MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 22 Juni 2018 20:34
Kuota Produksi Batu Bara Kaltara Diturunkan Kemen ESDM
BERDAMPAK NEGATIF: Penurunan kuota produksi batu bara tahun ini yang dikeluarkan Kementerian ESDM dikhawatirkan akan mempengaruhi stabilitas ekonomi Kaltara. FOTO: RACHMAD RHOMADHANI/RADAR KALTARA

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Kuota produksi batu bara di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tahun ini hanya sebesar 9 juta ton. Besaran kuota itu berdasarkan ketetapan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI untuk tahun ini.

Namun kuota itu justru turun signifikan dibandingkan tahun lalu yang jumlahnya mencapai 12 juta ton. “Untuk Kaltara tahun ini turun 3 juta ton,” ungkap Irianto Lambrie, Gubernur Kaltara, Kamis (21/6).

Gubernur mengkhawatirkan kuota yang ada saat ini akan berdampak tidak baik terhadap banyak hal di provinsi bungsu tersebut. Sebagai daerah baru, salah satu sektor andalan Kaltara untuk menopang pergerakan perekonomian selain pertanian dan perkebunan adalah pertambangan.

Bahkan, berdasarkan analisis Bank Indonesia (BI) keberadaan pertambangan batu bara berpengaruh signifikan terhadap ekonomi Kaltara pada 2018 ini.

Dampak yang langsung bisa dirasakan akibat penurunan kuota itu menurut Gubernur, yaitu turunnya sumber pendanaan Dana Bagi Hasil (DBH) royalti batu bara. “Satu sisi kita perlu sumber pendanaan yang cukup untuk percepatan pembangunan Kaltara,” beber Irianto.

Selain itu masing-masing perusahaan batu bara yang beroperasi di wilayah administrasif Kaltara otomatis akan mengurangi nilai produksinya. Padahal, potensi produksi batu bara di Kaltara masih tergolong besar.  Artinya masih sangat memungkinkan kuotanya tetap disamakan dengan 2017 atau justru lebih dari itu.

“Potensi produksi batu bara di Kaltara masih dapat memenuhi permintaan pasar, baik dalam dan luar negeri,” tegas dia.

Tidak hanya itu, dampak buruk lainnya adalah perusahaan terpaksa mengurangi jumlah tenaga kerja atau pemutusan hubungan kerja (PHK). Kebijakan itu akan menambah permasalahan baru terkait angka pengangguran.

Secara keseluruhan pengurangan kuota produksi batu bara itu katanya, meliputi potensi penurunan DBH, PHK pekerja yang berujung pada meningkatknya angka pengangguran. Akibatnya mempengaruhi laju investasi serta pertumbuhan ekonomi yang akan merosot.

 

Saat ini Pemprov Kaltara justru tengah membenahi berbagai bidang tersebut. Utamanya sedang gencar menarik investor masuk ke Kaltara. “Ini yang tidak kita inginkan terjadi di Kaltara,” sebutnya.

Irianto mengaku akan memperjuangkan penambahan kuota produksi tersebut saat bertemu Menteri ESDM pada 2 Juli mendatang. “Kalau tidak bisa dinaikan minimal sama dengan tahun 2017 lalu,” pungkasnya. (isl/eza)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:11

Korsleting Listrik, Satu Rumah Nyaris Terbakar

TANJUNG SELOR – Sebuah rumah di Jalan Perdamaian, nomor 49 RT 36 RW 06 Kelurahan Tanjung Selor…

Kamis, 19 Juli 2018 11:10

Disdikbud Usulkan DAK Rp 126 Miliar

TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bulungan berjuang ke pusat untuk menjalankan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:09

Jembatan Meranti Akan Difungsikan Tahun Depan

TANJUNG SELOR – Direncanakan 2019 mendatang,Jembatan Meranti yang selama ini hanya menjadi salah…

Kamis, 19 Juli 2018 11:07

Harga TBS Kembali Turun

TANJUNG SELOR – Harga Tandan Buah Segar (TBS) tiga bulan terakhir di Provinsi Kalimantan Utara…

Kamis, 19 Juli 2018 11:06

Supringgo Dituntut 15 Tahun Penjara

TANJUNG SELOR – Terdakwa kasus pembununahan AM (17), yakni Supringgo alias Pak Prenggo (73) kembali…

Kamis, 19 Juli 2018 09:55

Tinta Kosong, 264 Suket Diterbitkan

TANJUNG SELOR - Sejak salah satu material percetakan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satuan Lalu Lintas…

Rabu, 18 Juli 2018 19:50

Tahun Politik, Polisi ‘Patroli’ di Medsos

TANJUNG SELOR – Memasuki tahun politik, berbagai informasi hoaks ataupun ujaran kebencian dan…

Rabu, 18 Juli 2018 19:49

Satu Parpol Absen di Pesta Demokrasi

TANJUNG SELOR – Pendaftaran bakal calon legislatif (caleg) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara)…

Rabu, 18 Juli 2018 11:37

Satu Rumah Hangus, karena Lampu Tembok

TANJUNG SELOR – Satu unit rumah milik pasangan suami istri Asibel Udau dan Meri Longet, warga…

Rabu, 18 Juli 2018 11:37

Pemkot Tarakan Belum Taati Instruksi Gubernur

TANJUNG SELOR – Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengingatkan Pemerintah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .