MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 22 Juni 2018 13:18
Belum Ada Pendatang, Urus Administrasi Kepindahan
BANK DATA/ RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Puncak arus balik ke Kaltara melalui Tarakan menggunakan jalur transportasi udara memang sudah berakhir. Dipastikan terdapat masyarakat yang melakukan urbanisasi ke Kaltara. Namun hingga saat ini belum ada satu pun pendatang baru mengurus ke pindahannya ke instansi terkait.

Kepala Disdukcapil Tarakan, Heri Sugiarto mengatakan sampai saat ini yang mengurus kepindahan hanya warga Tarakan yang akan pindah ke luar kota saja. “Yang masuk, sampai saat ini belum ada yang mengurus surat-suratnya. Tetapi kalau yang pindah ada dua orang,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk warga yang baru masuk ke Tarakan, baik untuk mencari kerja ataupun menetap sudah seharusnya mengikuti aturan yang berlaku. Sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan, dijelaskan untuk menjadi warga Tarakan terlebih dulu harus mengurus administrasi yang diperlukan.

Seperti, surat keterangan pindah warga Negara Indonesia (SKPWNI). Dan jika tidak mengurus hal ini maka tidak akan dapat pindah. Seluruh warga sudah seharusnya mengurus saat akan merantau ke Tarakan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, dari pengalaman tahun sebelumnya jumlah penduduk di Tarakan bertambah tidak signifikan. Dikarenakan, Tarakan yang menjadi kota transit membuat masyarakat banyak yang datang dan juga banyak yang pindah.

“Jadi seimbang saja, sekitar 400 orang biasa datang ke Tarakan. Dan setiap tahunnya pasti ada saja yang datang, dan ada juga yang pindah,” ujarnya.

Saat ini kepengurusan pindahan masih belum ada yang datang dan hanya ada yang pindah dari Tarakan.

Sementara itu, dari data yang ada untuk arus balik ke Tarakan yang jatuh pada 20 Juni lalu penumpang yang berangkat sebanyak 1.853, dan yang datang 1.789 orang. Terlihat penumpang datang mengalami lonjakan penumpang dibandingkan dnegan tahun lalu yang hanya mencapai 1.642 orang.

Jumlah airline yang digunakan hanya 15, dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 17 maskapai penerbangan sehingga mengalami kekurangan.

“Untuk peningkatannya airline relatif setiap harinya, karena jumlah pesawat yang digunakan setiap harinya di Tarakan ini berbeda-beda,” ujar Hanavi, Ketua Posko Transportasi Udara, Bandara Juwata Tarakan.

Terlihat juga cukup banyak airline yang mengalami delay flight selama puncak arus balik. Bahkan ada yang mencapai 173 menit. Delay juga terjadi karena perlu diketahui juga, rute penerbangan dari Tarakan ini merupakan rute penerbangan antar kota. Jadi bukan penerbangan langsung atau direct, tetapi transit. Sehingga keterlambatan itu bisa karena kedatangan.

Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan Letkol Marinir Abdul Rahman melalui Kasi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli, Syaharuddin memastikan lonjakan penumpang masih akan terjadi.

“Saat ini kondisi sudah kembali normal seperti biasanya. Namun, masih ada juga sedikit lonjakan penumpang. Ha ini dimungkinkan karena ada yang menambah waktu liburan. Atau juga tertunda alias kehabisan tiket pada hari Rabu. Sehingga bisa berangkat di hari berikutnya,” ungkap Syaharuddin.

Dari pengamatan petugas KSOP, lanjut Syaharuddin, berdasarkan kebiasaan dari tahun ke tahun selalu ada lonjakan penumpang di hari-hari Sabtu dan Minggu.

“Ini bisa jadi karena ditambah dua hari waktu libur. Sabtu dan Minggu. Sehingga akan terjadi penumpukan di hari Minggu nantinya,” ucapnya.

Dengan begitu, Syaharuddin pun mengerahkan petugasnya untuk mengantisipasi yang kemungkinan terjadi lonjakan penumpang di hari Minggu.

“Kami mengimbau kepada calon penumpang yang akan balik dengan menggunakan armada transportasi laut. Khususnya speedboat reguler agar segera memesan sebelum kehabisan tiket. Karena tidak ada toleransi untuk penambahan penumpang diluar kapasitas yang telah di tentukan untuk alasan keselamatan,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang penumpang Speedboat reguler Susi (25) yang ditemui  saat tiba di pelabuhan tengkayu I/SDF mengaku baru bisa kembali pulang lantaran baru mendapatkan tiket pulang.

“Seharusnya saya pulangnya hari Rabu (kemarin). Namun, karena terlambat beli tiket. Karena kemarin memang banyak penumpang tujuan Tarakan,” ujarnya.

Lantaran tak mendapatkan tiket. Susi pun bersama sang Adik terpaksa kembali membeli tiket dari Tanjung Selor tujuan Tarakan. “Maknya pagi-pagi baru beli, nunggu memang baru bisa dapat dua tiket,” pungkasnya. (*/naa/eru/nri)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 13:00

Temukan Dua Kasus Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi

Capaian imunisasi measles dan rubella (MR) di Tarakan belum cukup…

Senin, 17 Desember 2018 12:55

Mau BPJS Sehat, Naikkan Iuran!

TARAKAN - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) mulai memikirkan rencana…

Senin, 17 Desember 2018 11:42

Ekspor Kepiting Dibuka, Pengusaha Harus Patuhi Aturan

TARAKAN - Terhitung 15 Desember tahun ini hingga 5 Febuari…

Senin, 17 Desember 2018 11:40

Ahli Sebut Terdakwa Lakukan Maladministrasi

TARAKAN – Sidang lanjutan kasus dugaan korupsi pengadaan bahan ajar…

Senin, 17 Desember 2018 11:36

Jamin Hak Pilih hingga Hari H

TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan telah melakukan pencatatan…

Senin, 17 Desember 2018 11:31

“Kesannya seperti Resmi”

TARAKAN - Belum adanya unit khusus yang menangani pengujian tera…

Senin, 17 Desember 2018 11:27

Tiada Hari Tanpa Baca Radar Tarakan

Ekspresi bahagia terlihat di wajah Candra Wijaya (54) dan istrinya…

Senin, 17 Desember 2018 10:48

DPT Kaltara Naik 12.445 Pemilih

TARAKAN – Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Umum (Pemilu) 2019…

Senin, 17 Desember 2018 10:47

Ragam Pencapaian di HUT ke-21

TARAKAN - Kota Tarakan saat ini telah menginjak usia 21…

Senin, 17 Desember 2018 10:44

Tunda Bayar BPJS, Masih Ada yang Sengketa

TARAKAN- Defisit keuangan yang dialami Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .