MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 05 Juli 2018 11:39
Temui Terduga WNI, KRI Masih Verifikasi
ILUSTRASI. INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pihak Konsulat Republi Indonesia (KRI) Tawau, akhirnya diberikan akses oleh pihak Malaysia untuk menemui 18 orang yang diduga Warga Negera Indonesia (WNI) ilegal yang diamankan Pasukan Polis Marin (PPM) Malaysia, Jumat (29/6) lalu.

Meski dapat akses, KRI belum bisa memastikan sepenuhnya apakah 18 orang tersebut benar WNI. Sebab, pihaknya masih melakukan verifikasi. Itu diungkapkan Humas Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Firma yang dikonfirmasi media ini.

Firma mengatakan, saat ini pihaknya masih memproses kebenarannya apakah ke-18 orang tersebut benar-benar WNI. “Ya, penentuan WNI bukan hanya sekedar bertemu saja, bisa saja orang Filipina tapi mengaku Indonesia. Untuk itu diproses dahulu seperti mengecek ke keluarga yang ada dan memeriksa dokumen yang mereka bawa,” ungkap Firma.

Dari 18 orang terduga WNI tersebut, diakui Firma sebagian memiliki dokumen kependudukan asal Indonesia. Namun, dirinya belum bisa menyampaikan secara detail lantaran masih dalam penyelidikan. Firma berjanji akan menginformasi kembali jika proses pemeriksaan telah selesai dilakukan. “Berikan kami waktu memperosesnya terlebih dahulu. Jika selesai, nanti akan kami informasi kembali,” beber Firma.

Sebelumnya, 18 diduga WNI tersebut diamankan di salah satu rumah di Batu 4, Tawau, Malaysia. Seluruhnya memang tidak memiliki dokumen resmi bahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Awalnya PPM Malaysia curiga dengan pergerakan mereka sebelumnya di mana ada speedboat dari arah Sei Nyamuk, menuju ke arah Tawau.

Ironisnya lagi, pada saat akan ditahan, speedboat mencoba mnelarikan diri ke arah daratan di Batu 4, Jalan Apas, Tawau, Malaysia. Pada akhirnya speedboat berhasil dihentikan PPM Malaysia. PPM Malaysia akhirnya mendata 18 diduga WNI tersebut terdiri dari tiga lelaki dewasa, delapan perempuan dewasa dan tujuh orang anak.  (raw/ash)


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 12:24

Setahun, Hasil Laut Lenyap Rp 1,4 T

NUNUKAN – Kekayaan alam Indonesia sudah sangat terkenal banyak di dunia. Termasuk hasil laut yang…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:21

Rumah di Pesisir Bisa Terima Sertifi kat HGB

NUNUKAN – program penerbitan sertifikat hak guna bangunan (HGB) oleh Badan Pertanahan Nasional…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:06

Jalur Tawau-Sebatik Kembali Dibahas

NUNUKAN –Surat yang beredar di kalanganmasyarakatSebatikterkaitpembukaanjalurSebatik-Tawau, Malaysia.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:05

PNS Bukan Pekerjaan Orang Manja

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, membuka dua formasi pendaftaran calon pegawai…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:29

Hanura Tertinggi, PAN-PSI Terendah

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, telah mengumumkan laporan awal dana kampanye (LADK),…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:17

Jamin Tak Ada Pelamar Titipan

 NUNUKAN – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:59

Nelayan Sebatik Dapat Bantuan Kapal dari Kementerian

NUNUKAN - Nelayan di wilayah Nunukan, khususnya Sebatik, mendapat bantuan 60 unit kapal penangkap ikan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:57

Nunukan Jadi Lokasi Penelitian Kemenhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) kembali menyambangi Kabupaten…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:55

Ancam Kurir Tembak di Tempat

NUNUKAN – Para kurir sabu, atau mereka yang baru mencoba menjadi kurir harus memikirkan kembali…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:18

Korban Minta Polisi Tidak Berlarut-larut

NUNUKAN – Orang tua murid di salah satu sekolah menengah pertama (SMP) di Nunukan meminta polisi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .