MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 22 Juni 2018 19:10
Harapkan Hasil Penelitiannya Dimanfaatkan Masyarakat

Novita Aida Dahlia, Ciptakan Zat Ekstraktif Buah Bakau sebagai Anti Rayap

PRESTASI: Novita Aida Dahlia, kembali menambah daftar prestasi pelajar Kaltara. Novita berhasil meraih medali silver pada Genius Olympiad, di Amerika Serikat. Foto: Dokumen Pribadi

PROKAL.CO, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).Novita Aida Dahlia, siswi kelas XII MIPA 4 SMAN 1 Tarakan ini, berhasil meraih medali silver dalam kompetisi tingkat internasional Genius Olympiad 2018 yang diadakan di Oswego, New York, Amerika Serikat, dengan membawakan proyek penelitian “Pengaruh Zat Ekstraktif Buah Perepat Bakau” sebagai zat alami anti rayap tanah, pada 7 hingga 17 Juni lalu.

Mega Retno Wulandari

Buah perepat bakau merupakan salah satu buah endemik Kalimantan. Keberadaannya yang cukup mudah ditemui, yang kemudian dilirik oleh Novita untuk dijadikan sebagai objek penelitian. Selama kurang lebih lima bulan, kerja kerasnya berbuah manis, yang kini mengantarkannya hingga meraih medali silver pada Genius Olympiad di Negeri Paman Sam. Sebelum berkompetisi di tingkat internasional, Novita lebih dulu meraih medali perak pada kompetisi tingkat nasional yakni Indonesian Science Project Olympiad (ISPO) 2018, di Jakarta pada Februari lalu. “Jadi ide awalnya itu berawal dari sharing dengan guru pembimbing mengenai potensi apa yang masih bisa dimanfaatkan dari Kota Tarakan, dan ternyata kita tahu kalau di Kota Tarakan banyak sekali potensi tumbuhan mangrovenya yang sudah menjadi salah satu kearifan lokal serta tumbuhan endemik,” ujarnya. Buah perepat sendiri merupakan salah satu kearifkan lokal yang ada di Bumi Paguntaka, selain itu potensinya begitu melimpah. Dalam penelitiannya, Novita menemukan kandungan senyawa tanin dalam buah perepat, berdasarkan literatur yang telah dipelajarinya. Senyawa tanin dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif anti rayap. “Dan itu telah saya buktikan melalui kegiatan penelitian di laboratorium selama kurang lebih lima bulan hingga akhirnya terbukti bahwa larutan anti rayap dari ekstrak buah perepat bakau terbukti efektif mengatasi kerusakan kayu akibat serangan rayap,” ungkapnya. Genius Olympiad sendiri merupakan suatu ajang internasional tahunan yang diselenggarakan oleh Terra Science and Foundation dan State University of New York Amerika Serikat. Tahun ini, Genius Olympiad diikuti 76 negara dari seluruh belahan dunia, dengan jumlah 1.200 peserta. Bidang yang dilombakan seperti bidang penelitian ilmu pengetahuan, sains, pengembangan bisnis, ilmu seni visual, pertunjukan, dan karya tulis. Pada Genius Olympiad, Novita bukan satu-satunya wakil dari Indonesia, terdapat beberapa siswa dari daerah Indonesia yang turut bersaing mengharumkan nama Indonesia. Prestasi yang diraih Novita tidak main-main, proyek penelitiannya berhasil unggul dari 729 proyek penelitian dari 1.657 yang dikirimkan peserta dari berbagai belahan dunia. Tentu ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi anak pasangan Suparto dan Mukaromah ini. Meski demikian, semua yang dilakukan dan prestasi yang diraihnya tidak lepas dari bimbingan guru, serta mentor ahli yang menuntunnya hingga meraih hasil yang membanggakan. “Banyak yang membantu saya, pertama pembimbing saya yaitu Bapak Ade Kuswara, selaku Pembina KIR di SMAN 1 Tarakan hingga persiapan menjelang Ajang Perlombaan Nasional di ISPO dan tingkat Internasional di Genius Olympiad 2018. Kemudian Ibu Arinda Susanti selaku Kepala Sekolah SMAN 1 Tarakan yang selalu mendukung kegiatan penelitian yang kami lakukan.Kemudian dua mentor ahli di bidang penelitian saat melakukan penelitian di Pusat Penelitian Laboratorium Biomaterial LIPI yaitu Bapak Arief Heru Prianto, S.Hut., M.Si dan Bapak Kurnia Wiji Prasetiyo, S.Hut., M.Si. Selanjutnya kedua orang tua yang selalu mendukung selama melakukan kegiatan penelitian di Pusat Penelitian Biomaterial LIPI,Cibinong, Jawa Barat. Kemudian juga teman-teman saya,” ungkap gadis kelahiran 16 November 200 ini. Sejumlah kendala pun dihadapinya, seperti menyesuaikan komunikasi dengan bahasa yang berbeda. Namun, gadis manis ini mampu melewatinya dengan baik tanpa kendala berarti. “Komunikasi kita harus sesuaikan, tapi itu tidak terlalu jadi masalah. Karena memang sudah dari jauh hari kita latihan public speaking dan persiapan dengan guru pembimbing dan teman-teman saya untuk semuanya. Mulai dari persiapan bahan pameran, poster, kartu nama, brosur dan tentunya diberikan semangat juga oleh orang tua. Intinya saya senang karena banyak yang support saya pada saat itu menuju ke Oswego,” ceritanya. Dia turut berharap, nantinya hasil dari penelitian yang telah dilakukannya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Kota Tarakan, dan Indonesia, bahkan dunia. Menurutnya proyek yang didapatinya ini sangat mudah untuk diaplikasikan sehari-sehari. “Cukup larutkan anti rayap dari ekstrak buah perepat bakau ini dengan cara direndam, ditabur, atau disempotkan pada kayu atau barang yang mengandung selulosa lainnya. Sehingga menjadikan kayu lebih tahan terhadap rayap,” ungkapnya kepada Radar Tarakan. (***/nri)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 21:13

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:02

PENGLIHATAN SOPIR GELAP, PIKAP 'NYEMPLUNG'

 TARAKAN - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:56

Disdukcapil Disorot Kemenkopolhukam

TARAKAN - Proses pelayanan publik di Kota Tarakan saat ini masih terkendala kurangnya fasilitas. Hal…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:53

Tujuh Relawan PMI Kaltara Bertahan

TARAKAN – Sebanyak lima relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara telah kembali ke Kaltara,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:51

Dominan Gugatan di Perkara Cerai

TARAKAN - Perceraian biasanya ditempuh pasangan menikah yang merasa sudah tidak sepaham lagi. Penyebabnya…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:46

“Anak-Anakku Kalian di Mana?”

Sudahdua pekan pasca tragedi likuefaksi melanda Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:43

Masih Sebatas Pedagang, Belum Pebisnis

TARAKAN- Pengembangan usaha saat ini tak bisa dilepaskan dengan perkembangan dunia digital. Kantor Perwakilan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:14

Risol Mayo

Diisi daging sapi dan irisan telur rebus, rasanya gurih dan nikmat disantap selagi masih hangat. Risol…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:12

Martabak Green Tea

Kudapan kekinian yang penuh inovasi. Martabak yang berwarna hijau ini sangat nikmat dan menggoda selera.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:10

Gabin Tape Susu

Pesona kue gabin dengan isian tape yang disirami susu kental manis dan kejunya terkesan penuh nikmat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .