MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Rabu, 13 Juni 2018 11:14
Bupati Respon Positif Program DPKP Kaltara

Upaya Mendorong Masyarakat Cintai Pangan Lokal

DORONG KEMBANGKAN PANGAN LOKAL: Bupati saat meninjau para pedagang langsung melihat jenis pangan yang ada di Pasar Tro Piah Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara beberapa waktu lalu. WIDAYAT/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, MALINAUBupati Malinau Dr. Yansen TP,M.Si menyambut dan merespon positif  atas uapaya Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara mendorong agar masyarakat di Kalimantan Utara cinta produk pangan lokal. Karena semua ini dalam mewujudkan keberhasilan pembangunan, terutama bidang pertanian, sangat diastikan memerlukan dukungan dari masyarakat. Sebab, masyarakat sebagai bagian dari basis pembangunan ke depannya.

Bupati Malinau juga menekankan agar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kaltara mampu menekankan dan menyakinkan, bagaimana masyarakat bisa diajak untuk membangun pertanian sebagai kekuatan yang ada di Kaltara. “Terlebih mayoritas kehidupan masyarakat di Kaltara, khususnya Malinau sebagian besar berasal dari petani juga,” kata Yansen TP.

Atas semua itu, Yansen TP menyampaikan tiga hal mendasar yang perlu dikemas sedemikian rupa. Yakni meningkatkan ekonomi daerah, peningkatan ekonomi kerakyatan dan menciptakan lapangan pekerjaan melalui kearifan lokal. Ketiga hal dasar ini harus menjadi acuan dalam pembangunan pertanian terutama produk pangan lokal. Program dari DPKP Kaltara, menurut Yansen, tentu tujuannya baik untuk membangun pertanian di Kalimantan Utara. Karena itu, ia berharap program ini menjadi daya dukung dan bentukannya juga dari produk-produk yang dimiliki masyarakat. “Artinya, itu mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat dan mendorong masyarakat lebih mencintai hasil pertanian lokal,” ujarnya.

Dikatakan, jika pertumbuhan hasil pertanian lokal ditekuni, peluang dengan cara mengkonsumsi atau mencintai produk lokal akan tumbuh. Seperti di Malinau saja, sebelum adanya program Rasda, daerah sangat bergantungan dengan kebijakan dan program dari pemerintah pusat. Saat daerah memiliki kebijakan sendiri, segenap instansi pemerintahan daerah maupun pihak swasta serta masyarakat didorong mewajibkan mengonsumsi produk lokal. “Sehingga perederan ekonomi di Malinau berputar karena menjual hasil-hasil pertanian mereka sendiri,” jelas Yansen TP.

Terlebih, sambung Yansen TP, Pemkab Malinau juga menyediakan anggaran melalui APBD untuk membeli produk petani seperti padi. “Hal ini sudah dapat dipastikan akan dinikmati para petani dan masyarakat lainnya juga,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kaltara, AM Santiaji Pananrangi mengatakan kampanye cinta produk pangan lokal salah satu upaya untuk mendorong masyarakat lebih memilih hasil-hasil pertanian yang ada di Kaltara. Diakuinya, Provinsi Kaltara ini banyak potensi yang dapat dikembangkan. Misalnya di Malinau ini, selain padi juga ada ada komoditas kopi lokal, kakau, pisang dan sebagainya. Jika dikemas sedemikian rupa, Kaltara ke depan bisa menjadi lumbung pangan nasional yang mampu memproduksi hasil-hasil pertanian. “Maka dari itu, kami juga meminta dukungan setiap daerah, agar bagaimana mendorong masyarakatnya dapat mencintai produk pangan lokal,” tukasnya. (ida/fly)

loading...

BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*