MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 11 Juli 2018 12:23
ASTAGFIRULLAH..!! Baru Lahir, Bayi Itu Dibunuh

Dikubur Usai Magrib

BEBER KETERANGAN TERSANGKA: Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midhyawan memberikan keterangan terkait kasus pembunuhan bayi yang dilakukan perempuan berinisial M, Selasa (10/7). JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Setelah mendapatkan informasi bahwa adanya tindak pidana pembunuhan bayi baru lahir dari seorang pelapor, Polres Tarakan berhasil mengamankan seorang perempuan berinisial M (21) yang merupakan ibu yang membunuh bayinya ketika baru lahir pada 16 Maret lalu. Kapolres Tarakan AKBP Yudhistira Midhyawan mengatakan, ketika mendapatkan laporan dari seseorang yang mengetahui adanya tindakan pidana pembunuhan terhadap bayi berjenis kelami laki-laki tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan dan mengambil keterangan beberapa saksi.

“Dari keterangan beberapa saksi tersebut, mengarah ke M, setelah kami interogasi ternyata dia mengakui telah membunuh darah dagingnya sendiri,” tuturnya, Selasa (10/7).

Pria dengan melati dua di pundaknya ini mengungkapkan bahwa pelaku melahirkan bayinya sendirian, tanpa dibantu orang lain di rumah orang tuanya yang berada di Markoni, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah.

“Setelah melahirkan bayinya, pelaku langsung membekap bayinya sesaat setelah dilahirkan, akibat bekapannya bayi tersebut meninggal dunia,” bebernya.

Dari keterangan pelaku, dirinya membunuh bayinya karena motif takut diketahui orang tuanya karena melahirkan bayi sebelum menikah, selain itu hal lain yang mendasari perempuan yang bekerja di salah satu toko di Kota Tarakan tersebut nekat membunuh darah dagingnya tidak lain malu pada orang yang ada di sekitar rumahnya karena memiliki bayi tanpa suami. “Setelah mengetahui bayinya sudah meninggal dunia, pelaku langsung memanggil kakaknya dan memberitahukan bahwa melahirkan bayi namun meninggal saat dilahirkan,” tuturnya.

Kakak pelaku yang sebelumnya mengetahui bahwa adiknya mengandung bayi seseorang tersebut, lantas membantu adiknya menguburkan bayinya dengan dibantu seorang teman kakaknya. “Jadi kakaknya ini tidak tahu kalau bayi yang dilahirkan tersebut dibunuh terlebih dahulu oleh adiknya, bayi tersebut dibawa ketiganya yakni pelaku M, kakak M dan teman kakaknya mendatangi seorang penggali kuburan di Kelurahan Selumit untuk menguburkan bayi malang tersebut,” ungkapnya.

Diketahui waktu penguburan bayi tersebut dilakukan pada malam hari, usai salat magrib di area pemakaman Kelurahan Selumit Pantai. Saat dilakukan penggalian kuburan bayi malang tersebut pada Senin (10/7) oleh kepolisian, tubuh bayi malang tersebut sudah menjadi tulang belulang dan kini masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan. “Terkait pria yang menghamili pelaku, kami sudah mengantongi namanya, inisialnya C saat ini sudah dilakukan pengejaran, kendala yang dihadapi untuk mendapatkan pasangan pelaku adalah tidak adanya foto wajah dan tidak adanya alamat yang jelas, pelaku hanya mengetahui wajah dan namanya saja,” bebernya.

Berdasarkan pengakuan pelaku, dirinya mengenal pria yang menghamilinya melalui short message service (SMS), setelah merasa cocok keduanya lantas menjalin kasih dan beberapa kali melakukan hubungan suami istri hingga pelaku hamil. “Keduanya ini melakukan hubungan suami istri beberapa kali di rumah orang tua pelaku yang ada di Markoni, Kelurahan Pamusian, Tarakan Tengah hal tersebut dilakukan ketika orang tua pelaku sedang pergi bekerja,”ujarnya.

Sejauh ini pihaknya sudah mengamankan beberapa barang bukti, di antaranya kain lap yang digunakan untuk membersihkan bekas usai melahirkan, gunting yang digunakan untuk memotong tali pusar bayi dan tas gendong bayi yang digunakan untuk membawa bayi ke lokasi penguburan di Kelurahan Selumit. “Terkait apakah ada tersangka lain dalam kasus ini, perlu dikaji lagi keterlibatan beberapa saksi,” tuturnya.

Dirinya mengungkapkan pelaku dikenakan Pasal 338 KUHP atau Pasal 80 Ayat 3 dan Ayat 4  jo Pasal 76c Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. “Ancamannya maksimal 15 tahun,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi yang diterima pewarta, seorang pria yang diduga merupakan ayah kandung dari bayi tersebut juga telah diamankan di Polres Tarakan. (jnr/lim)

Baru Lahir, Bayi Dibunuh


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 13:29

Masih Pada Tahan ‘Napas’

Usai pemilihan umum (pemilu) presiden dan anggota legislatif serentak pada…

Senin, 20 Mei 2019 13:28

Masjid Daarussa’aadah, Konstruksi Mirip Rumah Adat

Ragam ciri masjid di Kota Tarakan. Tak hanya bergaya Timur…

Senin, 20 Mei 2019 13:25

Empat Periode Berkat Doa Mustajab Seorang Ibu

Menjabat empat periode sebagai salah seorang wakil rakyat, tak semua…

Senin, 20 Mei 2019 12:55

Sopir Minibus Terbakar Belum Datangi Polisi

TARAKAN-Perkara terbakarnya satu minibus berwarna hitam di Jalan Kusuma Bangsa…

Senin, 20 Mei 2019 12:52

Minim Penyiringan Tanah, Timbunan Terbawa Air

TARAKAN -  Beberapa item pembangunan di lingkungan RT 59, Kelurahan…

Senin, 20 Mei 2019 11:35

Partai Kecil Wait and See

TARAKAN – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) merupakan satu dari tiga…

Senin, 20 Mei 2019 11:34

Penyelesaian Cinema XXI Sudah 85 Persen

TARAKAN – Dari luar gedung Grand Tarakan Mall (GTM) terlihat…

Senin, 20 Mei 2019 11:33

Jelang Mudik, Penambahan Kapasitas 76 Persen

TARAKAN – Menghadapi lonjakan penumpang, khususnya perantauan  yang ingin pulang…

Senin, 20 Mei 2019 11:32

Masjid Fastabiqul Khairat Dibangun dari Donasi Warga Tionghoa

Masjid Fastabiqul Khairat merupakan salah satu masjid terbesar Kelurahan Lingkas…

Senin, 20 Mei 2019 11:30

Effendhi: Lewat Doa, Mereka Rindu Orang Tua

Berkumpul dan berbuka bersama keluarga di Bulan Ramadan merupakan sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*