MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 23 Juni 2018 12:47
Perlu Pola Khusus Membina Masyarakat
MINIM KESADARAN: Tampak pengendara sepeda motor tidak menggunakan helm sebagai pelindung kepalanya yang menjadi atensi Ditlantas Polda Kaltara. RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltara akui memiliki pola tersendiri dalam membina masyarakat untuk tertib berlalu lintas, sehingga ke depan diharapkan bisa menjadi budaya dalam mengutamakan keselamatan di jalan raya.

Dikatakan Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit melalui Dirlantas Polda Kaltara AKBP Noviar, sejauh ini yang dilihat oleh pihaknya sejak bertugas di Polda Kaltara dalam beberapa bulan ini, masalah yang kerap dijumpai ialah penggunaan helm. Masih banyak masyarakat yang tidak menggunakan alat pelindung kepala tersebut.

“Kalau masyarakat ini sadar bahwa kapan pun kecelakaan dapat menghampiri kita, tentu penggunanaan helm tidak lagi melihat jarak yang ditempuh, entah itu dekat maupun jauh. Penggunaan helm sudah menjadi budaya, tapi sejauh ini belum demikian,” ucapnya saat dijumpai beberapa waktu lalu.

Saat ini kata dia, hal tersebut yang terjadi di masyarakat bahwa masih kurang peduli terhadap keselamatannya sendiri. Memang kata dia hal tersebut harus pelan-pelan dibenahi dan ditata, ia katakan jika semua masyarakat sudah disiplin berlalu lintas dan sadar bahwa itu untuk keselamatan diri sendiri maka penggunaan helm akan menjadi budaya.

“Sejauh ini, pergi beribadah saja ada yang tidak menggunakan helm, demikian daerah-daerah di luar kota Tanjung Selor, seperti halnya Tanjung Palas dan lainnya,” ungkapnya. “Sebenarnya meski lepas dari pantauan polisi penggunaan helm harus menjadi perhatian untuk keselamatan kita juga,” timpalnya.

Disinggung apakah memiliki pola-pola dalam membina masyarakat untuk bisa tertib berlalu lintas, dikatakan pria yang sebelumnya menjabat Wadirlantas Polda Kaltim ini, memang akan ada pola-pola khusus dalam membina masyarakat ke depannya.

“Pada saat kami mengajak masyarakat untuk disiplin akan aturan, kami tidak memberikan informasi. Misal kalau tidak pakai helm akan ditilang, pasalnya sekian serta dendanya sekian, jadi tidak demikian,” ujarnya.

Lanjut dikatakannya, cara yang akan diambil yaitu mengajak masyarakat dengan cara menggugah kesadaran, yang akan di dapati oleh masyarakat dari kegiatan yang ada, seperti acara komunitas, seminar, maupun kegiatan diskusi atau kegiatan serupa lainnya. “Di mana akan diundang pakar safety riding, pakar psikolog, pakar transportasi hingga alim ulama untuk bicara di kegiatan-kegiatan tersebut, mereka akan memberikan pencerahan untuk menggugah kesadaran masyarakat,” bebernya.

Materi pembahasannya tentu menyangkut tertib berlalu lintas dan menjaga keselamatan dalam berkendara, misalnya penggunaan helm dan lainnya. “Mengapa harus pakai helm, karena kepala itu organ vital, banyak risiko yang ditimbulkan apabila terbentur. Demikian juga dengan kecepatan yang melebihi, apabila kita berjalan dari titik A ke B dengan melebihi kecepatan, berapa waktu yang kita perlukan untuk bisa berhenti jika misal di depan tiba-tiba ada orang,” bebernya. “Jika gunakan rem, kesempatan untuk berhenti itu seperti apa, memungkinkan atau tidak, jadi ilmu perhitungan seperti ini yang harus kita terapkan kepada masyarakat,” sambungnya.

Pola pembinaan yang akan diambil, masyarakat tidak hanya tahu kecepatan yang terlihat di speedometer kendaraan. Namun juga bisa berpikir dan memiliki perhitungan matang terhadap kondisi yang genting, sehingga kecelakaan di jalan raya pun dapat diminimalisir.

“Jika pola pikir yang demikian bisa kita terapkan, bukan lagi masalah denda atau tilang, tapi keselamatan. Itulah ke depan kita harapkan, mudah-mudahan akan menjadi budaya,” pungkasnya. (sny/eza)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:07

Durasi ML Jadi Tujuh Jam Sehari

TANJUNG SELOR - Pemadaman listrik yang terjadi sejak Februari lalu…

Kamis, 21 Maret 2019 11:03

Aksi 12 Kementerian Diundur

TANJUNG SELOR – Aksi percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM)…

Kamis, 21 Maret 2019 11:02

Bangun Ruang dan Alkes, Gunakan DAK Rp 16 Miliar

TANJUNG SELOR – Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019…

Kamis, 21 Maret 2019 11:00

Setahun Pembangunan PLTSa Harus Berprogres

TANJUNG SELOR – Sebelum penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKA) pembangunan…

Kamis, 21 Maret 2019 10:53

Rekam Biometrik, CJH Dilarang Keluar Kota

TANJUNG SELOR – Selama beberapa bulan ke depan Calon Jamah…

Kamis, 21 Maret 2019 10:51

Bandar Kupon Putih Berhasil Dibekuk

TANJUNG SELOR – Usahabandar kupon putih yang dijalankan AT berakhir…

Kamis, 21 Maret 2019 10:44

Jamin Keamanan, Polda Kerahkan Ribuan Personel

Jelang pelaksanaan pesta demokrasi 17 April mendatang, Kepolisian Daerah (Polda)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:07

Rekrutmen Transparan, Seleksi JPT Terbuka

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Gubernur Kaltara Dr.…

Rabu, 20 Maret 2019 11:04

ASN Dilarang Ikut Naik Panggung

TANJUNG SELOR - Berbagai upaya terus dilakukan Badan Pengawasan Pemilihan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:03

Utamakan Putra Daerah

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kaltara mempersiapkan kuota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*