MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 Juli 2018 16:01
Soroti Kinerja Aparat

Menyoal Penutupan Jalur Ilegal

MINTA DITUTUP: Seluruh jalur ilegal yang ada di garis perbatasan Indonesia-Malaysia harus segera ditutup. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Selain menyoroti kondisi listrik di Kabupaten Nunukan, Aliansi Mahasiswa Pembela Rakyat (AMPERA) juga ikut menyoroti kondisi perbatasan yang sangat banyak pintu masuk, maupun keluar yang digunakan untuk jalur ilegal.

Penangungjawab Ampera Kabupaten Nunukan, Jumadi Arisal mengatakan, bahwa ada ketidakseriusan para instansi maupun aparat yang melakukan pengawasan pintu masuk, maupun keluar di garis batas negara.

“Ampera sempat melakukan diskusi bersama dengan instansi terkait, terkait jalur ilegal ini tanggungjawab siapa sebenarnya. Kenapa hingga saat ini, jalur ilegal masih marak digunakan,” kata Jumadil Arisal kepada media ini kemarin.

Menurutnya, dari hasil diskusi yang dilakukan bersama dengan beberapa instansi, telah memberikan sejumlah rekomendasi. Namun setelah dibaca dari rekomendasi yang disampaikan. Semua masih datar dan telah pernah dilakukan sebelumnya.

Lanjut dia, seharusnya lebih baik dipertegas, bahwa jalur ilegal harus ditutup. Karena jalur kerap digunakan dapat diketahui, walaupun disebutkan ada ribuan jalur ilegal di perbatasan ini. Namun perlu dicatat bahwa tidak semua dilalui untuk melakukan aktivitas.

“Seperti di Sebatik, jelas di mana barang masuk dan keluar. Karena ada dermaga yang disiapkan. Kenapa dermaga tersebut tidak ditutup saja. Sepertinya masih ada pembiaran,” tegasnya.

Dia membuktikan bahwa jalur ilegal masih terbuka lebar dan terjadi pembiaran, ketika dua tahun berturut terjadi kecelakaan laut di perairan Sebatik. Jika ingin dipertegas, kejadian Februari 2017 menjadi catatan penting bagi seluruh instansi terkait, bahwa praktek ilegal harus dihilangkan.

Dia menambahkan, kejadian kecelakaan 29 Juni, membuktikan bahwa jalur ilegal masih terbuka luas. Baik jalur untuk orang, maupun barang tak ada yang awasi. Jika tahun ini tak ditutup, tidak menutup kemungkinan kejadian yang sama akan terulang kembali.

“Kami butuh ketegasan, aktivitas ilegal di perbatasan harus ditindak tegas. Lebih baik dicegah sekarang, daripada hanya melakukan pembiaran,” tuturnya.

Sementara itu, Perwakilan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan, Nur Bintang mengatakan, untuk mengatasi jalur ilegal khusus untuk pelintasan manusia atau TKI, maka perlu ada kerja sama dari instansi terkait.

“Saya dari BP3TKI Nunukan sangat sepakat menolak jalur ilegal, terkait migrasi manusia. Begitu pula distribusi barang jika tanpa aturan,” kata Nur Bintang.

Menurtunya, Tanggungjawab pelintasan menggunakan jalur ilegal, perlu pengawasan yang lebih ketat dari semua instansi terkait. Serta dapat bersinergi dengan masyarakat. Pengawasan secara bersama sangat perlu dilakukan.

“Perlu ada pengawasan bersama, jika ingin memerangi praktek ilegal di Nunukan ini,” pesannya. (nal/nri)

 


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*