MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 19 Juli 2018 11:03
TKI di Wilayah Sabah Dinilai Tersiksa
TERSIKSA: Para TKI yang dipulangkan dari Malaysia telah merasakan masa tahanan di PTS Sabah, Malaysia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sebagai pahlawan devisa kerap kurang mendapatkan perlindungan selama bekerja di negeri jiran tersebut. Khususnya di kawasan Sabah. Diakibatkan jumlah TKI telah mencapai ribuan orang.

Ketua Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Pancasila Jiwaku (Panjiku), Mansyur Rincing mengatakan, TKI yang bekerja di Sabah sangat jarang mendapatkan perlindungan. Baik TKI yang memiliki dokumen berupa paspor maupun tidak. “Yang menyebabkan banyaknya TKI di Sabah ini akibat banyaknya calo TKI di Nunukan maupun di Sabah,” kata Mansyur Rincing.

Dia menceritakan, cara kerja calo TKI sangat sistematis. Bahkan cara rekrut Warga Negara Indonesia (WNI) dapat dilakukan dengan mudah untuk menjadi seorang TKI. Walaupun tanpa dokumen WNI tersebut dapat bekerja di perusahaan yang ada di Sabah.

WNI yang diamankan oleh aparat Malaysia pun sangat minim dari perusahaan perkebunan kelapa sawit. Mayoritas yang ditangkap adalah pekerja yang berada di pusat kota. Tanpa dilindungan oleh pihak perusahaan. “Di Sabah, TKI dijadikan sebagai bisnis. Untuk merekrut TKI pun dibayar oleh pihak perusahaan,” ujarnya.

Pekerja yang kerja di perusahaan kelapa sawit yang besar, dapat diperiksa tidak semua memiliki dokumen lengkap. Bagi yang memiliki dokumen mudah didapatkan, karena dapat dilakukan pembuatan paspor di Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia.

Menurutnya, TKI di Sabah terkadang tak diberlakukan manusiawi. Upah yang diberikan oleh pihak perusahaan terkadang tak sesuai dengan hasil kerja yang dilakukan. Bahkan jika dibandingkan, lebih mahal upah yang dibayarkan jika bekerja di perusahaan kelapa sawit di Indonesia. “Miris melihat kondisi TKI di Sabah. Seharusnya para TKI sudah mendapatkan perlindungan yang layak,” tuuturnya.

Salah seorang TKI yang sempat ditemui media ini, Pardi, mengatakan, upah yang diberikan oleh pihak perusahaan sebesar RM 1.200 dalam sebulan. Jika ditukar ke rupiah sebesar Rp 4 juta. Namun upah tersebut tak diterima utuh sebesar RM 1.200. “Dokumen paspor harus dibayar, uang penjamin juga pasti dibayar ditambah utang di toko. Jadi terkadang upah bersih yang dapat diterima dalam sebulan RM 600,” kata Pardi.

Menurutnya, upah RM 1.200 dapat dikatakan upah tertinggi jika bekerja sebagai buruh kelapa sawit. Terkadang masih ada yang lebih dibawa dari upah tersebut. Namun tetap dapat bertahan hidup di Sabah dan bekerja sebagai TKI. “Saya di Sandakan dalam satu perusahaan kelapa sawit itu, mayoritas TKI sangat minim didapat warga negara Malaysia,” ujarnya. (nal/ash)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 20:54

BREAKING NEWS! Pesawat Susi Air Tergelincir di Krayan

NUNUKAN – Pesawat Susi Air dengan nomor penerbangan SI 8342…

Senin, 17 Desember 2018 12:57

TEGAS..!! Dua Wilayah Outstanding Boundary Problem Milik NKRI

NUNUKAN –  Dua dari 5 titik sengketa sebagai wilayah perbatasan…

Senin, 17 Desember 2018 12:39

Kades Jangan Campuri Pemilu

NUNUKAN –  Proses pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, para…

Senin, 17 Desember 2018 12:37

BMI Harus Waspada Penculikan

NUNUKAN – Konsulat Republik Indonesia (KRI) mengeluarkan surat edaran kepada…

Senin, 17 Desember 2018 12:34

Warga Protes Dikenakan Pajak Restoran

NUNUKAN – Penolakan warga terhadap penarikan pajak restoran 10 persen…

Senin, 17 Desember 2018 11:43

Terjun dari Lantai Dua, Nyawa MS Tak Tertolong

NUNUKAN – Pria berinisial MS (25) nekat lompat dari lantai…

Senin, 17 Desember 2018 09:54

Bawaslu Mewaspadai Mobilisasi BMI

NUNUKAN –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan menegaskan akan melakukan pengawasan…

Senin, 17 Desember 2018 09:53

Polres Amankan 5 Kg Sabu

NUNUKAN – Hanya dalam sebulan terakhir, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim)…

Senin, 17 Desember 2018 09:52

Layanan Rute Nunukan-Tawau Belum Terealisasi

NUNUKAN - pemerintah untuk membuka jalur penyeberangan Nunukan-Tawau (Malaysia) di…

Senin, 17 Desember 2018 09:49

Harga Sembako Jelang Nataru Stabil

HARGA sembako menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) dipastikan stabil.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .