MANAGED BY:
SABTU
23 JUNI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Juni 2018 21:31
Harga Ayam Mahal
Buset!!! Harga Ayam di Tarakan Termahal se-Indonesia
MASIH MAHAL: Plt Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat yang turun melakukan inspeksi menemukan harga ayam masih mahal, melampaui HET, kemarin (12/6). FOTO: JOHANNY SILITONGA

PROKAL.CO,  

HARGA ayam melonjak naik. Pemerintah Kota Tarakan dan Pemprov Kaltara turun tangan. Pasalnya, harga ayam di pasar tradisional Tarakan tembus Rp 65-80 ribu per kilogram (kg). Di luar kewajaran, harga itu sekaligus menjadi yang termahal se-Indonesia. Seperti dikutip dari laman Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), harga ayam di Tarakan jauh lebih mahal dibanding harga ayam di Kaltim, Nusa Tenggara Timur hingga Kalimantan Tengah.

Pada 2017 lalu, kenaikan harga ayam paling tinggi Rp 50 ribu per kg. Lalu apa yang menyebabkan harga ayam ini mahal? Setelah dilakukan pemantauan di pasar tradisional Gusher di Jalan Gajah Mada, Selasa (12/6), harga ayam antara pedagang berbeda-beda.

Ada yang menjual Rp 60 ribu/kg hingga Rp 70 ribu/kg. Salah satu konsumen mengakui pernah menemukan pedagang yang menjual ayam hingga Rp 80 ribu/kg.

Ros, salah seorang pedagang yang ditemui di pasar Gusher mengatakan, tingginya harga daging ayam dikarenakan beberapa faktor. Seperti ukuran daging ayam yang kecil, stok yang menipis, bayar gaji pekerja dan belum lagi jika ayam yang dibeli ada yang mati.

“Kalau kami jual di harga Rp 38–Rp 40 ribu itu tidak bisa. Kami yang rugi. Belum lagi ukuran ayamnya yang kecil-kecil,” ungkap wanita yang sudah tiga tahun menjual ayam ini.

Ros juga mengungkapkan, jika di hari-hari normal, biasanya hanya menerima stok 25 ekor ayam saja. Namun, dengan ukuran yang besar. Jelang Idulfitri ia bisa mendapatkan stok sebanyak 150 ekor ayam. Namun, dengan ukuran yang lebih kecil.

“Enggak bisa kami jual segitu. Kami yang rugi. Palingan untungnya seribuan aja kalau dihitung-hitung,” jelasnya.

Mendengar langsung harga ayam yang melonjak naik itu, Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat yang langsung terjun ke lapangan bersama Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop-UKM) Tarakan Tajuddin Tuwo pun dibuat kaget.

“Saya sudah melihat langsung  harga ayam di Pasar Gusher ini saja berbeda-beda. Bahkan, dua hari lalu saya mendapatkan informasi jika harga ayam tembus Rp 70 ribu per kilogramnya. Artinya di sini harga ayam dijual sesuka-sukanya dengan memanfaatkan momentum Lebaran. Tentunya ini tidak boleh dilakukan. Kita punya aturan, dan jangan merugikan konsumen,” ungkap Arief yang ditemui saat melakukan inspeksi di Pasar Gusher, Selasa (12/6).

Dengan harga yang melambung ini, Arief  mengatakan nantinya Satgas Pangan dari Polres Tarakan akan turun langsung. “Jika ada pedagang yang memainkan harga yang melebihi dari Rp 45 ribu yang akan disita,” ucapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Diperindakop dan UMKM Kaltara Hj. Hasriani mengungkapkan, Senin (11/6) pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dalam rangka stabilisasi harga ayam jelang Lebaran. Yang terlibat dalam pertemuan di antaranya Disperindagkop Kaltara, Polres Tarakan, Disdagkop Tarakan, Bank Indonesia, Dinas Pangan, Pertanian, dan Peternakan Tarakan.

Pertemuan ini juga menghadirkan empat dari enam distributor ayam di Kota Tarakan, membahas kesepakatan bersama stabilisasi ayam. “Setelah kami melakukan rapat, memang adanya lonjakan  harga pada pedagang pasar karena kondisi suplai yang tidak sesuai dengan permintaan. Selain itu juga pedagang pasar memanfaatkan momentum hari besar dengan menaikkan harga ayam untuk meningkatkan pendapatannya,” ungkap Hasriani.

Tak hanya itu, Hasriani juga menyampaikan dari hasil rapat itu meminta kepada distributor ayam ras menjelaskan ke mitra dagangnya untuk menjual ayam pada harga Rp 45 ribu. Operasi pasar akan dilakukan ketika harga pasar ayam belum mencapai harga kesepakatan.

“Pada prinsipnya, ayam hidup yang dari distributor dan setelah dikeluarkan paling tinggi harga Rp 45 ribu per ekornya. Jadi tidak ada lagi harga ayam itu di harga Rp 60 ribu atau Rp 80 ribu,” bebernya.

Dalam penentuan harga ini, diungkapkan Hasriani, sempat terjadi perdebatan soal penetapan harga. Karena dianggap masih rendah. “Kami juga sempat berdebat dengan pedagang-pedagang di pasaran. Padahal jika berdasarkan aturan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 62 Tahun 2018  tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Ayam sebesar Rp 34 ribu. Dan ini kami buat kesepakatan di harga Rp 45 ribu. Seharusnya sudah menguntungkan dong,” jelasnya.

Menurut Hasriani, HET yang telah ditetapkan Pemkot Rp 45 ribu/kg. “Dikarenakan beberapa hal kondisi di daerah Kota Tarakan maka disepakati harga daging ayam ras sampai pada tingkat konsumen wajib pada harga maksimal Rp 45 ribu per kilogram,” ujarnya.

Dengan lonjakan harga daging ayam itu, Hasriani menilai harga ayam di pasar Tarakan dianggap keterlaluan. Harga ayam ini dinilai lebih tinggi dibanding Tanjung Selor dan Nunukan. “Kesempatan inilah pemerintah masuk, tidak boleh seperti itu. Dan harga ini menurut saya keterlaluan banget. Harga Rp 65 ribu aja sudah pusing apalagi harga Rp 80 ribu,” jelasnya.

Dengan adanya kesepakatan itu, nantinya Satgas Pangan Polres Tarakan akan bertindak yang juga sesuai instruksi dari Mabes Polri. “Per hari ini sampai hari H perayaan. Harga harus stabil,” tegasnya.

TINDAK OKNUM NAKAL

Tim Satgas Pangan pun berencana akan melakukan pengecekan terkait dengan naiknya harga daging ayam ini. Lantaran, petugas mencium dugaan adanya permainan harga yang dilakukan oknum tak bertanggungjawab.

“Kami sudah datang ke distributor-distributor ayam. Sore ini (kemarin, Red) kami lakukan pengecekan ke pedagang pasar untuk mengecek harga dan memberitahukan untuk tidak menjual ayam di atas HET,” ungkap Ipda Denni Mardianto, S.H, Tim Satgas dari Polres Tarakan.

“Kami sudah berkoordinasi Tim Satgas lainnya. Karena kepolisian juga terlibat dan bertanggung jawab dalam menjaga stabilitas harga pangan di wilayah kita. Dan jika kami menemukan ada pedagang yang naikkan harga, maka akan kami berikan sanksi tegas,” jelasnya.

Adapun saksi tegasnya, dijelaskan Denni berupa teguran tertulis sampai pencabutan izin usaha. “Kami akan pantau itu. Dan kami harapan tidak ada lagi ada pedagang yang menjual ayam di harga Rp 60–80 ribu per kilogram,” tegasnya.

 

Kepala Disperindagkop dan UMKM Kaltara Hartono menyampaikan, dari pantauan petugas di lapangan kenaikan mencapai Rp 60 ribu per kg dari harga Rp 45 ribu. “Untuk sementara sembako aman. Yang mengalami kenaikan harga itu daging ayam,” ujar Hartono, Selasa (12/6).

Dijelaskan, harga daging ayam Rp 45 ribu per kg di Tanjung Selor dipastikan bakal bertahan. Sebab, harga tersebut ditetapkan penjual dan distributor dan berjanji tidak menaikkan harga. “Ada kesepakatan bersama terkait harga. Jika dibanding sebagian daerah Kaltara masih di atas. Seperti Bandung Rp 40 hingga Rp 42 per kg. Sanksinya secara bertahap diberikan kepada oknum,” tegasnya.

Lanjutnya, kenaikan harga ini dipicu stok yang begitu minim. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat jelang Idulfitri, sebagian didatangkan dari luar Kaltara. “Stok kosong, jadi untuk memenuhi diambil dari luar daerah. Itu cukup jauh. Dan selama ini mendatangkan dari Berau, Kaltim,” ungkangkapnya.

Dijelaskan, terkait kenaikan harga di daerah menjadi perhatian bagi pemerintah pusat. Sehingga, pengawasan dari pusat terhadap daerah juga terus dilakukan. Untuk itu, melalui Disperindagkop Kaltara, setiap harinya melaporkan ke pusat terkait kondisi harga sembako di lima kabupaten/kota di Kaltara.

LIMA TON DAGING BEKU DIDATANGKAN

Disdagkop-UKM sejak Senin (11/6) telah mendatangkan lima ton daging beku dari Surabaya, Jawa Timur. Untuk mengakomodir konsumen yang berpaling dari ayam karena harga yang melonjak tinggi.

Kepala Disdagkop-UKM Tarakan Tajuddin Tuwo mengungkapkan, daging beku yang sudah dijual melalui operasi pasar dijual dengan harga Rp 45 ribu. Ayam beku ini dijual di tiga lokasi. Masing-masing di daerah Kelurahan Selumit Pantai, Beringin, Disamping Mako Lantamal XIII, dan STB. Dan beberapa supermarket di Kota Tarakan.

“Kemarin kami distribusikan ayam beku sebanyak 1 ton habis. Hari ini dan besok kami akan mendistribusikan lagi ayam beku masing-masing sebanyak 2 ton,” ujarnya.

Sehingga dari total daging beku yang didatangkan ada lima ton ayam beku yang disiapkan menjelang lebaran ini. “Ini upaya kita untuk menekan harga ayam di pasaran yang mencapai Rp 65 ribu per kilogram. Sementara untuk daging beku hanya kami jual Rp 45 ribu per kilogram,” bebernya.

Tajuddin mengatakan, masyarakat jangan khawatir dengan ayam beku yang dijual ini. Ayam halal dan dilabeli di kemasannya. “Kami juga sudah suruh jual ayam beku tidak mau. Padahal kami berikan harga ayam beku kepada pedagang dengan harga Rp 40 ribu per kilogram dan dijual kepada konsumen Rp 45 ribu per kilogram jadi pedagang ada untuk Rp 5 ribu,” bebernya.

Sementara itu salah satu pedagang di Ghuser saat ditanyakan, apakah berniat untuk membeli daging beku? Dikatakannya ia masih ragu akan kehalalannya.

“Mending daging ayam potong yang segar. Soalnya kalau daging beku kami bingung siapa yang potong,” ucap wanita yang enggan namanya dikorankan ini. (eru/akz/lim)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 21:37

Setelah ASN, Ketua RT pun Harus Disorot

TARAKAN – Keterlibatan KM yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) dalam black campaign menambah…

Jumat, 22 Juni 2018 19:10

Harapkan Hasil Penelitiannya Dimanfaatkan Masyarakat

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar asal Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).Novita…

Jumat, 22 Juni 2018 13:46

Layaknya Anyaman Dipersatukan dengan Silaturahmi

Biasanya sepekan setelah Idulfitri, sebagian umat muslim khususnya berdarah suku Jawa selalu melaksanakan…

Jumat, 22 Juni 2018 13:37

SIMPATISAN YANG HADIR SESUAI PREDIKSI

TARAKAN – Tahapan kampanye akbar pasangan calon (paslon) nomor dua Khairul dan Effendhi Djuprianto…

Jumat, 22 Juni 2018 13:28

Menpan-RB Lakukan Sidak Online

TARAKAN – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur…

Jumat, 22 Juni 2018 13:22

Nekat..!! ASN di Tarakan Lakukan Kampanye Hitam

TARAKAN- Oknum ASN yang diduga terlibat dalam black campaign yakni KM memang tidak dijerat ke ranah…

Jumat, 22 Juni 2018 13:18

Belum Ada Pendatang, Urus Administrasi Kepindahan

TARAKAN – Puncak arus balik ke Kaltara melalui Tarakan menggunakan jalur transportasi udara memang…

Jumat, 22 Juni 2018 12:49

Empat Hari Persiapkan Logistik TPS

TARAKAN – Mendekati hari pencoblosan pemilihan kepala daerah (Pilkada) wali kota dan wakil wali…

Kamis, 21 Juni 2018 22:32

Pelaku Politik Uang Kabur

TARAKAN – Hari H Pilwali Tarakan semakin dekat. Di sisa-sisa masa kampanye, Panwaslu harus ekstra…

Kamis, 21 Juni 2018 14:45

Tambah Cuti, TPP Siap Dipotong

TARAKAN - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Asman Abnur kembali…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .