MANAGED BY:
SENIN
17 DESEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 22 Juni 2018 12:01
Sistem Zonasi Diklaim Berpihak ke Warga Miskin
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Polemikproses penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang terjadi tahun lalu diharapkan tak terulang tahun ini. Persoalan itu menjadi atensi Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Irianto Lambrie.

Sebab, polemik PPDB sistem zonasi sebelumnya di lima kabupaten kota di Kaltara hanya terjadi di Nunukan. Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie menegaskan, hal itu tentunya harus diantisipasi dengan cara memahami dan mengerti aturan. Dengan begitu, polemik yang terjadi di Nunukan dipastikan tidak terjadi.

“Kejadian tahun lalu itu tidak akan terjadi jika semua mengerti aturan yang telah ditetapkan. Untuk itu, hal ini harus diantisipasi agar tidak terulang. Serahkan kepada dinas yang ada dan sosialisasikan kepada guru,” ujar Gubernur Kaltara, Kamis (21/6).

Sedangkan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara, Sigit Muryono menyampaikan, soal aturan PPDB jauh sebelumnya telah di sampaikan. Untuk itu, aturan sistem zonasi harus dipatuhi. “Tahun ini kita masih mengikuti pola Permendikbud. Untuk SMA sistem zonasi yang berpihak pada warga kurang mampu. Sedangkan untuk prestasi lima persen. Jenjang SMK itu sesuai pilihan,” tambahnya.

Dijelaskan, sesuai dengan keputusan Kepala Disdikbud Kaltara nomor: 02/2018 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru pada SMA, SMK atau sederajat. Di mana waktu pelaksanaan mulai 28 Juni hingga 6 Juli. Jenjang SMA dengan jalur keluarga miskin atau kurang mampu (Gakin).

Jalur prestasi, jalur khusus atau mutasi, jalur radius zona terdekat reguler dan umum. “Untuk zonasi 100 persen berpihak kepada orang kurang mampu. Khusus anak prestasi hanya lima persen,” tambahnya.

Dan tahun ini SMA yang menerapkan PPDB online di Bulungan ada delapan sekolah, Tarakan tiga sekolah, Nunukan enam sekolah, Malinau tiga sekolah, KTT dua sekolah. Untuk SMK, Bulungan enam sekolah, Tarakan tiga sekolah, Nunukan dua sekolah, Malinau tiga sekolah.

Sedangkan offline untuk jenjang SMA, Bulungan satu sekolah, Nunukan lima sekolah, Malinau 13 sekolah, KTT satu sekolah. Sedangkan, SMK sistem offline Nunukan tiga sekolah. “Tahun ini ada sekolah yang mengikuti sistem online dan sistem offline,” pungkasnya. (akz/eza)


BACA JUGA

Senin, 17 Desember 2018 12:52

Inpres KBM Cetuskan Sejarah

TANJUNG SELOR – Instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2018…

Senin, 17 Desember 2018 12:49

Stabilitas Harga Sembako Jadi Atensi Polda

TANJUNG SELOR – Menjelang hari-hari besar keagamaan seperti Natal dan…

Senin, 17 Desember 2018 12:48

Validasi SKD dan SKB Masil Dilakukan

TANJUNG SELOR – Pengumuman hasil seleki Calon Pegawai Negeri Sipil…

Senin, 17 Desember 2018 12:45

DPRD Jadwalkan Rapat Internal

TANJUNG SELOR – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan…

Senin, 17 Desember 2018 12:41

Dorong Hak Kaum Perempuan

TANJUNG SELOR – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk…

Senin, 17 Desember 2018 11:44

Kaltara Waspada Narkotika Jenis Baru

TANJUNG SELOR – Terkini, upaya peredaran gelap narkotika dan obat/bahan…

Senin, 17 Desember 2018 10:41

Memandang dari Ketinggian Gunung Rego

WAKTU akhirpekan telah tiba! Momen ini tentu tak ingin Anda…

Senin, 17 Desember 2018 10:07

APBD Alot karena Usulan Legislatif

TANJUNG SELOR - Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan…

Senin, 17 Desember 2018 10:05

MANTAP BETUL..!! Gedung Mapolda Kaltara Mulai Ditempati

TANJUNG SELOR – Hampir rampungnya kegiatan pembangunan gedung Markas Kepolisian Daerah…

Senin, 17 Desember 2018 10:04

Tak Lulus CPNS, Pemerintah Tawarkan Ikut PPPK

TANJUNG SELOR – Bagi tenaga honorer yang tidak bisa mendaftar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .