MANAGED BY:
RABU
16 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Selasa, 12 Juni 2018 14:56
Minim Laporan Masyarakat
ILUSTRASI/INT

PROKAL.CO, TARAKAN – Selama tahapan kampanye Pilwali Tarakan diduga banyak ditemukan pelanggaran, namun tahapan ini dianggap tahapan yang paling anteng. Laporan ke Panwaslu Tarakan masih minim. Kesadaran melaporkan dari masyarakat juga sangat kurang.

Koordinasi Organisasi dan sumber daya manusia (SDM ) Panwaslu Kota Tarakan, Jupri mengatakan bahwa jika menemukan dugaan pelanggaran, setiap masyarakat harusnya melapor bukan membuatnya sebagai status di media social. Hal ini sangat disayangkan pihaknya.

“Mereka lebih cepat melapor di medsos daripada kepada kami, sementara kami membutuhkan laporan dari masyarakat karena kalau hanya mengandalkan petugas tidak akan mencukupi,” ujarnya.

Nah dalam melakukan proses laporan, masyarakat hanya perlu mengunjungi sekretariat Panwaslu dengan membawa bukti dokumentasi serta identitas pelapor. Jika masih kurang, maka Panwaslu akan mengarahkan berkas yang harus dipenuhi perlapor.

“Walaupun informasi dari masyarakat kurang bukti, tapi kami tetap bisa jadikan informasi awal,” jelasnya.

Selanjutnya, laporan dari masyarakat akan diselidiki pihaknya untuk melihat kebenaran laporan tersebut. Namun, jika hanya sebagai temuan awal, maka Panwaslu hanya memiliki 7 hari batas waktu untuk mendapatkan bukti.

Khusus masyarakat yang takut untuk melakukan laporan, Jupri mengatakan bahwa segala kerahasiaan pelapor akan dirahasiakan oleh Panwaslu sehingga tetap aman. Diakuinya juga saat ini memang sudah memiliki laporan dari masyarakat, hanya saja masih bersifat temuan, sehingga hanya beberapa yang berhasil diproses pihaknya.

Untuk itu, jika menemukan dugaan pelanggaran, maka pihaknya menginginkan kesadaran masyarakat untuk melakukan laporan agar tidak menjadi isu yang terus menerus berkembang di masyarakat, sehingga akan menjadi bias di masyarakat.

“Kalau sudah jadi hoax akan jadi masalah lagi. Kalau memang ada dugaan pelanggaran, segera laporkan,” katanya.

Untuk diketahui, saat ini anggota Panwaslu berjumlah 3 orang yang berasal dari tingkatan kota, sedang pengawas lapangan yang bertugas di kelurahan berjumlah 20 orang yang tersebar di 20 kelurahan. Tak hanya itu, pihaknya juga sudah melantik 300 pengawas TPS. (*/shy/nri)


BACA JUGA

Selasa, 15 Januari 2019 19:20

Yos Sudarso Gugur Bersama Tiga KRI dengan Heroik

TARAKAN – Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Danlantamal) XIII Laksamana…

Selasa, 15 Januari 2019 14:04

Tiket Pesawat Mahal, Beralih ke Jalur Laut

TARAKAN - Kenaikan harga tiket pesawat membawa dampak luas kepada…

Selasa, 15 Januari 2019 14:01

Merasa Cukup dengan Langganan Carteran

Ojek pangkalan (opal) menjadi salah satu alternatif transportasi masyarakat. Juga…

Selasa, 15 Januari 2019 13:58

Keluarga Korban Menagih Janji Polisi

TARAKAN - Kesedihan masih bergelayut di kediaman almarhumah Rahma (77)…

Selasa, 15 Januari 2019 13:27

Dua Pekan, Tujuh Pelaku Kejahatan Dibekuk

TARAKAN – Kinerja Satreskrim Polres Tarakan patut diacungi jempol. Dua…

Selasa, 15 Januari 2019 13:25

Millennial Road Safety, Upaya Kepolisian Tekan Angka Lakalantas

TARAKAN – Tinggi angka kecelakaan lalu lintas khususnya di Tarakan,…

Selasa, 15 Januari 2019 13:13

Dibutuhkan Relawan Demokrasi

MASIH ada segelintir masyarakat yang belum mengetahui adanya Pemilu 2019.…

Selasa, 15 Januari 2019 13:11

Jalan Utama Sempit Dilewati

TARAKAN – Infrastruktur jalan selalu saja disoroti warga. Bagaimana tidak,…

Senin, 14 Januari 2019 15:28

“Kenaikan Harga Masih Batas Normal”

TARAKAN – Tarif pesawat yang melambung, satu persatu akan turun…

Senin, 14 Januari 2019 15:26

Darurat, Setop Gunakan Kantong Plastik

TARAKAN – Persoalan penggunaan plastik masih tinggi di Bumi Paguntaka.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*