MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 19 Juli 2018 21:15
CELAKA INI..!! Stok Air Tersisa untuk Tiga Hari

Berharap Hujan Turun Agar Embung Terisi

SURUT: Kondisi ketersediaan air pada embung persemaian Tarakan yang merupakan satu dari 2 embung sumber air baku PDAM Tarakan. Foto diabadikan Kamis (19/7). Foto: Johanny/Radar Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN - Kondisi air bersih di Bumi Paguntaka kian krisis. Komposisi air di tiga embung sudah semakin berkurang. Untuk mengatasi hal tersebut, saat ini Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tarakan memanfaatkan aliran air sungai dengan menurunkan pompa-pompa darurat.

Direktur PDAM Kota Tarakan, Said Usman Assegaf mengatakan untuk saat ini wilayah Kecamatan Karang Harapan terbilang aman, sebab Embung Persemaian masih memiliki stok air bersih. Dengan menggunakan pompa air darurat yang bisa mengalirkan air sebanyak 60 liter perdetik diganti dengan 120 perdetik. 

“Jadi aman kalau untuk Embung Persemaian, kami mengambil air dari sungai-sungai dan juga ada persediaan cadangan dari Embung Bengawan,” katanya.

Tetapi kata Usman, posisi Embung Persemaian ini sempat mengalami kekeringan di mana hanya terdapat 30 persen air di dalamnya. Sehingga, jika dialirkan secara full, maka hanya air keruh yang dialirkan ke masyarakat. “Ini berpengaruh juga karena pemadaman listrik selama beberapa jam yang menyebabkan air keruh,” jelas Usman.

Menyoal kondisi air yang dialiri di daerah Kampung Bugis atau Jalan Slamet Riaydi Kelurahan Karang Anyar, terbilang cukup krisis karena tidak memiliki embung sendiri. Hanya berharap dari penampungan Kampung Bugis dan dibantu embung Kampung Satu yang sedang mengalami krisis air. 

“Sehingga untuk wilayah Kampung Bugis, ada yang mengalir dan ada yang tidak. Karena tidak bisa terdorong sampai jauh,” ujarnya.

Untuk Embung Kampung Satu, diakuinya sudah tidak dapat diambil air karena kondisi embung yang sudah kering. Komposisi air sudah turun mencapai 2,5 meter, sehingga sudah tidak dapat diambil lagi. 

“Airnya dialirkan ke sungai, nanti diambil dari bawah. Menggunakan pompa 60 liter per detik itu diganti menjadi 120 liter perdetik. Tetapi kami tidak dapat memastikan kondisi air yang akan sampai ke masyarakat,” jelasnya.

Hingga saat ini aliran air di wilayah Kampung Empat, Kampung satu,  Kampung Enam, Lingkas Ujung tidak normal dikarenakan air di embung yang krisis. Aliran air di Tarakan diakuinya berbeda-beda, karena instalasinya yang masing-masing. Pipa di seluruh Tarakan ada 500 kilometer, yang tidak dapat diputar dan hanya mengikuti jalur yang ada.

“Jadi Biarpun di Persemaian airnya aman, dan Kampung satu tidak, maka tidak dapat disalurkan dari persemaian ke kampung satu. Karena berbeda,” ungkapnya.

Usman berharap, saat hujan turun nantinya dan air PDAM dapat mengalir dengan baik, agar masyarakat dapat menampung ke tempat penampungannya masing-masing. Karena cuaca tidak dapat diprediksikan, Tarakan tidak memiliki sungai besar dan hanya mengandalkan penampungan embung-embung yang ada.

Apalagi saat ini hanya ada dua embung yang digunakan, yakni embung Persemaian yang dapat menampung 115 ribu kubik dan embung kampung Satu mencapai 400 ribu kubik. Sehingga total 600 ribu lebih kubik air yang dapat ditampung, tetapi yang harus dipakai mencapai 1,5 juta kubik per bulan.

Jika hujan tidak turun dalam waktu dekat, maka kondisi air hanya bertahan delapan hari saja. Kondisi embung akan kering dan dimanfaatkan hanya aliran sungai kecil menggunakan pipa-pipa yang ada. Sedangkan untuk embung Bengawan hanya sebagai cadangan saja, sambil menunggu pembuatan dua embung lainnya.

“Karena embung kita hanya bisa menampung 600 ribu kubik air saja, tidak sampai setengahnya. Jadi kalau tidak ada hujan pasti krisis,” tambahnya.

Untuk itu pembuatan embung baru, seperti Rawasari 2018 akhir diharapkan dapat selesai, dan 2019 awal sudah dapat menikmati air untuk dialirkan ke masyarakat. Sehingga ada cadangan air 100 ribu kubik dapat digunakan, sehingga mendapatkan penambahan. 

Sedangkan untuk Embung Indulung baru akan mulai dikerjakan 2019 dan berharap selesai 2020 karena pipa yang disiapkan mencapai 11 kilometer. (*/naa/nri)

loading...

BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 14:46

XC Race Lombakan Empat Kelas

DALAM pelaksanaan XC Race pada Desember mendatang di Bumi Paguntaka, akan ada dua kategori. Yakni kategori…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:53

Segarkan Harimu dengan Manisnya Es Krim

Siapa sih yang tidak kenal dengan es krim? Meski sudah ada sejak dahulu, sensasi es krim tidak pernah…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:51

Sate Es Krim

Tidak hanya daging dan buah yang dibuat sate. Ternyata es krim juga bisa loh. Selain bentuknya yang…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:50

Es Krim Cokelat

Nah biasanya untuk mendapatkan rasa cokelat, kita menggunakan perasa cokelat. Tapi pada es krim cokelat…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:47

Jalur Sepeda Harus Dihidupkan Kembali

TARAKAN – Jalur sepeda di Bumi Paguntaka perlu dihidupkan kembali. Hal itu pula yang disampakan…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:43

Road Race di PON Papua Masih Tanda Tanya

TARAKAN – Sekitar 50 cabang olahraga (cabor) akan dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON)…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:41

Tim YFR Naik Podium Pertama di Latber Time Rally

TARAKAN –Latihan Bersama (Latber) Time Rally Wisata 2018 yang digelar Ikatan Motor Indonesia (IMI)…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:22

Gang Punti Tak Kunjung Dilirik

TARAKAN - Ketua RT 16, Kelurahan Karang Harapan, Muhammad Saleh, mengatakan banyak titik jalan yang…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:19

Kehabisan Anggaran, Terancam Utang Rp 3 Miliar

TARAKAN - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan over kapasitas berakibat anggaran…

Selasa, 16 Oktober 2018 13:18

Kehabisan Anggaran, Terancam Utang Rp 3 Miliar

TARAKAN - Kondisi Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tarakan over kapasitas berakibat anggaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .