MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA
Rabu, 20 Juni 2018 15:22
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018
Mantan Wakil Wali Kota Ini Melempar Pertanyaan Jenius
BERI JAWABAN: Paslon memberi jawaban menyoal pertanyaan dari warga yang dirangkum panelis, tadi malam (19/6). FOTO: JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di Plaza Tarakan, Tarakan Barat, tadi malam. Sekira pukul 21.00 Wita, dengan dipimpin oleh moderator Prof. Dr. Adri Patton, debat dimulai. Pasangan pertama yang melakukan pemaparan visi dan misinya yakni paslon nomor satu Hj. Umi Suhartini dan Mahrudin Mado, disusul dengan paslon nomor 2 dr. Khairul dan Effendhi Djuprianto, lalu paslon nomor 3 H. Badrun dan Ince Rifai.

Terakhir paslon nomor 4 Ir. Sofian Raga dan Sabar Santuso. Pertanyaan selanjutnya dari Thamrin AD, mantan Wakil Wali Kota Tarakan terkait upaya menjaga toleransi beragama, budaya, dan etnis di Tarakan. Paslon nomor 1 menjawab, sesuai dengan misi membangun masyarakat terdidik dan cerdas dan toleran, pihaknya akan membangun toleran agar saling menghargai dan hormati.

“Melalui pendekatan para tokoh adat dan agama. Karena kita juga berada pada turunan antaretnis, kita sangat menjunjung tinggi, untuk implementasikan kepada masyarakat tidak ada kendala ataupun masalah, Tarakan dipastikan damai,” sebut paslon nomor 1. Pertanyaan selanjutnya berasal dari Joko, warga pelaku usaha kecil. Menurutnya usaha kecil dengan bantuan permodalan. Paslon nomor 2 menjawab jika usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) adalah pondasi ekonomi paling kuat.

“Oleh karenanya pemerintah harus bisa membina UMKM, kita bangun sentra industri kecil menengah terpadu, kita juga akan membangun program taman bermain ramah anak di setiap kelurahan. Sehingga nanti ke depannya UMKM bisa tumbuh dengan baik, UMKM juga harus difasilitasi dan dipromosikan, pemerintah tidak boleh diam harus bisa promosikan. Harus ada beberapa peran yang diberikan, untuk mendorong UMKM,” sebut Khairul. Maria Faulus, salah satu yang memberi pertanyaan seputar masa depan anak-anak pemulung. Badrun menjawab pendidikan memang masih menjadi keluhan tidak hanya pemulung, tapi juga banyak warga Tarakan.

“Banyak yang mengeluh terkait hal pendidkan, dalam Nawataka kita akan tuntaskan persoalan pendidikan, yang berkaitan dengan generasi yang akan datang, kita tuntaskan masalah pendidikan di Tarakan, tidak hanya formal, tapi juga pendidikan keahlian, kita akan berikan sertifikasi agar mereka dapat menjadi tuan rumah di rumah sendiri,” sebutnya. Pertanyaan masyarakat lainnya,

Rasmi berharap Wali Kota mendatang dapat meningkatkan peran perempuan di Kota Tarakan, seperti di bidang ekonomi dan politik. Sofian, dalam program strategis yang telah dijalankannya telah menempatkan hal-hal yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan. “Ada banyak produk kaum perempuan yang menjadi potensi ekonomi masyarakat kita, di sejumlah kawasan wisata, ada peran kaum perempuan. Sehingga perempuan punya peran yang sangat penting. Ini menjadi sesuatu yang harus kita lakukan, kita explore dan mendorong mereka berpartisipasi secara aktif, dan memposisikan perempuan bermanfaat di segala bidang,” kata Sofian. (ega/lim)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 14 September 2018 10:52

Harapkan Bantuan Semenisasi Jalan

Tarakan— Kondisi jalan yang berlubang dan rusak tentu mengganggu mobilitas warga yang melewatinya.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .