MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 22 Juni 2018 12:01
Sistem Zonasi Diklaim Berpihak ke Warga Miskin
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Polemikproses penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang terjadi tahun lalu diharapkan tak terulang tahun ini. Persoalan itu menjadi atensi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie.

Sebab, polemik PPDB sistem zonasi sebelumnya di lima kabupaten kota di Kaltara hanya terjadi di Nunukan. Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie menegaskan, hal itu tentunya harus diantisipasi dengan cara memahami dan mengerti aturan. Dengan begitu, polemik yang terjadi di Nunukan dipastikan tidak terjadi.

“Kejadian tahun lalu itu tidak akan terjadi jika semua mengerti aturan yang telah ditetapkan. Untuk itu, hal ini harus diantisipasi agar tidak terulang. Serahkan kepada dinas yang ada dan sosialisasikan kepada guru,” ujar Gubernur Kaltara, Kamis (21/6).

Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Sigit Muryono menyampaikan, soal aturan PPDB jauh sebelumnya telah di sampaikan. Untuk itu, aturan sistem zonasi harus dipatuhi. “Tahun ini kita masih mengikuti pola Permendikbud. Untuk SMA sistem zonasi yang berpihak pada warga kurang mampu. Sedangkan untuk prestasi lima persen. Jenjang SMK itu sesuai pilihan,” tambahnya.

Dijelaskan, sesuai dengan keputusan Kepala Disdikbud Kaltara nomor: 02/2018 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru pada SMA, SMK atau sederajat. Di mana waktu pelaksanaan mulai 28 Juni hingga 6 Juli. Jenjang SMA dengan jalur keluarga miskin atau kurang mampu (Gakin).

Jalur prestasi, jalur khusus atau mutasi, jalur radius zona terdekat reguler dan umum. “Untuk zonasi 100 persen berpihak kepada orang kurang mampu. Khusus anak prestasi hanya lima persen,” tambahnya.

Dan tahun ini SMA yang menerapkan PPDB online di Bulungan ada delapan sekolah, Tarakan tiga sekolah, Nunukan enam sekolah, Malinau tiga sekolah, KTT dua sekolah. Untuk SMK, Bulungan enam sekolah, Tarakan tiga sekolah, Nunukan dua sekolah, Malinau tiga sekolah.

Sedangkan offline untuk jenjang SMA, Bulungan satu sekolah, Nunukan lima sekolah, Malinau 13 sekolah, KTT satu sekolah. Sedangkan, SMK sistem offline Nunukan tiga sekolah. “Tahun ini ada sekolah yang mengikuti sistem online dan sistem offline,” pungkasnya. (akz/eza)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:07

Durasi ML Jadi Tujuh Jam Sehari

TANJUNG SELOR - Pemadaman listrik yang terjadi sejak Februari lalu…

Kamis, 21 Maret 2019 11:03

Aksi 12 Kementerian Diundur

TANJUNG SELOR – Aksi percepatan pembangunan Kota Baru Mandiri (KBM)…

Kamis, 21 Maret 2019 11:02

Bangun Ruang dan Alkes, Gunakan DAK Rp 16 Miliar

TANJUNG SELOR – Melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019…

Kamis, 21 Maret 2019 11:00

Setahun Pembangunan PLTSa Harus Berprogres

TANJUNG SELOR – Sebelum penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKA) pembangunan…

Kamis, 21 Maret 2019 10:53

Rekam Biometrik, CJH Dilarang Keluar Kota

TANJUNG SELOR – Selama beberapa bulan ke depan Calon Jamah…

Kamis, 21 Maret 2019 10:51

Bandar Kupon Putih Berhasil Dibekuk

TANJUNG SELOR – Usahabandar kupon putih yang dijalankan AT berakhir…

Kamis, 21 Maret 2019 10:44

Jamin Keamanan, Polda Kerahkan Ribuan Personel

Jelang pelaksanaan pesta demokrasi 17 April mendatang, Kepolisian Daerah (Polda)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:07

Rekrutmen Transparan, Seleksi JPT Terbuka

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Gubernur Kaltara Dr.…

Rabu, 20 Maret 2019 11:04

ASN Dilarang Ikut Naik Panggung

TANJUNG SELOR - Berbagai upaya terus dilakukan Badan Pengawasan Pemilihan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:03

Utamakan Putra Daerah

TANJUNG SELOR – Kepolisian Daerah (Polda) Provinsi Kaltara mempersiapkan kuota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*