MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Juni 2018 15:06
Debat Kandidat Pilwali Tarakan 2018
Saling Lempar Pertanyaan, Jawaban Paslon Bikin Adem
ADU GAGASAN: Para paslon menjawab pertanyaan dari masing-masing paslon lain, tadi malam (19/6). FOTO: JOHANNY SILITONGA/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, ARAKAN - Mulai pukul 20.00 Wita, para pasangan calon (paslon) mulai memasuki panggung utama debat di Plaza Tarakan, Tarakan Barat, tadi malam. Sekira pukul 21.00 Wita, dengan dipimpin oleh moderator Prof. Dr. Adri Patton, debat dimulai. Pasangan pertama yang melakukan pemaparan visi dan misinya yakni paslon nomor satu Hj. Umi Suhartini dan Mahrudin Mado, disusul dengan paslon nomor 2 dr. Khairul dan Effendhi Djuprianto, lalu paslon nomor 3 H. Badrun dan Ince Rifai. Terakhir paslon nomor 4 Ir. Sofian Raga dan Sabar Santuso. Pada segmen keempat, setiap paslon diberi kesempatan untuk bertanya terhadap paslon lainnya. Kali ini, paslon nomor 4 bertanya tentang langkah strategi apa yang dilakukan untuk mewujudkan birokrasi dan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat. Melalui pertanyaan tersebut, paslon nomor urut 2 menyatakan bahwa pihaknya akan menerapkan manajemen perubahan terhadap penataan perundang-undangan, pengembangan sumber daya manusia, dan sebagainya. Menurut paslon nomor urut 3, pihaknya akan membangun kultur birokrasi yang baik yakni dengan beradaptasi kelembagaan yang disesuaikan dengan tuntutan pelayanan yang ada. Sementara itu, menurut paslon nomor urut 4 menyatakan bahwa pihaknya akan memberikan peluang karir yang sehat kepada birokrat di Tarakan. Selanjutnya, paslon nomor urut 1 memberikan pertanyaan terkait permasalahan listrik. Melalui hal tersebut, paslon nomor urut dua menyatakan bahwa listrik sudah dikelola pesero, untuk itu peran pemerintah Tarakan ialah dengan melakukan pengawalan yang lebih terhadap persoalan listrik, untuk itu menurutnya ke depannya ketersediaan listrik dapat menggunakan energi diesel. Menurut paslon nomor urut 3, pihaknya akan melakukan akselerasi dengan pemerintah pusat agar ada perencanaan yang matang. Sedang menurut paslon nomor 4, Tarakan harus ditopang paling sedikit 10 Megawatt untuk memenuhi kebutuhan listrik saat ini. Selain itu dengan memanfaatkan sumber daya gas yang berasal dari Tana Tidung. Pertanyaan paslon nomor 2 ialah tentang mengatasi angka kemiskinan di Tarakan. Menurut paslon nomor 3, ialah harus membangun investasi yang otomatis akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Menurut paslon nomor urut 1 menyatakan bahwa unruk memperoleh manfaat SDM yang berkualitas, pihaknya akan membuka lapangan kerja baru. Pertanyaan selanjutnya mengenai tujuan pembangunan milenium (millenium development goals), persamaan gender, hak kaum wanita, hal apa yang akan dilakukan? “Menjadi prioritas kita semua, di Tarakan memang sangat minim, di lembaga legistatif juga masih sangat minim wakil wanita, kita harus patut mendorong wanita berperan aktif dalam pembangunan pemerintahan, aktivitas perempuan wanita bisa terwadahi. Ini adalah bentuk komitmen untuk membangun dan memberikan partisipasi luas pada wanita dalam pembangunan kota, sehingga wanita di kota Tarakan harus diberikan dukungan penuh,” kata Sofian. Sementara Umi menjawab, perempuan berhak menduduki kepala negara, atau apapun dalam negara, tidak ada yang melarang. “Wanita bisa dan mampu mengerjakan seperti layaknya laki-laki,” kata Umi. Paslon nomor 2 menjawab, dalam aturan sudah diatur minimal 30 persen keterwakilan wanita, misalnya dalam parlemen. “Semua punya hak yang sama. Tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita. Wanita, apapun dilakukan, silakan, kita aplikasikan, keserataan gender harus kita hargai, dan kita dorong karena wanita punya hak yang sama dengan pria,” kata Khairul. Sementara Badrun menjawab adalah bentuk penghormatan kepada ibu-ibu, sehingga timnya mengusung agenda Nawataka. “Kesetaraan gender. Dalam hal terkait Nawataka yang merupakan breakdown sekaligus penjabaran, kita pastikan tidak akan ada diskriminasi di Kota Tarakan,” sebutnya. (*/shy/lim)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopir  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…

Kamis, 19 Juli 2018 11:21

Presiden Jokowi Belum Dipastikan Datang

TARAKAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:19

200 Pelanggan Alami Gangguan Token Listrik

TARAKAN – Tak hanya merasakan pemadaman listrik saja, masyarakat Tarakan juga sempat tidak bisa…

Kamis, 19 Juli 2018 11:17

Tiga Daerah Raih WDP

TARAKAN -  Tiga dari lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara mendapat opini Wajar Dengan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:16

Tak Penuhi Kuota, Selektif Pilih Bacaleg

TARAKAN – Bertambahnya jumlah daerah pemilihan (dapil) di Bumi Paguntaka membuat para legislator…

Kamis, 19 Juli 2018 09:56

Lapas Penuh, Hak Tahanan Tak Terpenuhi

TARAKAN - Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) cukup memprihatinkan. Tak hanya kapasitasnya, namun…

Kamis, 19 Juli 2018 09:48

Drainase Minim, Percepat Kerusakan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 63, Kelurahan Karang Anyar, Maria Renius mengatakan, belum lama ini beberapa…

Rabu, 18 Juli 2018 23:06

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TARAKAN – Mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok di Bumi Paguntaka, terutama menjelang pelaksanaan…

Rabu, 18 Juli 2018 11:50

Tambah Flight di Rakernas Apeksi

TARAKAN – Jelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Rabu, 18 Juli 2018 11:47

Karena Rindu Orang Tua, Pulang ke Tarakan Bermalam

Rasa kaget dan tidak percaya, ketika mendengar kabar bahwa Muhammad Riharja sudah berpulang menghadap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .