MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 20 Juni 2018 11:32
Pasca Lebaran Harga Masih Stabil
HARGA STABIL: Pasca lebaran IduLfitri, harga sembako perlahan mulai kembali normal dari sebelumnya mengalami kenaikan. RIKO ADITYA/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pasca lebaran Idulfitri, sejumlah harga sembilan bahan pokok (Sembako) yang diperjual belikan pegadang masih terbilang stabil. Hanya ada beberapa sembako yang memang sering mengalami kenaikan.

Keadaan tersebut, memang kerap terjadi apalagi dengan adanya perayaan hari-hari besar. Naik turunnya harga sembako pun dipicu hal tersebut.

Itu diakui sejumlah pedagang seperti yang diakui Linda, seorang pedagang sayur di Pasar Inhutani, Nunukan Utara. Ia mengaku harga kebutuhan pokok seperti sayur sudah kembali stabil. Padahal sebelum perayaan Idul Fitri, harga memang naik. Bahkan, kenaikan mencapai Rp 5 ribu.

“Sekarang sudah stabil lagi, memang biasa begini harga naik kalau ada hari besar. Setelah itu, kembali lagi normal harganya,” ujar Linda.

Linda mengungkapkan, harga-harga sembako yang sudah mengalami penurunan di antaranya bawang merah dan cabai. Sebelumnya hargnya mencapai Rp 35 ribu untuk satu kilogram (kg), saat ini sudah kembali ke harga Rp 23 ribu. Sementara cabai harganya juga kembali normal dinominal Rp 40 ribu yang sebelumnya capai Rp 45 hingga 50 ribu.

Selain Linda, Manto pedagang eceran yang ditemui media ini juga mengatakan hal yang sama, di mana harga sembako sudah kembali stabil. Seperti gula pasir dan minyak goreng, sebelumnya diketahui mengalami kenaikan harga dan sudah kembali normal saat ini.

“Kemarin sampai Rp 18 ribu kalau harga gula, sekarang sudah 14 ribu lagi. Kalau minyak makan kembali ke harga Rp 13 ribu dari yang sebelumnya Rp 17 ribu,” ungkap Anto kepada pewarta harian ini.

Anto juga mengaku, dari pengalamannya sebelumnya, harga memang akan kembali stabil pasca peyaraan hari-hari besar. “Buktinya sekarang turun lagi hargnya, jadi begitulah memang sudah tradisinya, naik kalau mau ada hari besar saja, nanti selesai, turun lagi harganya,” beber Anto. (raw/nri)


BACA JUGA

Selasa, 16 Oktober 2018 13:15

Tembakau Gorilla Jadi Target Polisi

NUNUKAN – Tembakau bermerek Gorilla yang mengandung 5-flouro ADB atau ganja sintesis diduga mulai…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:32

ASN Wajib Pakai Gas 12 Kg

NUNUKAN – Aparatur sipil negara (ASN) di perbatasan yang sampai saat ini menggunakan liquefied…

Selasa, 16 Oktober 2018 12:01

Pemerintah Tunggu Salinan Putusan PTUN

NUNUKAN – Asisten Administrasi Umum dan Pemerintahan Sekretariat Kabupaten (Setkab) Nunukan, Muhammad…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:59

Penanganan Anjing Liar Tunggu Perbup

NUNUKAN – Anjing liar yang sering menggangu pengguna jalan sampai saat ini belum juga tertangani.…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:57

WNI yang Ditangkap Aparat Malaysia Terverifi kasi

NUNUKAN – Empat orang WNI yang ditangkap aparat Malaysia saat operasi gabungan yang dilakukan…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:44

Data Warga Miskin Belum Akurat

NUNUKAN – Pemuktahiran data terpadu, khususnya data warga miskin yang dilakukan Dinas Sosial (Dinsos)…

Selasa, 16 Oktober 2018 11:26

Sebulan, Kasus Pencurian dan Pencabulan Mendominasi

NUNUKAN – Sepanjang bulan September lalu, kasus pencurian mendominasi tindak kriminalitas di Nunukan.…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:38

Karena Ini, Pedagang Lintas Batas Gelisah

NUNUKAN – Penangkapan oleh lintas instansi terhadap produk asal Malaysia di perbatasan Nunukan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:09

Empat Kurir Sabu Dituntut 18 Tahun

NUNUKAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Nunukan kembali menuntut empat orang…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:07

Krisis Keuangan Masih Jadi PR

NUNUKAN – Usia Kabupaten Nunukan telah menginjak angka 19 tahun, sejak berdiri 1999 silam. Kini…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .