MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 14 Juni 2018 10:18
Lima WNA Dipulangkan
DIPULANGKAN: Salah satu WNA asal Malaysia memperlihatkan paspor sekali jalan dari imigrasi pada Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak, saat masih berada di Imigras Klas II Nunukan. IMIGRASI NUNUKAN UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Imigrasi Kelas II Nunukan akhirnya memulangkan lima Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia yang diamankan di Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Minggu (3/6) lalu. Itu dilakukan setelah atas imigrasi pada Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak menyambangi Imigrasi Nunukan untuk bertemu kelima WNA tersebut.

Kini kelimanya telah mendapatkan akuan cemas atau paspor sekali jalan dari Konsulat Jenderal Malaysia. Sehingga, kelima WNA tersebut dipulangkan ke Tawau melalui Pelabuhan Nunukan sekira pukul  menumpangi KM. Labuan Express, Sabtu (9/6) lalu.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (Kasi Wasdakim), Bimo Mardi Wibowo mengungkapkan, kelimanya telah dipulangkan pasca dikunjungi perwakilan dari Konsulat Malaysia.

“Ya, setelah dikunjungi perwakilan dari Konsulat Malaysia, mereka langsung dideportasi,” ungkap Bimo ketika dikonfirmasi Radar Nunukan, kemarin

Dijelaskan, sebelum mengambil keputusan memulangkan kelima WNA Malaysia tersebut, tentunya sudah melalui proses pemeriksaan. Setidaknya mereka sempat ditahan selama lima hari hingga akhirnya dipulangkan.

“Kami serahkan kepada konsulat jendral malaysia dan pemulangan mereka pun juga didampingi mereka (Konsulat jendral Malaysia, RED),” beber Bimo.

Kelima WNA tersebut diamankan lantaran masuk ke Indonesia tanpa dokumen saat aparat gabungan dari Polsek Sebuku, Koramil Sebuku dan Satgas Pamtas Yonif  621 memang sedang melakukan operasi gabungan.

Mereka berada di Desa Apas, lantaran mengaku bekerja sebagai pemasang lampu disalah satu Tempat Hiburan Malam (THM). Dari hasil pemeriksaan lima WNA yang identitasnya yakni Jeekyus, Unin, Glerance, Sevrynus dan Tudin tersebut mengaku bekerja di salah satu gudang THM di Desa Apas. Namun, saat dilakukan pemeriksaan, kelimanya tidak bisa menunjukan dokumen keimigrasian mereka.

Aparat gabungan pun memutuskan mengamankan mereka. Selanjutnya, langsung dilimpahkan ke Polres Nunukan untuk tindakan lebih lanjut. (raw/nri)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 11:56

Perdana, 63 Ton Menuju Korea Selatan

NUNUKAN – Budidaya rumput laut yang menjadi unggulan masyarakat Nunukan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:55

Dua WNI Dapat Tindakan Kekerasan

NUNUKAN – Dua WNI yang bekerja di Sabah, Malaysia, mendapatkan…

Jumat, 18 Januari 2019 11:54

WNI Dipulangkan Dari Kota Kinabalu

NUNUKAN – Sebanyak 150 orang buruh migran Indonesia (BMI) yang…

Jumat, 18 Januari 2019 11:53

Pilkades Batal Dilaksanakan

NUNUKAN – Pelaksanaan pemilihan Kepala Desa (Kades) terpaksa ditunda setelah…

Jumat, 18 Januari 2019 09:40

Usulkan Rp 134 Miliar untuk Pembangunan Bandara Krayan

NUNUKAN – Sejumlah Bandar Udara (Bandara) perintis di Krayan bakal…

Jumat, 18 Januari 2019 09:38

Jalan Poros Sebatik Bisa Dilewati Kembali

NUNUKAN – Jalan Bukit Keramat di Desa Bambangan, Kecamatan Sebatik…

Jumat, 18 Januari 2019 09:36

Perlu Pertimbangan Tak Terima Guru Honorer

NUNUKAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy telah…

Rabu, 16 Januari 2019 12:01

PLBN Butuh Lahan Tujuh Hektare

NUNUKAN – Pos Lintas Batas Negara (PLBN) akan dibangun di…

Rabu, 16 Januari 2019 11:59

DPUPRPKP Bertahap Lakukan Perbaikan Jalan

NUNUKAN – Jalan menuju Pantai Wisata Kayu Angin, Desa Tanjung…

Rabu, 16 Januari 2019 11:58

Februari, Gedung Lama Puskesmas Nunukan Tutup

NUNUKAN – Akibat situasi dan kondisi yang tidak memadai lagi,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*