MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 19 Juli 2018 11:21
Presiden Jokowi Belum Dipastikan Datang
JOKO WIDODO. INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) akan dilaksanakan pekan depan. Namun rencana kedatangan Presiden Jokowi ke Bumi Paguntaka untuk membuka secara langsung, belum dapat dipastikan. Mengingat jadwal kunjungan yang begitu padat.

Berdasarkan jadwal acara Rakernas yang ke XIII ini, ayah dari Gibran Rakabuming, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep direncanakan hadir pada 25 Juli untuk membuka secara resmi pertemuan antara pemerintah kota se- Indonesia ini.

"Sampai sekarang kami juga masih menanti kabar dari pemerintah pusat tentang kedatangan Pak Jokowi. Belum juga ada kepastian secara lengkap mengenai kedatangannya tersebut," ungkap Hendra Arfandi, Wakil Ketua I Rakernas Apeksi 2018.

Menyoal persiapan, keamanan dan ketertiban tetap akan dijaga diperketat, sehingga jika Presiden Jokowi datang pun segala kesiapan sudah dilakukan.

Dia menambahkan, sebagian besar kepala daerah se-Indonesia nantinya akan berada di Tarakan pada Selasa 24 Juli, untuk mengikuti rangkaian acara pertama yaitu welcome dinner.  “Yang baru kami dapat informasi itu hanya soal kedatangan menteri saja. Dan itupun juga belum bisa dipastikan,” ujarnya.

Kata Hendra, yang berencana hadir Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga.

 “Untuk narasumbernya kami mengundang dari Kementerian Perdagangan dan Menteri Koperasi,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Asisten Pemerintahan dan kesejahteraan Rakyat ini.

Soal kehadiran Kemendagri menurut Hendra, kedatangannya juga belum bisa dipastikan. Apakah itu akan tiba di Tarakan pada 24 Juli ataukah 25 Juli mendatang.

“Ada dua kemungkinan untuk Kemendagri. Antara 24 Juli atau 25 Sore. Hanya saja, dari keinginan Kemendagri ingin menghadiri welcome dinner. Akan tetapi sampai saat ini juga pun kami masih mengonfirmasi ke protokol Kemendagri. Karena segala sesuatunya bisa saja terjadi dengan jadwal yang bisa berubah-ubah,” jelasnya.

TRANSPORTASI WALI KOTA MENGGUNAKAN KENDARAN DINAS

Persiapan event kehormatan bagi Tarakan terus dilakukan, termasuk seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) Tarakan yang turut dilibatkan dalam hal ini, termasuk penyediaan transportasi bagi para wali kota se Indonesia.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Tarakan, Hamid Amren mengatakan tupoksi di bidang transportasi dan pengaturan parkir dan lalu lintas bersama Satlantas, di antaranya penyediaan kendaraan untuk semua wali kota yang hadir.

“Kami usahakan bisa dipenuhi untuk semua pemimpin daerah. Tetapi untuk rombongan dipenuhi dari masing-masing daerah,” katanya.

Transportasi untuk kepala daerah itu diprioritaskan menggunakan kendaraan dinas di semua instansi. Termasuk instansi vertikan yang ada di Tarakan seperti BUMN, dan DPRD sehingga dapat terpenuhi dengan berbagai cara.

Lebih lanjut Hamid menjelaskan, dalam pengaturan perparkiran nantinya sudah dipersiapkan termasuk petugas-petugasnya. Terutama saat tahapan acara welcome party di Taman Berkampung pada 24 Juli mendatang karena akan banyak tamu yang hadir.

“Pasti selain tamu dari luar daerah, pasti masyarakat juga ikut datang melihatnya,” ujarnya.

Berbeda dengan Rakernas yang akan dilaksanakan di Tarakan Plaza yang hanya dihadiri oleh Kepala daerah dan rombongan saja sehingga nantinya sudah diatur sedemikian rupa.

Dikatakannya, untuk pawai budaya yang akan berlangsung di Jalan Jendral Sudirman, Mulawarman dan khususnya Yos Sudarso juga telah disebarkan selebaran kepada masyarakat agar tidak melakukan parkir kendaraan di jalan saat pawai budaya. Pawai budaya nusantara yang berlangsung 25 Juli, diharapkan tidak memarkirkan kendaraan di bahu-bahu jalan.

“Karena itu akan ada dilaksanakan pawai budaya yang megah, yang diikuti kota-kota peserta Apeksi dengan pakaian adat masing-masing daerah,” ungkapnya.

Karena ditakutkan, jika ada yang melakukan parkir di setiap bahu jalan, akan menghambat jalannya pawai. Bahkan, masyarakat seluruh Tarakan akan menghadiri pawai nusantara dari setiap kota. Sehingga dipastikan akan sangat padat bukan hanya dari pesertanya saja tetapi juga dari masyarakat.

“Kami harapkan kerja sama masyarakat, ini pawai yang akan sangat besar. Pawai ini beranekaragam, dan animo masyarakat pasti lebih besar,” ujarnya.

Pihaknya juga sudah memberikan alternatif jalan lain jika masyarakat ingin lewat dengan kendaraannya. Yang terpenting juga yakni kendaraan besar yang sering melewati Jalan Yos Sudarso, pihaknya berharap agar saat melintasi jalan pada saat sebelum atau sesudah selesainya Pawai Nusantara.

Karena nantinya, ditakutkan kendaraan itu tidak akan bisa melewati dan menjadi penghalang pawai. Sehingga pihaknya juga sudah menyurati berbagai perusahaan dalam bidang tersebut. Dishub Tarakan pun sudah memperisapkan alternatif jalan lain, meski begitu tetap diharapkan tidak dilalui kendaraan besar saat berlangsungnya pawai.

“Kalau lewat nanti malah terjebak dan tidak dapat lewat. Jadi ada kerja sama yang baik untuk menyukseskan acara ini,” ujarnya.

Satu hal yang penting juga disampaikan Hamid Amren, yakni jembatan penyeberangan orang (JPO) yang baru saja dibangun di Tarakan diharapkan saat pameran budaya berlangsung agar masyarakat tidak menumpuk untuk mengambil foto di dalamnya. Karena diakuinya, JPO yang berada di Jalan Yos Sudarso itu dianggap menjadi tempat strategis untuk mengambil foto saat pawai berlangsung.

Karena kapasitasnya yang tidak dapat menampung banyak orang disaat yang bersamaan, pihaknya juga menempatkan petugas untuk mengawasi JPO. Sehingga masyarakat dapat lebih tertib dalam menyaksikan pawai Nusantara.

“Kalau hanya sekedar menyeberang, itu tidak apa-apa. Tetapi kalau singgah untuk mengambil foto, itu dilarang,” pungkasnya. (eru/*/naa/nri)

 

 

 

 

 


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 13:03

Cantik Instan Berbahaya

Memiliki wajah yang cerah, putih, halus, tanpa flek hitam dan…

Senin, 17 Desember 2018 13:00

Temukan Dua Kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi

Capaian imunisasi measles dan rubella (MR) di Tarakan belum cukup…

Senin, 17 Desember 2018 12:55

Mau BPJS Sehat, Naikkan Iuran!

TARAKAN - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai memikirkan rencana…

Senin, 17 Desember 2018 11:42

Ekspor Kepiting Dibuka, Pengusaha Harus Patuhi Aturan

TARAKAN - Terhitung 15 Desember tahun ini hingga 5 Febuari…

Senin, 17 Desember 2018 11:40

Ahli Sebut Terdakwa Lakukan Maladministrasi

TARAKAN – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan bahan ajar…

Senin, 17 Desember 2018 11:36

Jamin Hak Pilih hingga Hari H

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan telah melakukan pencatatan…

Senin, 17 Desember 2018 11:31

“Kesannya seperti Resmi”

TARAKAN - Belum adanya unit khusus yang menangani pengujian tera…

Senin, 17 Desember 2018 11:27

Tiada Hari Tanpa Baca Radar Tarakan

Ekspresi bahagia terlihat di wajah Candra Wijaya (54) dan istrinya…

Senin, 17 Desember 2018 10:48

DPT Kaltara Naik 12.445 Pemilih

TARAKAN – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019…

Senin, 17 Desember 2018 10:47

Ragam Pencapaian di HUT ke-21

TARAKAN - Kota Tarakan saat ini telah menginjak usia 21…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .