MANAGED BY:
KAMIS
21 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Juni 2018 12:34
Nihil Aduan THR Tak Dibayarkan
LAPORKAN : Para pekerja yang belum mendapatkan hak THR dapat melaporkan ke Satgas Peduli Lebaran di Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tarakan. JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Hari raya Idulfitri tinggal menghitung hari, beberapa perusahaan bahkan aparatur sipil negara (ASN) pun sudah diberikan tunjangan hari raya (THR). Pos Komando Satuan Tugas (posko satgas) Ketenagakerjaan hingga kini belum menerima aduan THR yang tidak terbayarkan.

Kepala Bidang Ketenagakerjaan di Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnaker) Tarakan, Hanto Bismoko mengatakan sejak Jumat (8/6) lalu, belum ada laporan dari buruh/pekerja yang merasa belum menerima THR hingga H-3 lebaran.

“H-7 kami tunggu tapi tidak ada laporan yang masuk, tapi tidak menutup kemungkinan makanya kami tetap menerima pengaduan,” tuturnya saat dikonfirmasi via telepon.

Berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan nomor 6 tahun 2016 tentang THR, perusahaan wajib membayar THR kepada pekerja/buruh selambat-lambatnya H-7 atau satu minggu sebelum hari raya. Di mana melalui posko ini, menerima pengaduan dari buruh/pekerja yang merasa tidak mendapatkan THR hingga lebaran tiba.

Sayangnya cuti bersama yang terhitung sejak 11 hingga 20 Mei mendatang, posko satgas pun ikut tutup pelayanan. Kendati begitu, Hanto menerangkan pelayanan tetap dibuka 24 jam untuk menerima pengaduan.

“Karena cuti, kantor ditutup. Tetapi kami menerima pengaduan melalui via telepon 24 jam, di kantor kami menempelkan kontak person yang dapat dihubungi jika ada yang melapor,” jelasnya.

Bila ditemukan adanya laporan dari buruh/pekerja, pihaknya segera menindak lanjuti dengan melakukan pendekatan atau sosialisasi kepada perusahaan tersebut.

“Kalau ada pengaduan, kami langsung turun ke lapangan. Kita lakukan pendekatan dahulu, sosialisasikan ke perusahaan,” lanjutnya.

Apabila perusahaan tetap tidak memberikan THR kepada buruh/pekerja, maka ditindak lanjuti dengan mengkoordinasikan kepada pengawas di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

Adapun sanksi tersebut, perusahaan akan dikenakan denda sebesar 5 persen dari total THR yang wajib dibayarkan pada buruh/pekerja. Kemudian, diberikan teguran tertulis dan ketiga adalah pembatasan kegiatan usaha.

“Tahun lalu ada, kalau memang perusahaannya tidak mampu membayar maka kita koordinasikan ke provinsi. Karena yang memberikan sanksi itu dari provinsi,” terangnya.

Bagaimana jika perusahaan terlambat membayar THR? Ia mengatakan sebenarnya tak masalah, apabila buruh/pekerja tersebut dapat memaklumi. Namun apabila buruh/pekerja merasa keberatan, maka dapat mengadukan ke Posko Satgas Ketenagakerjaan.

“Kalau karyawannya tidak masalah terlambat dibayar, tidak apa-apa. Kalau keberatan, silakan melapor,” ungkapnya.

 

THR ASN DICAIRKAN BERTAHAP

Sedangkan untuk ASN tahun ini sudah selesai dicairkan. Pemberian THR kepada 4000 ASN di Bumi Paguntaka, selesai diberikan sebelum cuti bersama yakni terakhir pada Jumat lalu.

Plt wali Kota Tarakan, Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan semua THR sudah disalurkan kepada seluruh ASN di Tarakan. Tetapi penyalurannya dilakukan secara bertahap, karena membutuhkan berbagai proses.

“Kemarin berproses, butuh waktu untuk dicairkan. Tetapi yang penting semuanya sudah dicairkan, sehingga semua dapat menikmatinya,” katanya.

Yang dicairkan juga bukan hanya THR, tetapi juga kepada insentif, TPP, gaji honor, dan semua yang harus dibayarkan sebelum hari raya Idulfitri. Untuk insentif dan TPP yang dibayarkan selama dua bulan yang tertunggak.

“Itu sisanya kemarin yang belum dibayarkan, jadi kami lunasin semuanya. Sehingga semuanya sudah selesai pada Jumat lalu,” ungkapnya.

Semua total yang dibayarkan untuk mencairkan berbagai keperluan untuk ASN, RT dan juga para honorer mencapai Rp 40 miliar. Dengan THR ASN yang totalnya mencapai Rp 13 miliar. Arief mengatakan semua itu memang harus dicairkan karena merupakan hak dan sudah seharusnya dilakukan pelunasan.

“Mereka juga membutuhkan, jadi kami berusaha agar dicairkan tepat waktu sebelum cuti bersama. Alhamdulilah, semua dapat selesai sebelum waktunya walau harus dilakukan secara bertahap,” jelasnya.

Sementara itu, salah seorang ASN yang telah bekerja selama sepuluh tahun lebih di sebuah sekolah di Tarakan, SS (47) yang enggan dikorankan namanya mengatakan sangat bersyukur karena TPP yang sempat tertunda dan juga THR dapat cair dibulan ini dan tidak lagi di tahan.

“Syukur lah semuanya sudah dicairkan, kemarin sempat was-was juga kalau sampai tidak dicairkan,” ungkapnya.

Karena untuk THR dan juga TPP sangat dibutuhkan untuk hari raya dan perlengkapan yang lainnya. Dirinya sendiri berharap agar gaji ke 13 nantinya juga akan dibayarkan seperti THR yang disalurkan tepat waktu, mengingat peserta didik juga akan masuk sekolah.

“Syukurlah sudah cair, pemerintah juga sudah mengusahakan. Walaupun untuk TPP sedikit terlambat, tapi kami syukur karena dapat dicairkan,” pungkasnya. (*/one/*/naa/nri)


BACA JUGA

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

PLTSa di Kunak, Kontribusi Rp 1 Miliar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya memilih Kawasan Usaha Peternakan (Kunak)…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

Permen-KP 56, Bukan Pelarangan

TARAKAN- Terkait dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor…

Rabu, 20 Maret 2019 10:34

Dewi Yul Dituntut 18 Tahun Penjara

TARAKAN – Wanita cantik pengiriman sabu 1 kg yaitu Dewi…

Rabu, 20 Maret 2019 10:31

Putusan Inkrah, JPU Siap Lakukan Eksekusi

TARAKAN – Kasus perkara korupsi bahan mengajar dalam pelaksanaan Program…

Selasa, 19 Maret 2019 11:40

Gas PGN Normal, Kok Listrik PLN Ngga Nyala-Nyala...

TARAKAN - PT Medco EP menjamin pekerja yang menjadi korban…

Selasa, 19 Maret 2019 11:38

Tak Ada Jaminan PLN Sampai Kapan Padam

SEHUBUNGAN dengan adanya insiden ledakan di Stasiun Pengumpul Gas Utama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*