MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 09 Juli 2018 12:10
Jalur Ilegal Terbuka Lebar
BEBAS: Aktivitas dermaga Desa Bambangan masih ramai digunakan para TKI yang ingin bekerja di Sabah, Malaysia. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pasca terjadi kecelakaan di perairan Sebatik, Jumat (29/6) lalu yang diduga merupakan korban mayoritas adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI).  Kejadian tersebut, tidak membuat para TKI tidak takut menggunakan jalur Sebatik-Tawau ilegal.

Dari pantauan media ini di dermaga Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat dan dermaga Aji Kuning, Kecematan Sebatik Tengah. Aktivitas penyeberangan yang dilakukan TKI masih terlihat ramai.

Bahkan tanpa ada pengawasan yang dilakukan dari pihak berwajib.

Salah seorang TKI yang ingin berangkat dari Tawau, Malaysia, Justang mengaku baru saja datang dari Sulawesi Selatan menggunakan Kapat Motor (KM) Cateliya. 

Dia ingin kembali ke Tawau, Malaysia karena telah berakhir masa cuti yang telah diberikan pihak perusahaan di Sabah, Malaysia.

“Kami sekeluarga baru dari pulang kamping, sekarang ingin kembali kerja lagi di Lahad Datu, Malaysia,” kata Justang kepada media ini.

Ia memilih menggunakan jalur Sebatik-Tawau, karena sebelumnya telah menggunakan jalur yang sama. Karena ingin menggunakan jalur resmi, namun paspor yang digunakan tak pernah dicap keluar di Imigrasi, Tawau, Malaysia.

Menurutnya, sekira 10 orang yang ingin berangkat ke Tawau, Malaysia ada tiga orang yang memiliki paspor. Namun saat kembali tidak dicap keluar, karena paspor tersebut masih jaminan dari perusahaan tempat bekerja. Sehingga tak dapat dicap keluar.

“Ada teman yang baru ingin bekerja di Malaysia, belum memiliki dokumen,” ujarnya.

Ditanya apakah menyeberang ke Tawau, Malaysia ada yang membantu, ia mengaku bahwa ada pengurus yang menyiapkan semua kenderaan, termasuk perahu yang digunakan dari Nunukan ke Sebatik. Sisa menyiapkan biaya transportasi.

Lebih lanjut dia menceritakan, pembayaran yang dikeluarkan untuk penyeberangan dari Sebatik ke Tawau, Malaysia bervariasi. Jika tak memiliki dokumen dikenakan biaya tinggi terkadang Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Sedangkan bagi yang telah memiliki dokumen terkadang diminta Rp 1 juta.

“Soal biaya kami tidak terlalu pikirkan, yang utama adalah bagaimana bisa kembali ke Malaysia dan bekerja kembali,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pos Imigrasi Sebatik, Muhammad Anas sebelumnya telah menyampaikan, bahwa aktivitas ilegal di Sebatik khusus untuk TKI dilakukan ketika ada kapal tiba di Pelabuhan Tunon Taka. Penyeberangan Sebatik-Tawau tak mengenal waktu.

“Jika ada kapal pelni atau kapal swasta tiba, pasti banyak lagi TKI yang menggunakan jalur ilegal di Sebatik,” singkat Muhammad Anas.

Terpisah, Kepala KRI Tawau, Malaysia, Sulistijo Djati Ismojo, melalui Kepala Fungsi Sosial dan Budaya, KRI Tawau, Firma Agustina telah menyampaikan, para WNI yang berada di Sabah, Malaysia, untuk tidak melakukan penyeberangan menggunakan speedboat dengan jalur ilegal.

“Jalur ilegal Sebatik-Tawau masih terbuka luas, sehingga para WNI mengambil kesempatan untuk menggunakan jalur tersebut,” kata Firma Agustina.

TKI dengan menggunakan jalur ilegal, marak dan rutin ditemukan, karena masih banyak WNI di Sabah Malaysia, yang tidak memiliki dokumen izin tinggal. Selain itu, hingga saat ini belum ada peraturan dan kebijakan pemerintah Malaysia yang dapat membantu para PMI yang bekerja sebagai buruh untuk mengurus izin tinggal yang sah. (nal/nri)

 


BACA JUGA

Kamis, 20 September 2018 13:04

Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung,…

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…

Kamis, 20 September 2018 12:20

Pencarian Ditutup, Rini Azhara Belum Ditemukan

NUNUKAN – Tim SAR gabungan belum juga menemukan sosok Rini Azhara (7) yang hilang di pasar malam…

Kamis, 20 September 2018 12:17

Pilpres dan Pileg Dipastikan Tidak Saling Menganggu

NUNUKAN – Tim sukses untuk pemilihan presiden (pilpres) tak hanya heboh di tingkat nasional. Di…

Kamis, 20 September 2018 12:16

Satpol PP Akui Sulit Tangani Anjing Liar di Jalan Umum

NUNUKAN – Korban keberadaan anjing liar di Nunukan, baik kecelakaan lalu lintas maupun digigit…

Rabu, 19 September 2018 11:16

Tunggu Kepastian Penggunaan Jalan

NUNUKAN – Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan masih kesulitan dalam mengatur para pedagang ikan…

Rabu, 19 September 2018 11:13

Rini Azhara Diduga Diculik?

NUNUKAN – Kehilangan Rini Azhara (7) memasuki hari ketujuh sejak Rabu (12/9). Hingga kemarin pun…

Rabu, 19 September 2018 11:07

Produk Malaysia Memelihara Rantai Ekonomi

NUNUKAN – Sembilan bahan pokok (sembako) yang lebih mudah didapatkan dari Tawau, Malaysia membuat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .