MANAGED BY:
MINGGU
26 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Kamis, 14 Juni 2018 10:18
Lima WNA Dipulangkan
DIPULANGKAN: Salah satu WNA asal Malaysia memperlihatkan paspor sekali jalan dari imigrasi pada Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak, saat masih berada di Imigras Klas II Nunukan. IMIGRASI NUNUKAN UNTUK RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Imigrasi Kelas II Nunukan akhirnya memulangkan lima Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia yang diamankan di Desa Apas, Kecamatan Sebuku, Minggu (3/6) lalu. Itu dilakukan setelah atas imigrasi pada Konsulat Jenderal Malaysia di Pontianak menyambangi Imigrasi Nunukan untuk bertemu kelima WNA tersebut.

Kini kelimanya telah mendapatkan akuan cemas atau paspor sekali jalan dari Konsulat Jenderal Malaysia. Sehingga, kelima WNA tersebut dipulangkan ke Tawau melalui Pelabuhan Nunukan sekira pukul  menumpangi KM. Labuan Express, Sabtu (9/6) lalu.

Kepala Seksi Pengawasan dan Penindakan (Kasi Wasdakim), Bimo Mardi Wibowo mengungkapkan, kelimanya telah dipulangkan pasca dikunjungi perwakilan dari Konsulat Malaysia.

“Ya, setelah dikunjungi perwakilan dari Konsulat Malaysia, mereka langsung dideportasi,” ungkap Bimo ketika dikonfirmasi Radar Nunukan, kemarin

Dijelaskan, sebelum mengambil keputusan memulangkan kelima WNA Malaysia tersebut, tentunya sudah melalui proses pemeriksaan. Setidaknya mereka sempat ditahan selama lima hari hingga akhirnya dipulangkan.

“Kami serahkan kepada konsulat jendral malaysia dan pemulangan mereka pun juga didampingi mereka (Konsulat jendral Malaysia, RED),” beber Bimo.

Kelima WNA tersebut diamankan lantaran masuk ke Indonesia tanpa dokumen saat aparat gabungan dari Polsek Sebuku, Koramil Sebuku dan Satgas Pamtas Yonif  621 memang sedang melakukan operasi gabungan.

Mereka berada di Desa Apas, lantaran mengaku bekerja sebagai pemasang lampu disalah satu Tempat Hiburan Malam (THM). Dari hasil pemeriksaan lima WNA yang identitasnya yakni Jeekyus, Unin, Glerance, Sevrynus dan Tudin tersebut mengaku bekerja di salah satu gudang THM di Desa Apas. Namun, saat dilakukan pemeriksaan, kelimanya tidak bisa menunjukan dokumen keimigrasian mereka.

Aparat gabungan pun memutuskan mengamankan mereka. Selanjutnya, langsung dilimpahkan ke Polres Nunukan untuk tindakan lebih lanjut. (raw/nri)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 10:34

Puluhan CJH Terancam Batal Berangkat

NUNUKAN – Meskipun dapat tambahan kuota sebanyak 200 orang, namun…

Jumat, 24 Mei 2019 10:34

Makan Kue Bersama Usai Tarawih di Masjid

NUNUKAN - Warga perbatasan di Sebatik punya tradisi lain di…

Kamis, 23 Mei 2019 13:42

Pasar Murah Sasar Wilayah Terpencil

NUNUKAN – Dinas Perdagangan (Disdag) Nunukan kembali menggelar aksi pasar…

Kamis, 23 Mei 2019 13:40

Bayar Rp 500 Ribu untuk Satu Perahu

NUNUKAN – Pedagang lintas batas di Sebatik, harus membayar Rp…

Kamis, 23 Mei 2019 13:36
MA Anulir Putusan PN Tipikor Samarinda Atas Kasasi Kejari Nunukan

Budiman Kembali Diputus Bersalah

NUNUKAN – Mahkamah Agung (MA) RI mengabulkan permohonan kasasi Jaksa…

Rabu, 22 Mei 2019 10:11

Penumpang Keluhkan Keberadaan Anjing Pelacak

NUNUKAN – Penumpang tujuan Tarakan di Pelabuhan Lintas Batas Laut…

Rabu, 22 Mei 2019 10:09

ALHAMDULILLAH..!! 417 Warga Binaan Terima Remisi Idulfitri

NUNUKAN – Total 417 warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:08

SAYANG SEKALI..!! Bangunan Baru Tak Kunjung Digunakan

NUNUKAN – Gedung baru Pelabuhan Tunon Taka, hingga saat ini…

Rabu, 22 Mei 2019 10:06

Sita Sejumlah Senpi dan Sabu

NUNUKAN – Personel Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Nunukan…

Selasa, 21 Mei 2019 11:25

PLN Akui Sulit Alih Kelola PLTMG Sebaung

NUNUKAN – Kerusakan beberapa unit mesin di Pembangkit Listrik Tenaga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*