MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 Juli 2018 16:13
Selamatkan Diri, Lempar Anak Lewat Jendela

Uang Milik Hamriani Rp 30 Juta Hangus Jadi Debu

HANGUS: Kondisi rumah Hamriani (21) yang kini menjadi arang, tanpa menyisakan sedikit harta benda apapun. Rury Jamianto/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Apa pun pasti akan dilakukan seorang ibu saat mendapati buah hatinya dalam bahaya. Begitu juga yang dilakukan Hamriani (21) saat rumah tempat mereka tinggal di RT 10, Kelurahan Pantai Amal, terbakar.

Hamriani yang tinggal di rumah bertingkat bersama sang buah hati sempat terperangkap. Kobaran api semakin membesar, membuat seisi rumah terbakar.

Setelah mencoba untuk menyelamatkan diri, Hamriani langsung terpikir  menuju dapur dengan membuka jendela rumah. Tidak ada jalan lain lagi mereka harus keluar melalui jendela sebagai satu-satunya jalan.

Dibantu oleh tetangganya, yang siap menyambut sang anak di luar jendela. Hamriani langsung melempar anaknya yang berusia dua tahun dari ketinggian lima meter. Jika itu tidak dilakukan mereka bisa saja hangus terpanggang di dalam rumah.

Di saat Hamriani berusaha untuk menyelamatkan diri dengan sang buah hati, api terus membesar dan membuat masyarakat mencoba untuk memadamkan api dengan air seadanya.

Namun, lagi-lagi usaha yang dilakukan nihil, kurang lebih dua jam, api pun akhirnya menghanguskan seluruh isi rumah yang berukuran 14x9 meter dengan berfondasi kayu itu dengan cepat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini, rumah berlantai dua itu dihuni lima kepala keluarga dengan total 16 orang. Di lantai bawah Hamriani membentuk seperti rumah bangsal yang disewakan.

Salah satu saksi mata, sekaligus penyewa kontrakan Hamriani, mengaku menyaksikan langsung bagaimana proses ketika Hamriani, menyelamatkan anaknya itu dari amukan si jago merah.

“Api inikan sudah membesar. Nah, Bu Hamriani ini selamatkan anaknya itu melalui jendela dapur dengan cara dilempar ke bawah. Setelah itu, dia juga langsung loncat ke bawah,” ungkap Satriani.

Satriani yang baru mengetahui kebakaran itu sekira pukul 05.00 Wita, setelah mendengar teriakan Hamriani, yang berasal dari atas rumah kontarakannya itu.

“Tiba-tiba dengar suara api. Saya pun langsung membangunkan suami. Dan anak langsung saya gendong keluar rumah, karena api ternyata sudah membesar” ungkap Satriani.

Satriani juga mengatakan, saat ia berusaha keluar dari rumah kontrakannya itu, ia tidak sempat untuk menyelamatkan harta bendanya satupun. Baik itu berupa identitas diri maupun uang yang ada dilemari pakaiannya.

“Cuman baju dan barang-barang yang kami pakai saja kami bawa,” jelasnya.

Adapun barang lainnya yang tak sempat dibawa seperti uang yang did alam lemari dan barang elektronik lainnya.

“Kalau dikontrakan ini ada dua KK yang tinggal. Sementara di bawah rumah Bu Hamriani ini ada delapan pintu. Masing-masing berisikan satu KK. Tapi tidak semuanya berisi. Jadi kurang lebih ada enam KK lah keseluruhannya itu sudah sama bu Hamriani,” jelasnya.

PEMILIK RUMAH SYOK

SETELAH mencoba selamat dari amukan si jago merah. Hamriani dan anaknya Aisyah yang berusia dua tahun akhirnya berhasil diselamatkan dan langsung mendapatkan bantuan dari masyarakat sekitar.

Hamriani yang dibuat tegang dan sempat syok bahkan sempat mengalami pingsan. Lantaran melihat rumah yang ia bangun bersama sang suami sudah rata dengan tanah dan tanpa sisa.

“Karena dia ini kan tinggal sendiri sama anaknya, suaminya sedang pergi ke tambak. Jadi saat kebakaran dia sendiri juga yang selamatkan anaknya,” kata Muslimin, kakak ipar Hamriani.

Setelah mengetahui keadaan Hamriani, dia pun langsung dibawa ke rumah keluarganya yang berada di Kelurahan Kampung Empat, agar kondisi Hamriani bisa pulih.

“Sekira pukul 06.00 Wita ia sama anaknya langsung dibawa pergi. Karena kalau di sini (di lokasi kebakaran) dia akan syok,” jelasnya.

Dari kebakaran itu, menurut Muslimin, harta benda Hamriani tak ikut jadi abu. Bahkan, uang Rp 30 juta yang ia dapatkan dari jual rumput laut pun ludes terbakar.

“Uang itu dari jual rumput laut. Karena nantinya akan dibagi ke anggota-anggotanya yang bekerja. Tapi apa boleh buat semuanya habis terbakar dengan barang-barang lainnya,” bebernya.

Dengan kondisi Hamriani yang masih syok itu. Muslim pun kemudian langsung menghubungi suami Hamriani, yang saat ini masih  berada di dalam tambak.

“Sudah saya hubungi suaminya. Dari telepon itu suaminya sempat kaget dan menangis. Karena mengetahui rumahnya habis terbakar dengan semua harta bendanya,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Radar Tarakan sekira pukul 11.30 wita, Tim Inafis dari Polres Tarakan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan beberapa bukti. Untuk mengungkapkan apa penyebab kebakaran tersebut.

Terlihat beberapa petugas mengambil bukti seperti rice cooker, dan mencari beberapa kabel KWH serta bukti lainnya. (eru/nri)

Judsm: Selamatkan Diri, Lempar Anak dari Jendela

 

 

 


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 23:17
Haji 2018

Doa dari Makkah, Damai dalam Politik

TARAKAN — Para jamaah calon haji (JCH) asal Tarakan turut memperingati Hari Kemerdekaan di Makkah,…

Jumat, 17 Agustus 2018 23:13

Harga Ayam Diatur HET

TARAKAN - Harga sembilan bahan pokok (sembako) yang fluktuatif dari waktu ke waktu memicu sejumlah persoalan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:37

Alasan Aset Berpolemik, PAD Terjun

TARAKAN – Pencapaian target pendapatan asli daerah (PAD) yang dihimpun Badan Retribusi dan Pengelolaan…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:35

Kerajaan Ubur-Ubur Ada di Kaltara?

TARAKAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Utara (Kaltara) mengimbau kepada masyarakat…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:33

Siswa Kurang Mampu Malah di Swasta

TARAKAN - Sebanyak 24 anak yang tadinya ditolak sekolah negeri, menemui titik terang. Orang tua mereka…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:31

RSUD Diawasi Langsung Gubernur

TARAKAN- Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Irianto Lambrie mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:06

Peraih Rekor MURI Melintasi Pulau Sadau

TARAKAN – Peristwa bencana gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa waktu lalu, membuat…

Kamis, 16 Agustus 2018 10:55

Melalui Lomba, Harapkan Kesadaran Warga

Tarakan— Dalam rangka memperingati HUT RI ke-73, pada 17 Agustus mendatang beragam cara dilakukan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:53

Soal Ekspor Kepiting, Minta Menteri KKP Melunak

PERMINTAAN luar negeri tinggi akan kepiting. Harganya pun menjanjikan.  Komoditas kepiting Tarakan…

Rabu, 15 Agustus 2018 23:51

Wawali Arief di Simpang Jalan

TARAKAN - Tak terdaftar dalam daftar calon sementara (DCS) calon legislatif 2019, Khaeruddin Arief Hidayat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .