MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 19 Juli 2018 11:03
TKI di Wilayah Sabah Dinilai Tersiksa
TERSIKSA: Para TKI yang dipulangkan dari Malaysia telah merasakan masa tahanan di PTS Sabah, Malaysia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sebagai pahlawan devisa kerap kurang mendapatkan perlindungan selama bekerja di negeri jiran tersebut. Khususnya di kawasan Sabah. Diakibatkan jumlah TKI telah mencapai ribuan orang.

Ketua Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Pancasila Jiwaku (Panjiku), Mansyur Rincing mengatakan, TKI yang bekerja di Sabah sangat jarang mendapatkan perlindungan. Baik TKI yang memiliki dokumen berupa paspor maupun tidak. “Yang menyebabkan banyaknya TKI di Sabah ini akibat banyaknya calo TKI di Nunukan maupun di Sabah,” kata Mansyur Rincing.

Dia menceritakan, cara kerja calo TKI sangat sistematis. Bahkan cara rekrut Warga Negara Indonesia (WNI) dapat dilakukan dengan mudah untuk menjadi seorang TKI. Walaupun tanpa dokumen WNI tersebut dapat bekerja di perusahaan yang ada di Sabah.

WNI yang diamankan oleh aparat Malaysia pun sangat minim dari perusahaan perkebunan kelapa sawit. Mayoritas yang ditangkap adalah pekerja yang berada di pusat kota. Tanpa dilindungan oleh pihak perusahaan. “Di Sabah, TKI dijadikan sebagai bisnis. Untuk merekrut TKI pun dibayar oleh pihak perusahaan,” ujarnya.

Pekerja yang kerja di perusahaan kelapa sawit yang besar, dapat diperiksa tidak semua memiliki dokumen lengkap. Bagi yang memiliki dokumen mudah didapatkan, karena dapat dilakukan pembuatan paspor di Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia.

Menurutnya, TKI di Sabah terkadang tak diberlakukan manusiawi. Upah yang diberikan oleh pihak perusahaan terkadang tak sesuai dengan hasil kerja yang dilakukan. Bahkan jika dibandingkan, lebih mahal upah yang dibayarkan jika bekerja di perusahaan kelapa sawit di Indonesia. “Miris melihat kondisi TKI di Sabah. Seharusnya para TKI sudah mendapatkan perlindungan yang layak,” tuuturnya.

Salah seorang TKI yang sempat ditemui media ini, Pardi, mengatakan, upah yang diberikan oleh pihak perusahaan sebesar RM 1.200 dalam sebulan. Jika ditukar ke rupiah sebesar Rp 4 juta. Namun upah tersebut tak diterima utuh sebesar RM 1.200. “Dokumen paspor harus dibayar, uang penjamin juga pasti dibayar ditambah utang di toko. Jadi terkadang upah bersih yang dapat diterima dalam sebulan RM 600,” kata Pardi.

Menurutnya, upah RM 1.200 dapat dikatakan upah tertinggi jika bekerja sebagai buruh kelapa sawit. Terkadang masih ada yang lebih dibawa dari upah tersebut. Namun tetap dapat bertahan hidup di Sabah dan bekerja sebagai TKI. “Saya di Sandakan dalam satu perusahaan kelapa sawit itu, mayoritas TKI sangat minim didapat warga negara Malaysia,” ujarnya. (nal/ash)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:43

Terlambat, Bupati Tegur ASN di Acara Musrenbang

NUNUKAN – Sikap dan tingkah laku aparatur sipil negara (ASN)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Data KPM Tak Menjadi Dasar Penyaluran LPG 3 Kg

NUNUKAN – Meskipun diklaim tak langka, keberadaan Liquefied Petroleum Gas…

Rabu, 20 Maret 2019 10:38

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis

NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum…

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…

Selasa, 19 Maret 2019 11:00

Minta Segera Lunasi Utang Petani

NUNUKAN – Harga tanda buah segar (TBS) kelapa sawit masih…

Selasa, 19 Maret 2019 10:44

Terkendala SDM, Banyak Warga Tak Membayar Retribusi

NUNUKAN – Pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Nunukan belum maksimal…

Selasa, 19 Maret 2019 10:43

Administrasi Nelayan Ribet Banget, Begini Reaksi Nelayan

NUNUKAN – Para nelayan di Sebatik mengeluhkan proses administrasi atau…

Senin, 18 Maret 2019 10:40

ADUHHH..!! Kualitas Gizi Anak 6-14 Tahun Rendah

NUNUKAN – Tahun 2019, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kembali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*