MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Juni 2018 22:01
Lagi, Gagal Jerat Oknum ASN ke Jalur Hukum

KM Diusulkan Sanksi Disiplin

Ketua Panwaslu Tarakan, Sulaiman.

PROKAL.CO, TARAKAN – Perhelatan Pilwali Tarakan tinggal menghitung hari, namun hingga kini Panwaslu Tarakan kembali gagal membawa kasus oknum aparatur sipil negara (ASN) yang diduga melakukan politik praktis di masa-masa kampanye para pasangan calon (paslon).

Mengingat jumlah PNS yang ada di Tarakan kurang lebih ada empat ribu dan posisinya yang strategis di tengah-tengah masyarakat. ASN merupakan kekuatan yang paling rentan dipolitisasi.

Sebagai abdi negara dan abdi masyarakat, ASN harus netral dan tidak melakukan aksi dukung-mendukung terhadap kontestan pilkada. Namun, bak ibarat masuk telinga kanan keluar telinga kiri, jargon itu sekadar dipandang sebelah mata sebagian oknum.

Tanpa efek jera nyata yang terlihat. Hal tersebut terbukti mendekati perhelatan pesta pilkada serentak. Oknum ASN kembali terlibat dalam black campign. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan kembali harus bekerja ekstra.

Baru-baru ini, oknum ASN berinisial KM sempat dibidik Panwaslu karena diduga terlibat black campign,  yang mana proses pemeriksaannya telah selesai dilakukan. 

Dari hasil pemeriksaan KM diketahui hanya sebagai staf tenaga operasional di salah satu instansi. Hal itu lah yang membuat Panwaslu Tarakan sulit untuk menggiringnya ke jalur hukum.

Padahal sebelumnya, Panwaslu bertekad untuk bisa membawa kasus KM ini ke jalur hukum. Lantaran potensi pelanggaran disiplin yang dilakukan KM sudah dipastikan ada. Namun, hal tersebut kembali gagal dilakukan. 

Ketua Panwaslu Tarakan Sulaiman mengungkapkan, KM telah dilakukan pemeriksaan intesif dengan tim Panwaslu. Adapun jabatannya hanya merupakan staf operasional.

“KM Sudah kita proses. Intinya untuk ASN untuk proses–proses kami tetap melakukan. Namun memang juga tetap mengutamakan hukuman disiplin bagi ASN,” ungkap Sulaiman.

Ditegaskan Sulaiman, pihaknya telah merekomendasikan KM untuk dikenakan sanksi disiplin ASN. Sama halnya dengan tiga oknum ASN sebelumnya. 

“Sanksi disiplin ASN sudah kita proses. Untuk proses pembuktian disiplin itu mudah sekali sebenarnya. Yang susah itu pembuktian pidananya. Karena harus dibuktikan unsur-unsurnya. Dan yang dilarang dalam hukum pidana itu kan sanksi pidananya disebutkan pejabat ASN,” bebernya.

Dijelaskan Sulaiman, pihaknya mengalami kesulitan untuk membuktikan karena jabatan ASN. 

“Sementara KM, ini hanya sekedar Staf tenaga operasional. Sehingga yah masih terus dilakukan pendalaman. Cuman untuk sanksi disiplin ASN itu sudah pasti kena,” pungkasnya. 

Sebelumnya, Pria berinisial KM, oknum ASN yang terlibat dalam black campaign di media sosial (Medsos) beberapa waktu lalu, membuat Bawaslu meradang. Pasalnya, baru saja selesai menindaklanjuti dan menyelesaikan kasus tiga oknum ASN yang terlibat dalam kampanye di salah satu paslon. Ternyata tidak cukup menjadi pelajaran bagi lainnya.

Ketua Bawaslu Tarakan Sulaiman mengungkapkan, saat ini pihaknya baru saja melakukan pemeriksaan terhadap dua dari tiga saksi yang dipanggil. Berkaitan dengan unggahan video kampanye di group WhatsApp.

“Saksi yang kami periksa  itu. Orang yang sempat ribut dengan KM, di group WhatsApp karena atas unggahan video kampanye untuk mengajak memilih salah satu paslon tersebut,” ungkap Sulaiman, usai temu media dalam rangka peran media massa dalam pengawasan losgistik dan kampanye Pilkada 2018 di kantor Panwaslu, Selasa (5/6).

Terpisah, Plt Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan, mengaku belum mendapatkan atau mengetahui langsung soal surat resmi  rekomendasi hukuman disiplin dari Panwaslu terkait pemeriksaan KM. Hanya saja dia sudah mengetahui proses yang sudah dilakukan terhadap KM.  

“Saya tahu aja. Untuk surat resminya saya belum tahu. Dan kemungkinan satu dua hari ini sudah di meja BKD itu suratnya,” ucap Arief.

Adapun soal hukuman disiplin, lanjut Arief, pihaknya akan melihat apakah indikasi yang dilakukan terbilang ringan, sedang atau kah berat.

“Kami lihat rekomendasi dari panwaslu. Tentunya di setiap kejadian seperti ini berbeda-beda sanksinya dan dipastikan berbeda sanksi yang sudah dijatuhkan keempat oknum ASN sebelumnya,” ucapnya. (eru/nri)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:18

Pasokan Listrik Segera Pulih Bertahap

TARAKAN – Proses pigging atau pembersihan pipa akhirnya rampung dilakukan…

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*