MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Juni 2018 12:46
Persoalan Birokrasi hingga Pelayanan Publik
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, PELAKSANAAN debat kandidat tinggal sepekan lagi. Untuk itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pertemuan bersama Polres, Dishub, tim pasangan calon dan pihak terkait merumuskan jalannya kegiatan debat kandidat.

Kepada Radar Tarakan, Ketua KPU Tarakan Teguh Dwi Subagyo mengatakan bahwa pada pelaksanaan debat kandidat yang akan diselenggarakan pada 19 Juni 2018 dibagi dalam enam segmen, yakni penyampaian visi misi, pendalaman visi misi, pertanyaan oleh satu paslon kepada paslon lain, pertanyaan dari panelis yang diundi serta closing statement dari masing-masing paslon.

“Mudah-mudahan ada titik kunci dan ending yang bisa menjadi kesimpulan bagi pemilih, siapa pilihan mereka nantinya,” jelasnya.

Dalam pelaksanaan debat kandidat kali ini akan memakan waktu selama 126  menit, yang dimulai dari pukul 20.00 hingga 22.30 Wita. Sementara itu, lima orang tim panelis dan moderator Teguh menuturkan bahwa pihaknya melibatkan dua universitas, yakni Universitas Borneo Tarakan (UBT) dan Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

“Lima orang panelis itu sudah bekerja dan hampir final. Pada saat debat nanti, empat panelis nanti akan memberikan pertanyaan, kemudian satu panelis akan menjadi moderator,” terangnya.

Pelaksanaan debat kali ini diberi tema reformasi birokrasi, pelayanan publik dan kesejahteraan rakyat (kesra). Sedang jumlah pendukung yang telah disepakati KPU dan pihak terkait, yang dapat hadir dalam pelaksanaan debat kandidat ialah 80 orang di luar paslon. Selanjutnya KPU hanya perlu mematangkan finalisasi debat, yakni dengan mematangkan lay out dan susunan acara secara detail.

“Tapi sebelumnya kami akan melakukan gladi bersih yang akan dilakukan sehari sebelum pelaksanaan debat,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Tim Pemenangan Sobat Makbul, S.E, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan pelaksanaan debat kandidat. “Makanya kami datang ke sini (pembahasan debat kandidat) untuk menyamakan persepsi. Kami punya calon incumbent, tentu sudah mengetahui jelas seluk beluk Tarakan,” bebernya.

Makbul juga mengatakan bahwa pihaknya telah siap melaksanakan kampanye akbar. Sementara itu, khusus juru kampanye pihaknya langsung melibatkan pasangan calon namun tetap dengan pendampingan ketua partai pendukung dan pengusung.

“Yang jelas kami akan membuat sesederhana mungkin karena intinya bagaimana masyarakat akan hadir dan ikut menghadiri kampanye akbar itu,” singkatnya.

Sementara itu, liaison officer (LO) pasangan calon Hj. Umi Suhartini dan Mahruddin Mado, Laode mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan rapat tim untuk menghitung jumlah tim yang akan dibawa saat pelaksanaan debat kandidat. Sementara itu, persiapan Umi dan Mahruddin dinilai Laode telah siap. “Kalau untuk materi, kami sudah siap untuk menghadapi debat. Bahkan dari jauh hari kami sudah siap,” ujarnya.

Laode mengatakan bahwa dirinya belum dapat menyebutkan figur yang akan menjadi jurkam, sebab hingga kini pihaknya belum melakukan pembahasan jauh terkait jurkam.

Khusus pembangunan panggung saat pelaksanaan kampanye akbar sama sekali tak membuat pihaknya kesulitan karena pihaknya sudah memahami kondisi KPU yang mengalami defisit anggaran.

Sama seperti sebelumnya, LO dari pasangan Dr. Khairul dan Effendhi Djuprianto (Oke), Mukhlis mengatakan bahwa pihaknya telah mempersiapkan untuk pelaksanaan debat kandidat, seperti materi khusus yang telah diprediksi akan muncul dalam pelaksanaan debat. “Kami siap ikut debat, dan memberikan pertanyaan kepada paslon lain,” tuturnya.

Berkaitan dengan kampanye akbar Mukhlis mengatakan bahwa dirinya belum dapat menyampaikan siapa saja figur yang akan menjadi jurkam dalam proses kampanye akbar. Namun kemungkinan besar pihaknya akan menerjunkan 5 hingga 10 jurkam khusus pasangan Oke.

“Kami lebih banyak menggunakan orang lokal, karena ini berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat Tarakan. Kalaupun ada dari luar, itu hanya perwakilan dari DPD partai politik,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Harian Tim Pemenangan H. Badrun dan Muhammad Ince Rifai (Bais), Hasan Basri mengatakan bahwa pihaknya akan membawa 80 orang untuk pelaksanaan debat kandidat nanti yang sesuai dengan perjanjian. “Awalnya kami mau orang yang dibawa sampai 100 atau 150 karena ruangan itu cukup luas, tapi dengan pertimbangan keamanan disepakati 80,” ucapnya.

Melalui hal tersebut, Hasan meyakini bahwa pasangan Bais akan mampu melakukan debat kandidat terutama pada pembahasan agenda kerja sembilan Nawataka gagasan Bais.

Menghadapi kampanye akbar, Hasan Basri mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan surat ke Polres Tarakan untuk meminta persetujuan kampanye akbar yang melibatkan kurang lebih 30 ribu massa, beberapa artis pendukung dan artis nasional.

Sementara itu, khusus juru kampanye pihaknya akan menghadirkan perwakilan tiga partai politik. “Jadi seperti itu sementara informasinya,” ucapnya.

Pelaksanaan kampanye akbar akan menjadi tanggungan paslon, melalui hal tersebut Hasan mengaku belum mengetahuinya. Sebab menurut sepengetahuannya, pelaksanaan kampanye akbar menjadi tanggungan KPU seperti sebelumnya.

“Saya belum dapat laporan dari KPU dan anggota saya yang menyatakan bahwa panggung itu ditanggung paslon. Jujur saja kalau itu dari paslon maka kami keberatan karena biasanya disiapkan oleh KPU,” tegasnya.

 

BOLEH DEBAT, ASAL TEPAT

Kasus perdebatan tim pasangan calon (paslon) melalui media sosial memang sudah menjadi polemik di masyarakat. Meski begitu, masih banyak saja tim paslon yang melakukan debat di media sosial. Seluruh tim paslon pun sepakat untuk tidak memperkeruh suasanya jelang pemilihan.

Koordinasi Organisasi dan Sumber Daya Manusia (SDM ) Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tarakan Jupri mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pantauan dan mengawasi media sosial. Namun yang menjadi kendala ialah laporan masyarakat yang hanya melalui media sosial, namun tidak langsung melapor kepada Bawaslu.

Jupri mengaku bahwa pihaknya memiliki personil yang kurang jika untuk melakukan pengamatan langsung di media sosial. Untuk itu, ia menginginkan keaktifan masyarakat yang lebih, sehingga jika menemukan dugaan pelanggaran, masyarakat langsung melakukan laporan lewat Bawaslu.

“Harusnya masyarakat lebih aktif. Jangan menyimpulkan sendiri. Apapun itu, langsung laporkan ke Bawaslu,” tegasnya.

Untuk menentukan kesalahan dalam perang lewat media sosial, Jupri menjelaskan bahwa pihaknya tidak serta merta menilai tindakan tersebut salah atau tidak, namun pihaknya akan melihat lebih lagi mengenai kasus dugaan pelanggaran tersebut. “Beda argumen itu baik, tapi jangan saling menjatuhkan karena akan berdampak ke pasangan yang lain,” bebernya. (*/shy/lim)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

PLTSa di Kunak, Kontribusi Rp 1 Miliar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya memilih Kawasan Usaha Peternakan (Kunak)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

Permen-KP 56, Bukan Pelarangan

TARAKAN- Terkait dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor…

Rabu, 20 Maret 2019 10:34

Dewi Yul Dituntut 18 Tahun Penjara

TARAKAN – Wanita cantik pengiriman sabu 1 kg yaitu Dewi…

Rabu, 20 Maret 2019 10:31

Putusan Inkrah, JPU Siap Lakukan Eksekusi

TARAKAN – Kasus perkara korupsi bahan mengajar dalam pelaksanaan Program…

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…

Selasa, 19 Maret 2019 11:35

Terdengar Letupan Usai Genset Mati

TARAKAN - Diduga adanya arus pendek listrik, satu rumah di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*