MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 12 Juli 2018 12:07
Tawarkan Pengusaha Malaysia MoU

Kadin Pastikan Perdagangan Lintas Batas Dukung Tol Laut

ILUSTRASI. INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Tingginya kebutuhan produk Malaysia di Kabupaten Nunukan selaku wilayah perbatasan tak dapat dipungkiri. Sebab, selain jarak, harganya juga terbilang ramah di kantong warga. Hanya saja, proses masuknya ke Nunukan masih terbilang ilegal karena tanpa melalui pelabuhan resmi.

Setelah melalui pemantauan dan pengamatan di lapangan, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Nunukan akhirnya berani mengambil sebuah keputusan dan terhadap peristiwa yang telah lama terjadi tersebut. Salah satunya dengan menawarkan pengusaha Malaysia untuk bekerja sama secara resmi dengan membuat kesepakatan melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang dapat saling menguntungkan.

Kendati demikian, sebelum melakukannya, Kadin Nunukan telah beberapa kali menemui pihak konsulat RI dan membicarakan kebijakan pemerintahan Malaysia dalam hal jalur perdagangan tradisional yang telah terjalin puluhan tahun, khususnya antara Nunukan dan Tawau, Negara Bagian Sabah Malaysia. “Kadin berhasil memprosentasikan apa yang menjadi permasalahan di perbatasan ini dengan para pembesar Malaysia, saat ini hanya menunggu MoU dengan mereka,” ungkap Wakil Ketua Bidang Peningkatan SDM dan Pelatihan Kadin Kalimantan Utara (Kaltara), H. Aidil Hendrik, dalam jumpa pers terkait langkah Kadin dalam perannya membangun ekonomi di perbatasan, Senin (9/7) lalu.

Makanya, lanjutnya, dibentuk sebuah asosiasi Nunukan-Tawau Barter Trade dengan harapan ada perjanjian bisnis dengan keuntungan 60 banding 40. “Perjanjian ini juga tak bertentangan dengan program tol laut di kawasan perbatasan. Apalagi untuk mengatasi disparitas harga kebutuhan pokok di perbatasan,” ungkapnya.

Yang ada, lanjut Aidil, justru saling mendukung. Sebab, ketika produk dalam negeri berlimpah maka dapat dijual ke Malaysia karena adanya perjanjian perdagangan yang telah dilakukan. “Jadi, perlahan-lahan dapat bersaing dengan produk Malaysia,” yakinnya.

Diakui, adanya pelarangan kapal kayu Nunukan masuk ke Tawau sangat berpengaruh terhadap pemasukan pengusaha Malaysia. Sebab, pemasukan yang dialami merosok mencapai 70 persen. Pergerakan ekonomi di Tawau dapat meningkat atau menurun ternyata juga ditentukan dengan aktivitas pengusaha asal Nunukan. “Perekonomian di Tawau bergerak ketika warga Nunukan bebas beraktivitas seperti sebelum ada larangan. Makanya, alasan ini dianggap cukup kuat untuk mengadakan bergaining bisnis yang saling menguntungkan,” ujarnya. (oya/ash)


BACA JUGA

Kamis, 16 Agustus 2018 12:22

Biaya Bervariasi, Tergantung Kebutuhan Caleg

NUNUKAN – Pertarungan pemilihan umum (pemilu) 2019 mulai terasa, aroma pesta demokrasi mulai panas.…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:13

Swasembada Ayam, Pemerintah Tak Mampu Hentikan Pasokan Luar

NUNUKAN – Meskipun merasa telah swasembada ayam, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan ternyata…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:10

Kasus Pungli Sebatik Dilimpahkan ke Kejari

NUNUKAN – Setelah setahun dilakukan penyidikan, kasus dugaan pungli agen pelayaran di Sebatik…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:08

Pakai Listrik Ilegal, Bayar Rp 19,4 Juta

NUNUKAN – Operasi Penerbitan Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) PT Perusahaan Listrik Negara (PLN)…

Kamis, 16 Agustus 2018 11:07

BAHAYA..!! Wabah Flu Burung Kembali Mengancam

NUNUKAN – Wabah flu burung kembali mengancam wilayah Sabah, Malaysia. Saat ini mulai diantisipasi…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:56

Penanganan Abrasi Tanggung Jawab Kemen PUPR

NUNUKAN – Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Ari Yusnita mengaku telah menyampaikan…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:57

Cuaca di Tanah Suci Mencapai 44 Derajat

NUNUKAN - Cuaca panas yang terjadi di Tanah Suci saat ini mencapai 44 derajat selsius. Sehingga, jamaah…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:52

Menuju Lumbis Ogong, Perahu Karam

NUNUKAN – Rencana anggota legislator Nunukan yang ingin melakukan reses bersama masyarakat di…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:26

Calo TKI Diduga Lindungi Tersangka

NUNUKAN – Kepolisian dan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya…

Selasa, 14 Agustus 2018 16:15

Andalkan Dana Bagi Hasil

NUNUKAN – Sumbangsih pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Nunukan dinilai masih minim. Untuk…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .