MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 22 Juni 2018 11:43
Bandel, Pedagang Sayur Ditertibkan Lagi
DITERTIBKAN: Anggota Satpol PP Nunukan saat meminta penjual sayur yang berada di trotoar untuk meninggalkan lokasi. Batas toleransi selama sebulan, telah habis dan mereka diminta berjualan di pasar resmi yang telah disediakan pemerintah.SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sejumlah pedagang sayur yang berada di trotoar dan di pinggir jalan kembali ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan, Kamis (21/9).

Seperti yang berada di pinggir jalan Pasar Pagi Nunukan dan jalur masuk Pasar Ikan Liem Hie Djung dan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Nunukan. Gerobak dan meja jualan penjual sayur dipindahkan dan pemiliknya diminta segera meninggalkan lokasi.

“Sudah beberapa kali memang ditertibkan. Batas toleransi yang diberikan juga sudah habis. Waktu Ramadan masih dibiarkan berjualan. Nah, mulai hari ini sudah ada instruksi untuk dibersihkan,” kata Abdul Kadir, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, penertiban yang dilakukan juga merupakan tindak lanjut dari laporan sejumlah pedagang di Pasar Liem Hie Djung Nunukan. Beberapa pedagang merasa tidak baik dan sulit menjajakan jualan mereka di dalam pasar jika ada pedagang sayur di pinggir jalan masuk. Karena, pembeli tidak lagi masuk ke pasar. “Makanya, kami minta pedagang ini pindah ke dalam pasar. Tidak di pinggir jalan seperti ini lagi,” ungkap Abdul Kadir.

Berdasarkan laporan yang diterima anggota Satpol PP Nunukan, beberapa penjual sayur merupakan pelaku lama dan sudah sering ditegur. Bahkan, salah seorang penjual telah dibantu mendapatkan lapak jualan di Pasar Liem Hie Djung selama ini. Namun, kali ini kembali berjulan di pinggir jalan lagi.

“Memang bandel juga penjualannya. Sudah dibantu dapatkan lapak, kembali lagi ke tempat yang dilarang. Apa yang kami lakukan hanya teguran dulu. Belum ditindak,” bebernya.

Bernadete (26), penjual sayur yang berjualan di trotoar depan kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPKAD) Nunukan mengaku, tidak memiliki tempat jualan di salah satu pasar resmi yang ada di Kabupaten Nunukan. Sehingga, dia memilih berjualan di trotoar pinggir jalan. “Saya tidak punya lapak. Makanya saya jual di sini saja,” akunya kepada media ini.

Dirinya mengaku khawatir jika berjualan di pasar resmi bakal dibebankan sewa lapak dan sejumlah iuran yang dinilianya memberatkan. Sehingga, niat untuk berjualan di pasar resmi ia urungkan. “Tapi, kalau memang gratis, saya nanti minta izin jualan ke pasar di Liem Hie Djung saja,” akunya.

Berbeda dengan Ester (40), penjual sayur yang berada di pintu masuk Pujasera Nunukan. Dirinya mengaku sudah memiliki lapak jualan di Pasar Liem Hie Djung. Hanya saja memilih berjualan di luar karena alasan pembeli. “Kalau jual di dalam pasar sepi pembeli. Malas pembeli masuk ke dalam. Tapi, kalau jual di sini (pinggir jalan) pembeli bisa singgah sebentar kalau sudah dari dalam,” akunya kepada media ini.

 Menurutnya, lapak jualan yang disediakan pemerintah tidak memadai dan menyulitkan pembeli menjangkau para pembeli. Sehingga, jika harus berjualan di dalam pasar maka usaha mereka bisa rugi karena tidak laku. “Makanya, saya jual di pinggir jalan saja,” bebernya.

Dari pantauan Media ini, beberapa jam pasca penertiban dilakukan Satpol PP Nunukan, sejumlah pedagang kembali menggelar barang dagangan mereka di jalan pintu masuk Pujasera dan Pasar Liem Hie Djung, Kelurahan Nunukan Utara. Dengan beralaskan karung, jualan pedagang seperti cabai kecil, pepaya, pisang dan sayur-mayur kebali dijajakan. Aktivitas jual beli kembali terjadi seperti biasanya. (oya/nri)     


BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 12:24

Setahun, Hasil Laut Lenyap Rp 1,4 T

NUNUKAN – Kekayaan alam Indonesia sudah sangat terkenal banyak di dunia. Termasuk hasil laut yang…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:21

Rumah di Pesisir Bisa Terima Sertifi kat HGB

NUNUKAN – program penerbitan sertifikat hak guna bangunan (HGB) oleh Badan Pertanahan Nasional…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:19

Selesai Jalan Masa Hukuman, 89 WNI Dideportasi

NUNUKAN – Warga Negara Indonesia (WNI) yang telah menjalani masa hukuman di Tawau, Malaysia telah…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:06

Jalur Tawau-Sebatik Kembali Dibahas

NUNUKAN –Surat yang beredar di kalanganmasyarakatSebatikterkaitpembukaanjalurSebatik-Tawau, Malaysia.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:05

PNS Bukan Pekerjaan Orang Manja

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan, membuka dua formasi pendaftaran calon pegawai…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:29

Hanura Tertinggi, PAN-PSI Terendah

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan, telah mengumumkan laporan awal dana kampanye (LADK),…

Kamis, 18 Oktober 2018 15:17

Jamin Tak Ada Pelamar Titipan

 NUNUKAN – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:59

Nelayan Sebatik Dapat Bantuan Kapal dari Kementerian

NUNUKAN - Nelayan di wilayah Nunukan, khususnya Sebatik, mendapat bantuan 60 unit kapal penangkap ikan…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:57

Nunukan Jadi Lokasi Penelitian Kemenhan

NUNUKAN – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia (RI) kembali menyambangi Kabupaten…

Kamis, 18 Oktober 2018 12:55

Ancam Kurir Tembak di Tempat

NUNUKAN – Para kurir sabu, atau mereka yang baru mencoba menjadi kurir harus memikirkan kembali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .