sedangkan untuk Embung Indulung baru akan mulai dikerjakan 2019 dan berharap selesai 2020 karena pipa yang disiapkan mencapai 11 kilometer. (*/naa/nri)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

SUSAHNYA..!! Sampai-Sampai Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:53

Soal Ekspor Kepiting, Minta Menteri KKP Melunak

PERMINTAAN luar negeri tinggi akan kepiting. Harganya pun menjanjikan.  Komoditas kepiting Tarakan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:51

Wawali Arief di Simpang Jalan

TARAKAN - Tak terdaftar dalam daftar calon sementara (DCS) calon legislatif 2019, Khaeruddin Arief Hidayat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .