MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA
Kamis, 28 Juni 2018 14:26
Angka Kematian Ibu Hamil dan Bayi Lahir Menurun
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, MALINAU – Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan keluarga Berencana (DKPPKB) Malinau, dr. John Felix Rudupadang M.P.H. mengatakan keberadaan para bidan tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena mereka berjuang untuk kelangsungan ibu melahirkan dan bayi yang dilahirkan. Disamping itu juga berjuang untuk dirinya sendiri dan keluarganya.

“Kita harus memahami keberadaan mereka,” kata John saat ditemui di kantor Bupati Malinau, Senin (25/6) lalu.

John Felix tidak menampik bahwa keberadaan bidan terutama di daerah pedalaman dan perbatasan sangat membantu pemerintah daerah. Bahkan setiap tahunnya dalam penanganan ibu hamil dan anak melahirkan semakin baik. Hal ini tidak terlepas dari peran aktif para bidan. “Terbukti setiap tahun angka kematian ibu hamil dan bayi yang lahir semakin menurun,” ujar John Felix.

Oleh sebab itu, dirinya pun sangat berterima kasih kepada para bidan-bidan Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun tenaga kontrak yang telah turut serta dalam pembangunan kesehatan terutama di pedesaan. “Atas keberadaan mereka, Kami sangat berterima kasih sekali,” ujarnya.

Namun, ada satu hal yang menjadi tantangan terbesar bagi seluruh bidan yang ada di Malinau ke depannya yakni tentang regenerasi setelah lima tahun. Artinya, selama lima tahun mereka juga membutuhkan nilai untuk bisa tergistrasi ulang lagi.  Agar tergistrasi ulang, mereka juga kembali diberikan keterampilan dan pengatahuan terhadap aspek keilmuannya lagi.

“Sehingga, tidak saja di aspek pelayanan dan pengabdian di masyarakat saja. Tetapi, kemampuan keterampilan dan keilmuan mereka juga harus terus diasah. Paling tidak, diberikan pelatihan dan seminar-seminar, terutama di daerah pedalaman dan perbatasan,” ungkapnya.

Sementara bidan-bidan yang tinggal di perkotaan, menurut John, tidak menjadi persoalan. Karena akses mereka mudah terjangkau baik ke Tarakan, ibu kota provinsi maupun daerah lainnya. Terutama lagi tentang transportasi tentu mereka bisa mengikuti. Sedangkan di daerah pedalaman dan perbatasan, diakuinya, tentu akan menjadi beban bagi para bidan tersebut. Apalagi saat ini juga pemerintah daerah belum begitu banyak membantu dikarenakan kondisi kuangan daerah yang belum membaik. Sehingga, belum bisa mensuport dengan baik. “Tapi mereka bisa bijak menggunakan apa yang telah diberikan pemerintah daerah melalui tunjangan untuk kepentingan mereka juga. Saya kira, tidak terlalu menjadi beban nanti,” tuturnya.

Oleh karena itu, John Felix berharap peran Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Malinau juga cukup proaktif terhadap anggotanya. Karena mereka juga sering memfasilitasi para bidan ini dengan mengadakan pelatihan dan sebagainya. Proaktifnya IBI Cabang Malinau juga dapat membantu para bidan yang ada di daerah pedalaman dan perbatasan. Terutama ketika mereka ingin memperpanjang kembali surat izin praktiknya.

“Meski dari segi transportasi cukup besar, tapi mereka juga harus memperpanjang surat izin praktek. Jadi mau tidak mau juga.  Ke depan, kondisi keuangan daerah nantinya bisa stabil sehingga para bidan yang berada di daerah pedalaman dan perbatasan akan terbantu. Paling tidak pemerintah daerah juga bisa berkontribusi untuk mengurangi beban kinerja para bidan ini,” tukasnya. (ida/fly)


BACA JUGA

Jumat, 14 September 2018 10:52

Harapkan Bantuan Semenisasi Jalan

Tarakan— Kondisi jalan yang berlubang dan rusak tentu mengganggu mobilitas warga yang melewatinya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .