MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 19 Juli 2018 11:03
TKI di Wilayah Sabah Dinilai Tersiksa
TERSIKSA: Para TKI yang dipulangkan dari Malaysia telah merasakan masa tahanan di PTS Sabah, Malaysia. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Malaysia sebagai pahlawan devisa kerap kurang mendapatkan perlindungan selama bekerja di negeri jiran tersebut. Khususnya di kawasan Sabah. Diakibatkan jumlah TKI telah mencapai ribuan orang.

Ketua Lembaga Swadaya Masyrakat (LSM) Pancasila Jiwaku (Panjiku), Mansyur Rincing mengatakan, TKI yang bekerja di Sabah sangat jarang mendapatkan perlindungan. Baik TKI yang memiliki dokumen berupa paspor maupun tidak. “Yang menyebabkan banyaknya TKI di Sabah ini akibat banyaknya calo TKI di Nunukan maupun di Sabah,” kata Mansyur Rincing.

Dia menceritakan, cara kerja calo TKI sangat sistematis. Bahkan cara rekrut Warga Negara Indonesia (WNI) dapat dilakukan dengan mudah untuk menjadi seorang TKI. Walaupun tanpa dokumen WNI tersebut dapat bekerja di perusahaan yang ada di Sabah.

WNI yang diamankan oleh aparat Malaysia pun sangat minim dari perusahaan perkebunan kelapa sawit. Mayoritas yang ditangkap adalah pekerja yang berada di pusat kota. Tanpa dilindungan oleh pihak perusahaan. “Di Sabah, TKI dijadikan sebagai bisnis. Untuk merekrut TKI pun dibayar oleh pihak perusahaan,” ujarnya.

Pekerja yang kerja di perusahaan kelapa sawit yang besar, dapat diperiksa tidak semua memiliki dokumen lengkap. Bagi yang memiliki dokumen mudah didapatkan, karena dapat dilakukan pembuatan paspor di Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Malaysia.

Menurutnya, TKI di Sabah terkadang tak diberlakukan manusiawi. Upah yang diberikan oleh pihak perusahaan terkadang tak sesuai dengan hasil kerja yang dilakukan. Bahkan jika dibandingkan, lebih mahal upah yang dibayarkan jika bekerja di perusahaan kelapa sawit di Indonesia. “Miris melihat kondisi TKI di Sabah. Seharusnya para TKI sudah mendapatkan perlindungan yang layak,” tuuturnya.

Salah seorang TKI yang sempat ditemui media ini, Pardi, mengatakan, upah yang diberikan oleh pihak perusahaan sebesar RM 1.200 dalam sebulan. Jika ditukar ke rupiah sebesar Rp 4 juta. Namun upah tersebut tak diterima utuh sebesar RM 1.200. “Dokumen paspor harus dibayar, uang penjamin juga pasti dibayar ditambah utang di toko. Jadi terkadang upah bersih yang dapat diterima dalam sebulan RM 600,” kata Pardi.

Menurutnya, upah RM 1.200 dapat dikatakan upah tertinggi jika bekerja sebagai buruh kelapa sawit. Terkadang masih ada yang lebih dibawa dari upah tersebut. Namun tetap dapat bertahan hidup di Sabah dan bekerja sebagai TKI. “Saya di Sandakan dalam satu perusahaan kelapa sawit itu, mayoritas TKI sangat minim didapat warga negara Malaysia,” ujarnya. (nal/ash)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:22

Biaya Bervariasi, Tergantung Kebutuhan Caleg

NUNUKAN – Pertarungan pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, aroma pesta demokrasi mulai panas.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13

Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar

NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:10

Kasus Pungli Sebatik Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN – Setelah setahun dilakukan penyidikan, kasus dugaan pungli agen pelayaran di Sebatik…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:08

Pakai Listrik Ilegal, Bayar Rp 19,4 Juta

NUNUKAN – Operasi Penerbitan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:07

BAHAYA..!! Wabah Flu Burung Kembali Mengancam

NUNUKAN – Wabah flu burung kembali mengancam wilayah Sabah, Malaysia. Saat ini mulai diantisipasi…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:56

Penanganan Abrasi Tanggung Jawab Kemen PUPR

NUNUKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita mengaku telah menyampaikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:57

Cuaca di Tanah Suci Mencapai 44 Derajat

NUNUKAN - Cuaca panas yang terjadi di Tanah Suci saat ini mencapai 44 derajat selsius. Sehingga, jamaah…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

Menuju Lumbis Ogong, Perahu Karam

NUNUKAN – Rencana anggota legislator Nunukan yang ingin melakukan reses bersama masyarakat di…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:15

Andalkan Dana Bagi Hasil

NUNUKAN – Sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Nunukan dinilai masih minim. Untuk…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:10

Patroli Tuntaskan Blank Pos Area

NUNUKAN -  Sebanyak 450 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) bakal ditempatkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .