MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 14 Juni 2018 21:06
Gagal Lihat Hilal, Cahaya Matahari Lebih Kuat dari Bulan    
MENEROPONG:  Observer BMKG Tarakan bersama Penyelenggara Syariah Kemenag Tarakan saat melakukan pemantauan hilal di Taman Berlabuh Tarakan, Kamis (14/6).FOTO: RURY JAMIANTO/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO,  TARAKAN – Kementerian Agama Kota Tarakan melalui Penyelenggara Syariah berkolaborasai dengan BMKG serentak menggelar kegiatan pemantauan hilal (Rukyatul Hilal), Kamis (14/6) di Taman Berlabuh sekira pukul 18.00 Wita.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kemenag Tarakan, Shaberah mengatakan pemantauan hilal dilakukan sesuai intruksi Kemenag Pusat. Namun, karena keadaan cuaca yang tidak membaik. Pemantauan hilang terhalang cuaca.

“Karena sudah jelas kita tidak bisa melihat karena awan tebal. Yang penting kita sudah mencoba untuk melakukan pemantauan ini dengan dihadiri langsung oleh Kepala Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltara, Pengadilan Agama, BMKG, Pemkot serta Ormas Islam,”ungkap Shaberah.

Sementara itu, ditambahkan penyelenggara Syariah Kemenag Tarakan, H Sultan menuturkan dari hasil Rukyatul Hilal dapat disimpulkan jika  dalam penentuan hilal tidak dapat dilakukan di Tarakan. Sehingga sepenuhnya menunggu putusan dari Kementerian Agama Pusat.

“Kita tentunya berpatokan pada Kemenag Pusat dalam putusan ini,” jelasnya.

Sementara itu, Observer BMKG Tarakan  Hakim Mubasyir mengungkapkan penyebab utama tidak dapat dilakukannya pemantauan terhadap hilal dikarenakan faktor cuaca. Tarakan yang tidak memiliki musim kemarau maupun hujan. Sehingga menyebabkan pertumbuhan awan terus terjadi dan sangat tebal di arah barat.

“Padahal sebenarnya ketinggian bulan hari ini sudah enam derajat. Dan seharusnya sudah terlihat. Namun, karena cahaya matahari lebih kuat, sehingga bulan tidak kelihatan,” ungkap Hakim usai melakukan pemantauan di Taman Berlabuh.

Menurut Hakim juga, dari tahun ke tahun di wilayah Tarakan belum pernah bisa terlihat. Karena memang wilayah Tarakan pertumbuhan awannya terus menerus terjadi.

“Biasanya teman kami di BMKG tidak melihat di daerah seperti Kupang yang biasanya masuk dalam musim kemarau tidak terjadinya pertumbuhan awan. Selain itu juga didukung dengan peralaatan teleskop yang otomatic bukan manual,” ujarnya. Tak hanya membutuhkan alat canggih. Menurut Hakim juga dibutuhkan mata seorang observer hilal yang terlatih karena objek yang sukar dilihat. (eru/zia)

loading...

BACA JUGA

Minggu, 26 Mei 2019 13:00

Masih Rugi, Bagaimana PDAM Mau Sumbang PAD..?

  TARAKAN - Rencana pemerintah untuk mengubah status Perusahaan Daerah…

Minggu, 26 Mei 2019 12:57

Tujuan Zonasi Baik Adanya, Tapi...

  TARAKAN- Pengamat pendidikan Kota Tarakan, Tajuddin Noor mengatakan bahwa…

Minggu, 26 Mei 2019 12:56

Sistem Zonasi Dikeluhkan Orang Tua Murid

TARAKAN - Sistem zonasi yang diterapkan dalam dunia pendidikan, masih…

Jumat, 24 Mei 2019 10:48

Ditolak Negeri, Menyerah di Swasta

TARAKAN - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Tarakan pada Selasa…

Jumat, 24 Mei 2019 10:46

Koalisi Diprediksi Berubah Total

TARAKAN – Peta koalisi dari Pilgub 2015 diprediksi bakal berubah…

Jumat, 24 Mei 2019 10:46

Nuansa Berbagi Hangatkan Buka Puasa Bersama

Marhaban ya Ramadan. Suasana syahdu dan penuh keceriaan mewarnai buka…

Jumat, 24 Mei 2019 10:45

MMT Berbagi dan Beri Promo Ramadan

Kebersamaan karyawan dan para pimpinan PT Motor Mega Tano (MMT)…

Jumat, 24 Mei 2019 10:44

Hindari Calo Uang Kecil, BI Siapkan Kas Keliling

SELASA (21/5) pukul 16.00 WITA, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia…

Jumat, 24 Mei 2019 10:29

PH Minta Tersangka Dibebaskan

TARAKAN – Sidang praperadilan perkara sabu tangkapan Badan Narkotika Nasional…

Jumat, 24 Mei 2019 10:28

Wanita Pemilik H5 Dituntut Satu Tahun Penjara

TARAKAN – Wanita pemilik dua butir pil Happy Five (H5)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*