MANAGED BY:
SENIN
20 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Juni 2018 14:56
Minim Laporan Masyarakat
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Selama tahapan kampanye Pilwali Tarakan diduga banyak ditemukan pelanggaran, namun tahapan ini dianggap tahapan yang paling anteng. Laporan ke Panwaslu Tarakan masih minim. Kesadaran melaporkan dari masyarakat juga sangat kurang.

Koordinasi Organisasi dan sumber daya manusia (SDM ) Panwaslu Kota Tarakan, Jupri mengatakan bahwa jika menemukan dugaan pelanggaran, setiap masyarakat harusnya melapor bukan membuatnya sebagai status di media social. Hal ini sangat disayangkan pihaknya.

“Mereka lebih cepat melapor di medsos daripada kepada kami, sementara kami membutuhkan laporan dari masyarakat karena kalau hanya mengandalkan petugas tidak akan mencukupi,” ujarnya.

Nah dalam melakukan proses laporan, masyarakat hanya perlu mengunjungi sekretariat Panwaslu dengan membawa bukti dokumentasi serta identitas pelapor. Jika masih kurang, maka Panwaslu akan mengarahkan berkas yang harus dipenuhi perlapor.

“Walaupun informasi dari masyarakat kurang bukti, tapi kami tetap bisa jadikan informasi awal,” jelasnya.

Selanjutnya, laporan dari masyarakat akan diselidiki pihaknya untuk melihat kebenaran laporan tersebut. Namun, jika hanya sebagai temuan awal, maka Panwaslu hanya memiliki 7 hari batas waktu untuk mendapatkan bukti.

Khusus masyarakat yang takut untuk melakukan laporan, Jupri mengatakan bahwa segala kerahasiaan pelapor akan dirahasiakan oleh Panwaslu sehingga tetap aman. Diakuinya juga saat ini memang sudah memiliki laporan dari masyarakat, hanya saja masih bersifat temuan, sehingga hanya beberapa yang berhasil diproses pihaknya.

Untuk itu, jika menemukan dugaan pelanggaran, maka pihaknya menginginkan kesadaran masyarakat untuk melakukan laporan agar tidak menjadi isu yang terus menerus berkembang di masyarakat, sehingga akan menjadi bias di masyarakat.

“Kalau sudah jadi hoax akan jadi masalah lagi. Kalau memang ada dugaan pelanggaran, segera laporkan,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini anggota Panwaslu berjumlah 3 orang yang berasal dari tingkatan kota, sedang pengawas lapangan yang bertugas di kelurahan berjumlah 20 orang yang tersebar di 20 kelurahan. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah melantik 300 pengawas TPS. (*/shy/nri)


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 13:29

Masih Pada Tahan ‘Napas’

Usai pemilihan umum (pemilu) presiden dan anggota legislatif serentak pada…

Senin, 20 Mei 2019 13:28

Masjid Daarussa’aadah, Konstruksi Mirip Rumah Adat

Ragam ciri masjid di Kota Tarakan. Tak hanya bergaya Timur…

Senin, 20 Mei 2019 13:25

Empat Periode Berkat Doa Mustajab Seorang Ibu

Menjabat empat periode sebagai salah seorang wakil rakyat, tak semua…

Senin, 20 Mei 2019 12:55

Sopir Minibus Terbakar Belum Datangi Polisi

TARAKAN-Perkara terbakarnya satu minibus berwarna hitam di Jalan Kusuma Bangsa…

Senin, 20 Mei 2019 12:52

Minim Penyiringan Tanah, Timbunan Terbawa Air

TARAKAN -  Beberapa item pembangunan di lingkungan RT 59, Kelurahan…

Senin, 20 Mei 2019 11:35

Partai Kecil Wait and See

TARAKAN – Partai Persatuan Indonesia (Perindo) merupakan satu dari tiga…

Senin, 20 Mei 2019 11:34

Penyelesaian Cinema XXI Sudah 85 Persen

TARAKAN – Dari luar gedung Grand Tarakan Mall (GTM) terlihat…

Senin, 20 Mei 2019 11:33

Jelang Mudik, Penambahan Kapasitas 76 Persen

TARAKAN – Menghadapi lonjakan penumpang, khususnya perantauan  yang ingin pulang…

Senin, 20 Mei 2019 11:32

Masjid Fastabiqul Khairat Dibangun dari Donasi Warga Tionghoa

Masjid Fastabiqul Khairat merupakan salah satu masjid terbesar Kelurahan Lingkas…

Senin, 20 Mei 2019 11:30

Effendhi: Lewat Doa, Mereka Rindu Orang Tua

Berkumpul dan berbuka bersama keluarga di Bulan Ramadan merupakan sebuah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*