MANAGED BY:
SABTU
20 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 21 Juni 2018 22:32
Pelaku Politik Uang Kabur

Polres Tarakan Masih Mencari HS

Ketua Panwaslu Tarakan Sulaiman. Foto: Bank Data

PROKAL.CO, TARAKAN – Hari H Pilwali Tarakan semakin dekat. Di sisa-sisa masa kampanye, Panwaslu harus ekstra kerja keras untuk bisa menjerat oknum-oknum yang melakukan dugaan pelanggaran pemilu yang berujung pelimpahan kasus ke ranah pidana. Beberapa waktu lalu, Panwaslu sudah melimpahkan kasus dugaan money politic (politik uang) yang berbentuk bagian sembako seperti beras dan minyak goreng warga. HS selaku oknum yang diduga merupakan salah satu pendukung paslon ini dianggap tidak memiliki itikad baik, karena tidak menghadiri panggilan pemeriksaan yang dilakukan Polres Tarakan. Ketua Panwaslu Tarakan, Sulaiman mengatakan, jika oknum tersebut, saat ini masih dalam pencarian aparat kepolisian. “Kabar yang saya terima saat ini oknum tersebut belum memenuhi panggilan dan masih dalam pencarian oleh Polres Tarakan,” ungkap Sulaiman. Menurut Sulaiman, sebelum oknum yang diduga melakukan politik uang ini diserahkan ke Polres Tarakan. Mereka telah dilakukan rapat bersama antara pihak sentra Gabungan Penegak Hukum (Gakumdu) untuk memaparkan hasil pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus tersbut. “Sebelumnya kan kita sudah memeriksa saksi-saksi yang yang mengetahui peristiwa itu untuk dimintai keterangan. Awalnya empat orang. Dan saat pemeriksaan intensif dilakukan didapatilah satu oknum ini sehingga langsung kami serahkan ke Polres Tarakan,” ujarnya Lebih lanjut Sulaiman menjelaskan, penerima politik uang bisa juga dikenakan saksi sesuai sanksi bagi pemberi dan penerima politik uang sudah jelas diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota, serta Kitab UU Hukum Pidana (KUHP). “Penerima maupun pemberi jelas terancam hukuman pidana minimal 3 tahun dan maksimal 6 tahun penjara. Hanya saja, untuk penerima ini sulit untuk kita deteksi. Siapa-siapa saja yang menerima,” ucapnya. Sedangkan untuk siapa paslon di balik pembagian sembako ini. Dijelaskan Sulaiman juga tidak dijelaskan siapa. “Saat dilakukan pemeriksaan oknum ini juga tidak menyebutkan siapa Paslonnya. Dan kami juga tidak bisa menjustifikasi ini dari salah satu paslon. Bisa saja dijebak atau sebaliknya. Dan itu semuanya butuh data,” bebernya. Terpisah, Tim Gakkumdu dari Polres Tarakan, AKP Choirul Jusuf mengatakan, terduga pelaku hingga saat ini belum memenuhi panggilan dari penyidik untuk menjalani pemeriksaan. “Sudah dilakukan pemanggilan dalam, terduga pelaku tidak memenuhinya, saat ini kita sedang melakukan pencarian terhadap pelaku,” tuturnya. Terkait apakah status terduga pelaku tersebut masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), hal tersebut tidak bisa dilakukan, karena Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada menyebutkan masa penyidikan hanya memiliki jangka waktu 14 hari. “Setelah melewati masa penyidikan kasus akan gugur dengan sendirinya karena kedaluarsa. Untuk mengantisipasi itu kami terus mencari hingga 29 Juni,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kasatreskrim Polres Tarakan ini. Pria dengan tiga balok di pundaknya ini juga mengungkapkan bahwa setiap perkembangan kasus ini, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Bawaslu Tarakan. “Kemarin kita sudah melakukan pemanggilan beberapa saksi dan saksi ahli, sementara untuk terduga pelaku masih dilakukan pencarian hingga batas kadaluarsa,” pungkasnya. MASIH SELIDIKI DUGAAN PELANGGARAN PILKADA Dugaan pelanggaran pemilihan kepala daerah (pilkada) yang merujuk pada salah satu paslon kembali terjadi. Postingan salah seorang pengguna media sosial (medsos) di Facebook dengan nama Jokoharman. Dalam postingnya pemilik akun memperlihatkan foto-foto beberapa barang yang terdiri dari sikat gigi, pasta gigi, shampo, sabun mandi, sabun cucian piring, uang pecahan Rp 50 ribu serta foto salah satu paslon yang dibungkus dalam plastik bening. Terkait hal tersebut, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan, Sulaiman mengatakan, dia sudah mengetahui adanya postingan yang menunjukkan dugaan pelanggaran yang dilakukan paslon. “Sudah tahu, tapi kami tidak serta merta langsung melakukan proses tindak lanjut, kalau bukti, saksi serta siapa yang akan dijadikan pelaku pelanggaran belum jelas,” bebernya. Untuk itu pihaknya akan melakukan penelusuran terlebih dahulu dengan mulai mencari saksi dan bukti-bukti yang berkaitan dengan postingan tersebut. “Kami akan lakukan penyelidikan dulu, bila sudah cukup dan memiliki potensi pelanggaran akan kita lakukan registrasi,” bebernya. Setelah dilakukan registrasi, akan dilakukan pembahasan di Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakumdu), untuk menentukan pasal yang akan dikenakan. “Kalau dilihat dari fotonya, bisa dikenakan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, pasal 187 A ayat 1 dan ayat 2, karena berkaitan dengan memberikan barang yang melebih jumlah maksimal yang ditentukan PKPU, bisa dikenakan sanksi pidana,” ungkapnya. Terkait hal ini, Sulaiman sudah memberikan informasi awal yang didapatkan ke Tim Penindakan Pelanggaran Bawaslu Tarakan untuk menelusuri siapa pemilik akun yang memposting pertama tersebut. “Berdasarkan informasi sementara yang didapatkan akun itu abal-abal,” ujarnya. (eru/jnr/nri)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 19 Oktober 2018 21:13

Wali Kota dan Wawali Diminta Mundur

PALU - Ratusan masyarakat Palu menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD)…

Jumat, 19 Oktober 2018 13:02

PENGLIHATAN SOPIR GELAP, PIKAP 'NYEMPLUNG'

 TARAKAN - Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Jalan Aki Balak, Kelurahan Karang Harapan, Tarakan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:56

Disdukcapil Disorot Kemenkopolhukam

TARAKAN - Proses pelayanan publik di Kota Tarakan saat ini masih terkendala kurangnya fasilitas. Hal…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:53

Tujuh Relawan PMI Kaltara Bertahan

TARAKAN – Sebanyak lima relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kaltara telah kembali ke Kaltara,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:51

Dominan Gugatan di Perkara Cerai

TARAKAN - Perceraian biasanya ditempuh pasangan menikah yang merasa sudah tidak sepaham lagi. Penyebabnya…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:46

“Anak-Anakku Kalian di Mana?”

Sudahdua pekan pasca tragedi likuefaksi melanda Kelurahan Balaroa, Kecamatan Palu Barat, Kota Palu,…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:43

Masih Sebatas Pedagang, Belum Pebisnis

TARAKAN- Pengembangan usaha saat ini tak bisa dilepaskan dengan perkembangan dunia digital. Kantor Perwakilan…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:14

Risol Mayo

Diisi daging sapi dan irisan telur rebus, rasanya gurih dan nikmat disantap selagi masih hangat. Risol…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:12

Martabak Green Tea

Kudapan kekinian yang penuh inovasi. Martabak yang berwarna hijau ini sangat nikmat dan menggoda selera.…

Jumat, 19 Oktober 2018 12:10

Gabin Tape Susu

Pesona kue gabin dengan isian tape yang disirami susu kental manis dan kejunya terkesan penuh nikmat.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .