MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 16 Juli 2018 08:58
ANJING BIKIN RESAH..!! Satpol PP Terkendala Alat Tangkap

Anjing Liar Bebas Berkeliaran

TERKENDALA: Satpol PP Nunukan mengaku kesulitan untuk menangkap anjing liar yang dikeluhkan warga selama ini karena terkendala alat tangkap. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Keluhan masyarakat mengenai keberadaan anjing liar yang menggangu pengguna jalan tampaknya hanya sebatas keluhan tanpa tindakan nyata. Sebab, sampai saat ini, anjing-anjing liar yang masih berkeliaran di jalan umum.

Padahal, keresahan masyarakat ini lama. Bahkan, anggota Dewan Perwakilaran Rakyat Daerah (DPRD) Nunukan juga sudah pernah menyampaikan. Kendati demikian, solusi dan tindakan belum juga terlihat.

“Kami tidak bisa berbuat banyak. Khususnya aksi penangkapannya. Karena, alat tangkap harganya mahal, Rp 500 ribu itu sekali pakai. Sementara anjing yang mau ditangkap banyak,” kata Kepala Bidang Perundangan-Undangan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan Yance Tambaru kepada media ini.

Ia mengatakan, kebutuhan dan kekurangan yang dimiliki personelnya telah disampaikan ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Nunukan, selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang menangani persoalan binatang ternak dan liar yang berkeliaran di jalan umum ini. “Saya tidak benarkan anggota saya tangkap pakai tangan kosong. Risikonya tinggi. Apa lagi sampai digigit,” ujarnya.

Menurutnya, penembakan dapat saja dilakukan namun tentunya memelukan senjata api yang membunuh. Bukan sejata biasa atau senapang angin. Karena, efeknya hanya memberikan rasa sakit saja. Sehingga, jika digunakan maka hanya membuat anjing atau binatang liar itu tersiksa. “Kami sempat mengusulkan menggunakan sejata api milik TNI atau Polisi. Hanya saja, belum dapat dilakukan dengan beberapa pertimbangan penting,” akunya.

Yance mengungkapkan, laporan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Nunukan dan Nunukan Selatan sudah diterimanya. Untuk Puskesmas Nunukan Selatan itu terakhir dilaporkan ada 16 korban mendapatkan perawatan akibat anjing liar. Baik yang terjatuh saat berkendaraan maupun yang tergigit. “Di Puskesmas Nunukan juga ada masuk. Ada belasan juga kasus yang terjadi,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala DPKP Nunukan Cholid Mohammad mengatakan, alat yang dimaksud memang tak dimiliki. Jika dipaksakan, biasaya cukup besar. Sementara, anggaran yang dimiliki OPD-nya saat ini hanya untuk keperluan non fisik atau pengadaan. Makanya pihaknya kesulitan merealiasasikannya. “Semuanya sudah kami sampaikan dalam pertemuan beberapa waktu lalu. Kondisi keuangan menjadi kendala utama. Tidak ada alat tangkap dan akhirnya tindakan tidak maksimal,” bebernya saat dikonfirmasi.

Kendati demikian, lanjutnya, pihaknya bukan berarti berdiam diri tanpa memberikan solusi. Sebab, dalam penanganan persoalan anjing dan binatang peliharaan yang berkeliaran di jalan umum pihaknya langsung menyampaikan ke pemiliknya. “Kami selalu melakukan survei dan edukasi ke masyarakat juga,” ujarnya.

Cholid mengaku hingga saat ini pihaknya masih berkoordinasi dengan sejumlah OPD yang terkait. Termasuk Satpol PP Nunukan. Khususnya mengenai penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5/2017 tentang ketertiban umum. “Saya sudah koordinasi dengan Satpol PP mengenai perda ketertiban umu. Khususnya untuk pasal 43 dan 44 mengenai penanganan hewan liar yang mengganggu ketertiban umum,” jelasnya. (oya/nri)

 

 

 

loading...

BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:22

Biaya Bervariasi, Tergantung Kebutuhan Caleg

NUNUKAN – Pertarungan pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, aroma pesta demokrasi mulai panas.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13

Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar

NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:10

Kasus Pungli Sebatik Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN – Setelah setahun dilakukan penyidikan, kasus dugaan pungli agen pelayaran di Sebatik…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:08

Pakai Listrik Ilegal, Bayar Rp 19,4 Juta

NUNUKAN – Operasi Penerbitan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:07

BAHAYA..!! Wabah Flu Burung Kembali Mengancam

NUNUKAN – Wabah flu burung kembali mengancam wilayah Sabah, Malaysia. Saat ini mulai diantisipasi…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:56

Penanganan Abrasi Tanggung Jawab Kemen PUPR

NUNUKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita mengaku telah menyampaikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:57

Cuaca di Tanah Suci Mencapai 44 Derajat

NUNUKAN - Cuaca panas yang terjadi di Tanah Suci saat ini mencapai 44 derajat selsius. Sehingga, jamaah…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

Menuju Lumbis Ogong, Perahu Karam

NUNUKAN – Rencana anggota legislator Nunukan yang ingin melakukan reses bersama masyarakat di…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:26

Calo TKI Diduga Lindungi Tersangka

NUNUKAN – Kepolisian dan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:15

Andalkan Dana Bagi Hasil

NUNUKAN – Sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Nunukan dinilai masih minim. Untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .