MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 18 Juni 2018 11:24
THR HABIS, UTANG KEMUDIAN
int

PROKAL.CO, Momentum Lebaran pada perayaan Idulfitri memang selalu dinanti-nanti. Berbagai persiapan menyambut hari kemenangan umat muslim pada Jumat (15/6) lalu itu. Masyarakat pun menjadi lebih konsumtif memenuhi daftar kebutuhannya yang panjang.

 ----

SUDAH bukan rahasia umum, kebutuhan meningkat drastis jelang Lebaran. Mulai dari kebutuhan sandang, pangan, dan papan harus terpenuhi dalam waktu bersamaan. Hal ini memicu pengeluaran keuangan tidak terkendali, tunjangan hari raya (THR) pun seringkali tidak mencukupi. Alhasil usai Lebaran, banyak masyarakat yang harus dihadapkan dengan utang.

Salah satunya, Mawarni (bukan nama sebenarnya) ibu muda yang baru dikaruniai anak ini mengakui jika sebelum Lebaran dirinya  membeli motor baru dengan pembayaran sistem kredit. Hal itu dilakukannya, untuk menunjang mobilitasnya setiap hari. Dengan sistem uang muka rendah, Mawarni lantas tergiur.

“Beli motor ini baru seminggu sebelum Lebaran,  karena ada promo DP (uang muka) ringan, karena ada uang THR jadi enggak pikir panjang langsung ambil aja,  persyaratannya juga enggak susah,” ujarnya.

Ya, Mawarni berani mengambil motor dengan cicilan Rp 750 ribu/bulan, selama tiga tahun. Dengan penghasilan setiap bulannya, berkisar Rp 2.950.000/bulan.

“Tiga tahun nyicilnya. Kalau dihitung memang lebih mahal, tapi kalau beli cash kan enggak ada uangnya. Otomatis nanti setelah Lebaran ya cicilannya nambah lagi, sudah risiko,” tambahnya.

Hal yang sama juga dilakukan Ningsih. Ibu rumah tangga tiga anak ini mengaku mengajukan pinjaman dana pada perusahaan multifinance untuk pembiayaan anak sekolah. “Lebaran ini bertepatan sama anak masuk sekolah, apalagi anak saya ini masuk SMP banyak kebutuhannya. Kalau uang THR kan digunakan untuk kebutuhan hari raya, kalau ditambah biaya lain-lain ya tidak cukup. Makanya mau tidak mau harus ajukan pinjaman,” ungkapnya.

Euforia Idulfitri memang selalu disambut dengan meriah, berbagai macam makanan, dan aneka kue kering menghiasi meja ruang tamu. Tentu, itulah yang menjadi salah satu sumber pengeluaran tambahan yang meningkat drastis, ditambah pakaian dan perlengkapan rumah yang diperbaharui menjadi alasan banyak ibu rumah tangga yang mengajukan pinjaman dana, dengan jaminan emas bahkan BPKB kendaraan bermotor.

Perputaran ekonomi memang meningkat, mulai dari kebutuhan bahan pangan, biaya transportasi hingga pertukaran uang. Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIE Bulungan Tarakan Dr. Ana Sriekaningsih, S.E, M.M, mengatakan, selama Ramadan dan menjelang Lebaran tentu perputaran ekonomi ikut meningkat. Di mana kebutuhan masyarakat meningkat dibandingkan hari biasanya.

Apalagi harga kebutuhan pun ikut melambung tinggi. Maka dari itu, berdampak pada biaya pengeluaran masyarakat.

“Belum lagi kalau ada permainan harga, maka harus ada pemantauan dari dinas terkait supaya harga tidak melonjak,” tuturnya kepada Radar Tarakan.

Perputaran ekonomi selama Ramadan dan menjelang Lebaran ini tak hanya dipengaruhi adanya kenaikan harga sembilan kebutuhan pokok (sembako). Tetapi juga meningkatnya kebutuhan barang dibandingkan hari biasa.

Diakuinya konsumtif masyarakat di Kota Tarakan cukup tinggi. Hal ini dapat dilihat dari persiapan penyajian pangan. “Misalnya sehari-hari konsumsi daging tidak seberapa, tapi Lebaran pasti menambah stok yang biasanya 1 kilogram, tapi karena hari raya maka ada penambahan jumlah yang kita butuhkan,” lanjutnya.

Selain kebutuhan bahan pangan, menjelang hari raya masyarakat pun berburu baju Lebaran. Meski saat ini sedang marak berbelanja online karena pengaruh ekonomi digital atau penggunaan teknologi. Yang terkait industri electronic commerce (e-commerce), demand of consumer, dan transaksi non tunai.

“Ekonomi digital kan sudah tren di zaman sekarang. Karena tidak harus datang ke tempat, di rumah saja bisa mengunjungi beberapa online shop,” jelasnya.

Tak sampai di situ saja, mempercantik rumah saat menyambut hari raya cukup lekat pada masyarakat. Kebanyakan masyarakat mempunyai pikiran, Lebaran dirayakan sekali dalam setahun. Sehingga persiapannya pun cukup besar. Ia mengimbau konsumen dapat mengatur keuangan dengan bijak, untuk menghindari lilitan utang atau kehabisan anggaran.

“Jangan sampai habis Lebaran, terlilit utang karena pemaksaan. Harga ayam mahal, mungkin bisa diganti dengan ikan, toh tidak mengurangi momen Lebaran,” imbaunya.

Momen Lebaran juga turut berdampak pada meningkatnya pinjaman dana pada perusahaan multifinance. Salah satunya, Adira Finance Tarakan. CMH Adira Finance, Fery menyebut pada momentum Ramadan hingga menjelang Idulfitri pinjaman dana yang diajukan masyarakat meningkat hingga 80 persen. Hal ini tentu sudah menjadi pemandangan biasa untuk memenuhi kebutuhan yang kian meningkat drastis.

“Setiap tahun tren Ramadan dan Idulfitri memang meningkat, dampaknya memang cukup besar yaa bagi Adira sendiri, karena Adira bisa melayani dan membantu kebutuhan masyarakat Tarakan. Kebanyakan masyarakat mengajukan pinjaman dana, yang meningkat hingga 80 persen,” ujarnya.

Diakuinya, pinjaman dana yang diajukan tidak hanya untuk persiapan Lebaran. Namun juga untuk persiapan anak-anak masuk sekolah. Sebab, pada momen tahun ini berbarengan dengan penerimaan siswa sekolah tahun ajaran baru. “Selama bulan Ramadan ini yang dibutuhkan masyarakat dalam bentuk pinjaman dana, karena untuk persiapan Lebaran dan anak-anak masuk sekolah, itu yang paling banyak dan tinggi persentasenya,” ungkapnya.

Meski mengalami peningkatan, namun Fery menyebut jika dibandingkan tahun lalu, pada 2018 ini pinjaman dana mengalami penurunan sekitar 10 persen. “Untuk tahun ini menurun lebih sedikit dibandingkan tahun lalu, ya sekitar 10 persen,” singkatnya. (ega/*/one/lim)


BACA JUGA

Kamis, 19 Juli 2018 11:34

Ratusan Sopir Angkot Demo Tolak Grab

TARAKAN - Ratusan sopirĀ  angkot yang tergabung dalam SPTI dan sopir angkutan konvensional lainnya, Kamis…

Kamis, 19 Juli 2018 11:21

Presiden Jokowi Belum Dipastikan Datang

TARAKAN – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Kamis, 19 Juli 2018 11:19

200 Pelanggan Alami Gangguan Token Listrik

TARAKAN – Tak hanya merasakan pemadaman listrik saja, masyarakat Tarakan juga sempat tidak bisa…

Kamis, 19 Juli 2018 11:17

Tiga Daerah Raih WDP

TARAKAN -  Tiga dari lima kabupaten di Provinsi Kalimantan Utara mendapat opini Wajar Dengan…

Kamis, 19 Juli 2018 11:16

Tak Penuhi Kuota, Selektif Pilih Bacaleg

TARAKAN – Bertambahnya jumlah daerah pemilihan (dapil) di Bumi Paguntaka membuat para legislator…

Kamis, 19 Juli 2018 09:56

Lapas Penuh, Hak Tahanan Tak Terpenuhi

TARAKAN - Kondisi lembaga pemasyarakatan (lapas) cukup memprihatinkan. Tak hanya kapasitasnya, namun…

Kamis, 19 Juli 2018 09:48

Drainase Minim, Percepat Kerusakan Jalan

TARAKAN – Ketua RT 63, Kelurahan Karang Anyar, Maria Renius mengatakan, belum lama ini beberapa…

Rabu, 18 Juli 2018 23:06

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako

TARAKAN – Mengatasi lonjakan harga kebutuhan pokok di Bumi Paguntaka, terutama menjelang pelaksanaan…

Rabu, 18 Juli 2018 11:50

Tambah Flight di Rakernas Apeksi

TARAKAN – Jelang Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi)…

Rabu, 18 Juli 2018 11:47

Karena Rindu Orang Tua, Pulang ke Tarakan Bermalam

Rasa kaget dan tidak percaya, ketika mendengar kabar bahwa Muhammad Riharja sudah berpulang menghadap…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .