MANAGED BY:
SENIN
17 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 05 Juli 2018 11:39
Temui Terduga WNI, KRI Masih Verifikasi
ILUSTRASI. INT

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pihak Konsulat Republi Indonesia (KRI) Tawau, akhirnya diberikan akses oleh pihak Malaysia untuk menemui 18 orang yang diduga Warga Negera Indonesia (WNI) ilegal yang diamankan Pasukan Polis Marin (PPM) Malaysia, Jumat (29/6) lalu.

Meski dapat akses, KRI belum bisa memastikan sepenuhnya apakah 18 orang tersebut benar WNI. Sebab, pihaknya masih melakukan verifikasi. Itu diungkapkan Humas Konsulat Republik Indonesia (KRI) Tawau, Firma yang dikonfirmasi media ini.

Firma mengatakan, saat ini pihaknya masih memproses kebenarannya apakah ke-18 orang tersebut benar-benar WNI. “Ya, penentuan WNI bukan hanya sekedar bertemu saja, bisa saja orang Filipina tapi mengaku Indonesia. Untuk itu diproses dahulu seperti mengecek ke keluarga yang ada dan memeriksa dokumen yang mereka bawa,” ungkap Firma.

Dari 18 orang terduga WNI tersebut, diakui Firma sebagian memiliki dokumen kependudukan asal Indonesia. Namun, dirinya belum bisa menyampaikan secara detail lantaran masih dalam penyelidikan. Firma berjanji akan menginformasi kembali jika proses pemeriksaan telah selesai dilakukan. “Berikan kami waktu memperosesnya terlebih dahulu. Jika selesai, nanti akan kami informasi kembali,” beber Firma.

Sebelumnya, 18 diduga WNI tersebut diamankan di salah satu rumah di Batu 4, Tawau, Malaysia. Seluruhnya memang tidak memiliki dokumen resmi bahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Awalnya PPM Malaysia curiga dengan pergerakan mereka sebelumnya di mana ada speedboat dari arah Sei Nyamuk, menuju ke arah Tawau.

Ironisnya lagi, pada saat akan ditahan, speedboat mencoba mnelarikan diri ke arah daratan di Batu 4, Jalan Apas, Tawau, Malaysia. Pada akhirnya speedboat berhasil dihentikan PPM Malaysia. PPM Malaysia akhirnya mendata 18 diduga WNI tersebut terdiri dari tiga lelaki dewasa, delapan perempuan dewasa dan tujuh orang anak.  (raw/ash)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*