MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 22 Juni 2018 11:43
Bandel, Pedagang Sayur Ditertibkan Lagi
DITERTIBKAN: Anggota Satpol PP Nunukan saat meminta penjual sayur yang berada di trotoar untuk meninggalkan lokasi. Batas toleransi selama sebulan, telah habis dan mereka diminta berjualan di pasar resmi yang telah disediakan pemerintah.SYAMSUL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Sejumlah pedagang sayur yang berada di trotoar dan di pinggir jalan kembali ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan, Kamis (21/9).

Seperti yang berada di pinggir jalan Pasar Pagi Nunukan dan jalur masuk Pasar Ikan Liem Hie Djung dan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Nunukan. Gerobak dan meja jualan penjual sayur dipindahkan dan pemiliknya diminta segera meninggalkan lokasi.

“Sudah beberapa kali memang ditertibkan. Batas toleransi yang diberikan juga sudah habis. Waktu Ramadan masih dibiarkan berjualan. Nah, mulai hari ini sudah ada instruksi untuk dibersihkan,” kata Abdul Kadir, Sekretaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan kepada media ini kemarin.

Ia mengatakan, penertiban yang dilakukan juga merupakan tindak lanjut dari laporan sejumlah pedagang di Pasar Liem Hie Djung Nunukan. Beberapa pedagang merasa tidak baik dan sulit menjajakan jualan mereka di dalam pasar jika ada pedagang sayur di pinggir jalan masuk. Karena, pembeli tidak lagi masuk ke pasar. “Makanya, kami minta pedagang ini pindah ke dalam pasar. Tidak di pinggir jalan seperti ini lagi,” ungkap Abdul Kadir.

Berdasarkan laporan yang diterima anggota Satpol PP Nunukan, beberapa penjual sayur merupakan pelaku lama dan sudah sering ditegur. Bahkan, salah seorang penjual telah dibantu mendapatkan lapak jualan di Pasar Liem Hie Djung selama ini. Namun, kali ini kembali berjulan di pinggir jalan lagi.

“Memang bandel juga penjualannya. Sudah dibantu dapatkan lapak, kembali lagi ke tempat yang dilarang. Apa yang kami lakukan hanya teguran dulu. Belum ditindak,” bebernya.

Bernadete (26), penjual sayur yang berjualan di trotoar depan kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPKAD) Nunukan mengaku, tidak memiliki tempat jualan di salah satu pasar resmi yang ada di Kabupaten Nunukan. Sehingga, dia memilih berjualan di trotoar pinggir jalan. “Saya tidak punya lapak. Makanya saya jual di sini saja,” akunya kepada media ini.

Dirinya mengaku khawatir jika berjualan di pasar resmi bakal dibebankan sewa lapak dan sejumlah iuran yang dinilianya memberatkan. Sehingga, niat untuk berjualan di pasar resmi ia urungkan. “Tapi, kalau memang gratis, saya nanti minta izin jualan ke pasar di Liem Hie Djung saja,” akunya.

Berbeda dengan Ester (40), penjual sayur yang berada di pintu masuk Pujasera Nunukan. Dirinya mengaku sudah memiliki lapak jualan di Pasar Liem Hie Djung. Hanya saja memilih berjualan di luar karena alasan pembeli. “Kalau jual di dalam pasar sepi pembeli. Malas pembeli masuk ke dalam. Tapi, kalau jual di sini (pinggir jalan) pembeli bisa singgah sebentar kalau sudah dari dalam,” akunya kepada media ini.

 Menurutnya, lapak jualan yang disediakan pemerintah tidak memadai dan menyulitkan pembeli menjangkau para pembeli. Sehingga, jika harus berjualan di dalam pasar maka usaha mereka bisa rugi karena tidak laku. “Makanya, saya jual di pinggir jalan saja,” bebernya.

Dari pantauan Media ini, beberapa jam pasca penertiban dilakukan Satpol PP Nunukan, sejumlah pedagang kembali menggelar barang dagangan mereka di jalan pintu masuk Pujasera dan Pasar Liem Hie Djung, Kelurahan Nunukan Utara. Dengan beralaskan karung, jualan pedagang seperti cabai kecil, pepaya, pisang dan sayur-mayur kebali dijajakan. Aktivitas jual beli kembali terjadi seperti biasanya. (oya/nri)     


BACA JUGA

Selasa, 21 Mei 2019 11:23

Tukin Reguler ASN Cair, THR Honorer Nihil

NUNUKAN – Selain gaji, tunjangan kinerja (tukin) reguler aparatur sipil…

Selasa, 21 Mei 2019 11:19

Dimangsa Buaya, WNI Ditemukan Tanpa Kepala

NUNUKAN – Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) diketahui kesehariannya  sebagai…

Selasa, 21 Mei 2019 11:18

Modal Silaturahmi, Dapat Anggaran Rp 40 Miliar

NUNUKAN – Sekolah di perbatasan kembali mendapatkan anggaran dari Kementerian…

Selasa, 21 Mei 2019 11:17

Petugas PPK Sebatik Utara Terancam Pidana Pemilu

NUNUKAN – Seorang anggota atau petugas Panitia Pemungutan Suara Kecamatan…

Senin, 20 Mei 2019 13:05

Empat Mesin PLTMG Sebaung Tak Beroperasi

NUNUKAN – Kekurangan daya listrik selama Ramadan kembali terjadi. Kekurangan…

Senin, 20 Mei 2019 13:04

Nama Fasum dan Jalan Mulai Dilirik Pemerintah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya tergerak memberikan nama…

Senin, 20 Mei 2019 13:03

Renovasi Pasar Inhutani Disarankan Lewat CSR Perusahaan

NUNUKAN – Meskipun sebagai pusat distributor pangan di Kabupaten Nunukan.…

Senin, 20 Mei 2019 12:59

Ditinggal ke ATM, Anak Dicabuli Tamu

NUNUKAN – Entah apa yang dipikirkan AR (38)  sehingga tega…

Senin, 20 Mei 2019 11:16

Perindo Akui Terlambat Serahkan LPDK

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali menggelar sidang lanjutan…

Senin, 20 Mei 2019 11:15

Ditinggal Beli Takjil, Rumah Ludes Terbakar

NUNUKAN – Insiden kebakaran terjadi lagi pasca insiden kebakaran hutan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*