MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 Juli 2018 08:58
ANJING BIKIN RESAH..!! Satpol PP Terkendala Alat Tangkap

Anjing Liar Bebas Berkeliaran

TERKENDALA: Satpol PP Nunukan mengaku kesulitan untuk menangkap anjing liar yang dikeluhkan warga selama ini karena terkendala alat tangkap. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Keluhan masyarakat mengenai keberadaan anjing liar yang menggangu pengguna jalan tampaknya hanya sebatas keluhan tanpa tindakan nyata. Sebab, sampai saat ini, anjing-anjing liar yang masih berkeliaran di jalan umum.

Padahal, keresahan masyarakat ini lama. Bahkan, anggota Dewan Perwakilaran Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan juga sudah pernah menyampaikan. Kendati demikian, solusi dan tindakan belum juga terlihat.

“Kami tidak bisa berbuat banyak. Khususnya aksi penangkapannya. Karena, alat tangkap harganya mahal, Rp 500 ribu itu sekali pakai. Sementara anjing yang mau ditangkap banyak,” kata Kepala Bidang Perundangan-Undangan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan Yance Tambaru kepada media ini.

Ia mengatakan, kebutuhan dan kekurangan yang dimiliki personelnya telah disampaikan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan, selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang menangani persoalan binatang ternak dan liar yang berkeliaran di jalan umum ini. “Saya tidak benarkan anggota saya tangkap pakai tangan kosong. Risikonya tinggi. Apa lagi sampai digigit,” ujarnya.

Menurutnya, penembakan dapat saja dilakukan namun tentunya memelukan senjata api yang membunuh. Bukan sejata biasa atau senapang angin. Karena, efeknya hanya memberikan rasa sakit saja. Sehingga, jika digunakan maka hanya membuat anjing atau binatang liar itu tersiksa. “Kami sempat mengusulkan menggunakan sejata api milik TNI atau Polisi. Hanya saja, belum dapat dilakukan dengan beberapa pertimbangan penting,” akunya.

Yance mengungkapkan, laporan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nunukan dan Nunukan Selatan sudah diterimanya. Untuk Puskesmas Nunukan Selatan itu terakhir dilaporkan ada 16 korban mendapatkan perawatan akibat anjing liar. Baik yang terjatuh saat berkendaraan maupun yang tergigit. “Di Puskesmas Nunukan juga ada masuk. Ada belasan juga kasus yang terjadi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala DPKP Nunukan Cholid Mohammad mengatakan, alat yang dimaksud memang tak dimiliki. Jika dipaksakan, biasaya cukup besar. Sementara, anggaran yang dimiliki OPD-nya saat ini hanya untuk keperluan non fisik atau pengadaan. Makanya pihaknya kesulitan merealiasasikannya. “Semuanya sudah kami sampaikan dalam pertemuan beberapa waktu lalu. Kondisi keuangan menjadi kendala utama. Tidak ada alat tangkap dan akhirnya tindakan tidak maksimal,” bebernya saat dikonfirmasi.

Kendati demikian, lanjutnya, pihaknya bukan berarti berdiam diri tanpa memberikan solusi. Sebab, dalam penanganan persoalan anjing dan binatang peliharaan yang berkeliaran di jalan umum pihaknya langsung menyampaikan ke pemiliknya. “Kami selalu melakukan survei dan edukasi ke masyarakat juga,” ujarnya.

Cholid mengaku hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan sejumlah OPD yang terkait. Termasuk Satpol PP Nunukan. Khususnya mengenai penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5/2017 tentang ketertiban umum. “Saya sudah koordinasi dengan Satpol PP mengenai perda ketertiban umu. Khususnya untuk pasal 43 dan 44 mengenai penanganan hewan liar yang mengganggu ketertiban umum,” jelasnya. (oya/nri)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 12:24

Setahun, Hasil Laut Lenyap Rp 1,4 T

NUNUKAN – Kekayaan alam Indonesia sudah sangat terkenal banyak di dunia. Termasuk hasil laut yang…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:21

Rumah di Pesisir Bisa Terima Sertifi kat HGB

NUNUKAN – program penerbitan sertifikat hak guna bangunan (HGB) oleh Badan Pertanahan Nasional…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:19

Selesai Jalan Masa Hukuman, 89 WNI Dideportasi

NUNUKAN – Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menjalani masa hukuman di Tawau, Malaysia telah…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:06

Jalur Tawau-Sebatik Kembali Dibahas

NUNUKAN –Surat yang beredar di kalanganmasyarakatSebatikterkaitpembukaanjalurSebatik-Tawau, Malaysia.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:05

PNS Bukan Pekerjaan Orang Manja

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, membuka dua formasi pendaftaran calon pegawai…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:29

Hanura Tertinggi, PAN-PSI Terendah

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, telah mengumumkan laporan awal dana kampanye (LADK),…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:17

Jamin Tak Ada Pelamar Titipan

 NUNUKAN – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:59

Nelayan Sebatik Dapat Bantuan Kapal dari Kementerian

NUNUKAN - Nelayan di wilayah Nunukan, khususnya Sebatik, mendapat bantuan 60 unit kapal penangkap ikan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:57

Nunukan Jadi Lokasi Penelitian Kemenhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) kembali menyambangi Kabupaten…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:55

Ancam Kurir Tembak di Tempat

NUNUKAN – Para kurir sabu, atau mereka yang baru mencoba menjadi kurir harus memikirkan kembali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .