MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Juni 2018 18:22
Tidak Ada Antisipasi Khusus

Angka Pendatang Diprediksi Sama seperti Tahun Lalu

KEDATANGAN: Urbanisasi dimungkinkan akan terjadi bersamaan dengan arus balik pasca libur panjang perayaan Idul Fitri. Tampak aktivitas kedatangan penumpang di Pelabuhan Kayan II Tanjung Selor. Foto: Rachmad Ramadhani/ Radar Kaltara

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR - Pergerakan urbanisasi atau perpindahan penduduk dari daerah lain ke Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) diprediksi akan sama seperti tahun-tahun sebelumnya.

Urbanisasi yang umumnya terjadi bersamaan arus balik pasca liburan panjang baik perayaan Hari Raya Idul Fitri termasuk akhir tahun tersebut, ke provinsi ke -34 ini tidak terlalu signifikan.

Pemprov Kaltara melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) pun tidak menyiapkan langkah antisipasi secara khusus perihal pegerakan perpindahan penduduk ini.

Kepala Disdukcapil Kaltara, Samuel Parrangan mengatakan, sudah sejak tahun -tahun sebelumnya. Artinya bukan hanya tahun ini perpindahan itu terjadi. "Pengalaman - pengalaman yang lalu tidak terlalu mengantisipasi hal- hal semacam itu," jelas Samuel kepada Radar Kaltara melalui sambungan seluler miliknya, Selasa (12/6).

Walau demikian Disdukcapil Kaltara, tetap sigap untuk aspek pelayanan kemungkinan urbanisasi tersebut datang ke Kaltara dengan tujuan menetap lama atau pindah secara permanen.

Capil akan memberikan pelayanan prima terhadap masyarakat urban yang datang membawa surat pindah dari daerah asalnya. "Sementara yang hanya datang untuk kerja atau sekadar berliburan tetap harus lapor ke RT setempat di mana tinggal," tegasnya.

 

Dikatakan Samuel, sebagai provinsi baru yang juga terdapat hanyak perusahaan swasta baik sektor perkebunan mau pun pertambangan termasuk potensi pengelolaan sumber daya alam (SDA) seperti pertanian rumput laut, membuat Kaltara menjadi tujuan penduduk luar Kaltara.

Samuel mencotohkan di  Kabupaten Nunukan saat musim panen rumput laut maka banyak ditemukan pendatang baru. Namun keberadaanya hanya bersifat sementara. "Kalau musim selesai mereka kembali lagi ke daerah asalnya," imbuh dia.

Terkait ini lanjutnya, Disdukcapil Nunukan pernah melakukan razia yang tujuannya hanya bersifat untuk mengarahkan agar lebih tertib administrasi. Saat razia tidak ada penindakan melainkan lebih kepada sosialisasi. "Saat razia ditawari mau pindah atau hanya sementara waktu saja. Intinya mau menetap atau tidak harus melapor ke aparatur setempat," papar Samuel.

Kedatangan pendatang baru ini tambah dia, tidak perlu terlalu dipersoalkan. Pertama penduduk Kaltara dirasa masih belum begitu padat sebagaimana hanya provinsi lain. Bahkan sangat dimungkinkan perlu ada dorongan untuk peningkatan pertumbuhan penduduk di provinsi bungsu ini.

Tetapi segala sesuatu kemungkin adanya hal yang tidak diinginkan sebagai dampak negatif dari arus urbanisasi ini tetap menjadi atensi Disdukcapil Kaltara. "Catatannya tetap tunduk pada prosedur administrasi kependudukan," pungkasnya. (isl/nri)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 02 September 2015 10:17

Lagi, Warga Belakang BRI Diciduk

<p><strong>&nbsp;TARAKAN &ndash;</strong> Beberapa kali lolos dari incaran…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*