MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 19 Juli 2018 11:03
TKI di Wilayah Sabah Dinilai Tersiksa
TERSIKSA: Para TKI yang dipulangkan dari Malaysia telah merasakan masa tahanan di PTS Sabah, Malaysia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sebagai pahlawan devisa kerap kurang mendapatkan perlindungan selama bekerja di negeri jiran tersebut. Khususnya di kawasan Sabah. Diakibatkan jumlah TKI telah mencapai ribuan orang.

Ketua Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Pancasila Jiwaku (Panjiku), Mansyur Rincing mengatakan, TKI yang bekerja di Sabah sangat jarang mendapatkan perlindungan. Baik TKI yang memiliki dokumen berupa paspor maupun tidak. “Yang menyebabkan banyaknya TKI di Sabah ini akibat banyaknya calo TKI di Nunukan maupun di Sabah,” kata Mansyur Rincing.

Dia menceritakan, cara kerja calo TKI sangat sistematis. Bahkan cara rekrut Warga Negara Indonesia (WNI) dapat dilakukan dengan mudah untuk menjadi seorang TKI. Walaupun tanpa dokumen WNI tersebut dapat bekerja di perusahaan yang ada di Sabah.

WNI yang diamankan oleh aparat Malaysia pun sangat minim dari perusahaan perkebunan kelapa sawit. Mayoritas yang ditangkap adalah pekerja yang berada di pusat kota. Tanpa dilindungan oleh pihak perusahaan. “Di Sabah, TKI dijadikan sebagai bisnis. Untuk merekrut TKI pun dibayar oleh pihak perusahaan,” ujarnya.

Pekerja yang kerja di perusahaan kelapa sawit yang besar, dapat diperiksa tidak semua memiliki dokumen lengkap. Bagi yang memiliki dokumen mudah didapatkan, karena dapat dilakukan pembuatan paspor di Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia.

Menurutnya, TKI di Sabah terkadang tak diberlakukan manusiawi. Upah yang diberikan oleh pihak perusahaan terkadang tak sesuai dengan hasil kerja yang dilakukan. Bahkan jika dibandingkan, lebih mahal upah yang dibayarkan jika bekerja di perusahaan kelapa sawit di Indonesia. “Miris melihat kondisi TKI di Sabah. Seharusnya para TKI sudah mendapatkan perlindungan yang layak,” tuuturnya.

Salah seorang TKI yang sempat ditemui media ini, Pardi, mengatakan, upah yang diberikan oleh pihak perusahaan sebesar RM 1.200 dalam sebulan. Jika ditukar ke rupiah sebesar Rp 4 juta. Namun upah tersebut tak diterima utuh sebesar RM 1.200. “Dokumen paspor harus dibayar, uang penjamin juga pasti dibayar ditambah utang di toko. Jadi terkadang upah bersih yang dapat diterima dalam sebulan RM 600,” kata Pardi.

Menurutnya, upah RM 1.200 dapat dikatakan upah tertinggi jika bekerja sebagai buruh kelapa sawit. Terkadang masih ada yang lebih dibawa dari upah tersebut. Namun tetap dapat bertahan hidup di Sabah dan bekerja sebagai TKI. “Saya di Sandakan dalam satu perusahaan kelapa sawit itu, mayoritas TKI sangat minim didapat warga negara Malaysia,” ujarnya. (nal/ash)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 12:24

Setahun, Hasil Laut Lenyap Rp 1,4 T

NUNUKAN – Kekayaan alam Indonesia sudah sangat terkenal banyak di dunia. Termasuk hasil laut yang…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:21

Rumah di Pesisir Bisa Terima Sertifi kat HGB

NUNUKAN – program penerbitan sertifikat hak guna bangunan (HGB) oleh Badan Pertanahan Nasional…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:19

Selesai Jalan Masa Hukuman, 89 WNI Dideportasi

NUNUKAN – Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menjalani masa hukuman di Tawau, Malaysia telah…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:06

Jalur Tawau-Sebatik Kembali Dibahas

NUNUKAN – Pemerintah Sabah Malaysia telah menerima surat dukungan terhadap pembukaan kapal feri…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:05

PNS Bukan Pekerjaan Orang Manja

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, membuka dua formasi pendaftaran calon pegawai…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:29

Hanura Tertinggi, PAN-PSI Terendah

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, telah mengumumkan laporan awal dana kampanye (LADK),…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:17

Jamin Tak Ada Pelamar Titipan

 NUNUKAN – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:59

Nelayan Sebatik Dapat Bantuan Kapal dari Kementerian

NUNUKAN - Nelayan di wilayah Nunukan, khususnya Sebatik, mendapat bantuan 60 unit kapal penangkap ikan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:57

Nunukan Jadi Lokasi Penelitian Kemenhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) kembali menyambangi Kabupaten…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:55

Ancam Kurir Tembak di Tempat

NUNUKAN – Para kurir sabu, atau mereka yang baru mencoba menjadi kurir harus memikirkan kembali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .