MANAGED BY:
SABTU
19 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 09 Juli 2018 12:10
Jalur Ilegal Terbuka Lebar
BEBAS: Aktivitas dermaga Desa Bambangan masih ramai digunakan para TKI yang ingin bekerja di Sabah, Malaysia. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pasca terjadi kecelakaan di perairan Sebatik, Jumat (29/6) lalu yang diduga merupakan korban mayoritas adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI).  Kejadian tersebut, tidak membuat para TKI tidak takut menggunakan jalur Sebatik-Tawau ilegal.

Dari pantauan media ini di dermaga Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik Barat dan dermaga Aji Kuning, Kecematan Sebatik Tengah. Aktivitas penyeberangan yang dilakukan TKI masih terlihat ramai.

Bahkan tanpa ada pengawasan yang dilakukan dari pihak berwajib.

Salah seorang TKI yang ingin berangkat dari Tawau, Malaysia, Justang mengaku baru saja datang dari Sulawesi Selatan menggunakan Kapat Motor (KM) Cateliya. 

Dia ingin kembali ke Tawau, Malaysia karena telah berakhir masa cuti yang telah diberikan pihak perusahaan di Sabah, Malaysia.

“Kami sekeluarga baru dari pulang kamping, sekarang ingin kembali kerja lagi di Lahad Datu, Malaysia,” kata Justang kepada media ini.

Ia memilih menggunakan jalur Sebatik-Tawau, karena sebelumnya telah menggunakan jalur yang sama. Karena ingin menggunakan jalur resmi, namun paspor yang digunakan tak pernah dicap keluar di Imigrasi, Tawau, Malaysia.

Menurutnya, sekira 10 orang yang ingin berangkat ke Tawau, Malaysia ada tiga orang yang memiliki paspor. Namun saat kembali tidak dicap keluar, karena paspor tersebut masih jaminan dari perusahaan tempat bekerja. Sehingga tak dapat dicap keluar.

“Ada teman yang baru ingin bekerja di Malaysia, belum memiliki dokumen,” ujarnya.

Ditanya apakah menyeberang ke Tawau, Malaysia ada yang membantu, ia mengaku bahwa ada pengurus yang menyiapkan semua kenderaan, termasuk perahu yang digunakan dari Nunukan ke Sebatik. Sisa menyiapkan biaya transportasi.

Lebih lanjut dia menceritakan, pembayaran yang dikeluarkan untuk penyeberangan dari Sebatik ke Tawau, Malaysia bervariasi. Jika tak memiliki dokumen dikenakan biaya tinggi terkadang Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta. Sedangkan bagi yang telah memiliki dokumen terkadang diminta Rp 1 juta.

“Soal biaya kami tidak terlalu pikirkan, yang utama adalah bagaimana bisa kembali ke Malaysia dan bekerja kembali,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pos Imigrasi Sebatik, Muhammad Anas sebelumnya telah menyampaikan, bahwa aktivitas ilegal di Sebatik khusus untuk TKI dilakukan ketika ada kapal tiba di Pelabuhan Tunon Taka. Penyeberangan Sebatik-Tawau tak mengenal waktu.

“Jika ada kapal pelni atau kapal swasta tiba, pasti banyak lagi TKI yang menggunakan jalur ilegal di Sebatik,” singkat Muhammad Anas.

Terpisah, Kepala KRI Tawau, Malaysia, Sulistijo Djati Ismojo, melalui Kepala Fungsi Sosial dan Budaya, KRI Tawau, Firma Agustina telah menyampaikan, para WNI yang berada di Sabah, Malaysia, untuk tidak melakukan penyeberangan menggunakan speedboat dengan jalur ilegal.

“Jalur ilegal Sebatik-Tawau masih terbuka luas, sehingga para WNI mengambil kesempatan untuk menggunakan jalur tersebut,” kata Firma Agustina.

TKI dengan menggunakan jalur ilegal, marak dan rutin ditemukan, karena masih banyak WNI di Sabah Malaysia, yang tidak memiliki dokumen izin tinggal. Selain itu, hingga saat ini belum ada peraturan dan kebijakan pemerintah Malaysia yang dapat membantu para PMI yang bekerja sebagai buruh untuk mengurus izin tinggal yang sah. (nal/nri)

 


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:56

Perdana, 63 Ton Menuju Korea Selatan

NUNUKAN – Budidaya rumput laut yang menjadi unggulan masyarakat Nunukan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:55

Dua WNI Dapat Tindakan Kekerasan

NUNUKAN – Dua WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia, mendapatkan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:54

WNI Dipulangkan Dari Kota Kinabalu

NUNUKAN – Sebanyak 150 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 11:53

Pilkades Batal Dilaksanakan

NUNUKAN – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Kades) terpaksa ditunda setelah…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

Usulkan Rp 134 Miliar untuk Pembangunan Bandara Krayan

NUNUKAN – Sejumlah Bandar Udara (Bandara) perintis di Krayan bakal…

Jumat, 18 Januari 2019 09:38

Jalan Poros Sebatik Bisa Dilewati Kembali

NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…

Jumat, 18 Januari 2019 09:36

Perlu Pertimbangan Tak Terima Guru Honorer

NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah…

Rabu, 16 Januari 2019 12:01

PLBN Butuh Lahan Tujuh Hektare

NUNUKAN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan dibangun di…

Rabu, 16 Januari 2019 11:59

DPUPRPKP Bertahap Lakukan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Jalan menuju Pantai Wisata Kayu Angin, Desa Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 11:58

Februari, Gedung Lama Puskesmas Nunukan Tutup

NUNUKAN – Akibat situasi dan kondisi yang tidak memadai lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*