MANAGED BY:
SELASA
16 OKTOBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Juni 2018 19:47
Stok Aman, tapi Harga ‘Selangit’

Antisipasi dengan Menjual Daging Ayam Beku

SIDAK: Disperindagkop-UMKM Kaltara, dan Disdagkop-UKM Tarakan, bersama Dinas Peternakan Kota Tarakan, langsung mendatangi sejumlah penjual daging ayam potong di Pasar, Tenguyun untuk mencari tahu penyebab kenaikan harga daging ayam. Foto: Mega Retno Wulandari/ Radar Tarakan

PROKAL.CO, TARAKAN – Jelang Lebaran harga kebutuhan kian meningkat, termasuk harga daging ayam yang diperkirakan naik hingga 100 persen yakni Rp 60 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram (kg). Padahal sebelumnya harga daging ayam sekitar Rp 38 ribu per kg.

Salah seorang warga Selumit Pantai Maimunah (40) saat ditemui mengeluhkan harga ayam yang naik. “Harganya naik selangit, padahal saat Ramadan saya sempat beli untuk stok di rumah sekitar Rp 30 ribu,” ungkap ibu lima anak ini.

Tak hanya itu, jika kondisi harga yang masih tinggi, dia berrencana akan membeli daging ayam beku. “Kebetulan ada keluarga yang mau datang ke Tarakan, kalau harganya masih tinggi saya rencana mau nitip saja,” jelasnya.

Salah satu pedagang daging ayam potong yang turut mengeluhkan kenaikan harga ayam di Pasar Boom Panjang Karti menuturkan  kenaikan yang signifikan kali ini mempengaruhi omzet penjualannya yang turun hingga 50 persen.

“Ya kaget juga, harganya bisa naik cepet kayak gini. Biasanya orang beli bisa 10 kg, sekarang cuman 5 kg aja rata-rata. Belum lagi di perotes sama pembeli, ya mau bagaimana lagi dari distributornya memang sudah naik,” sebutnya.

Sebelumnya, harga daging ayam normal untuk yang bersih dijual Rp 40 ribu/kg, sedangkan daging ayam potong kotor Rp 34 ribu – 38 ribu/kg.

Kenaikan harga daging ayam potong diharapkan dapat segera diatasi pemerintah. “Kalau bisa segera diatasi lah ini, ngeri betul harganya. Apalagi mau Lebaran banyak pengeluaran,” harapnya.

Menyikapi hal tersebut, Dinas  Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (Disdakop-UKM) Kota Tarakan, dan Kaltara, bersama perwakilan Dinas Peternakan Kota Tarakan, langsung melakukan sidak harga daging ayam potong di pasar tradisional Tenguyun, Boom Panjang.

Kepala Seksi Perlindungan Konsumen, Disperindagkop dan UMKM Kaltara, Septi Yustina Marthin menyebutkan, kenaikan harga daging ayam potong saat ini belum diketahui pasti, sebab dari tinjauan lapangan stok ayam potong masih cukup hingga Lebaran nanti.

“Kami baru periksa harga ayam, dari peternak stok memang agak kurang tapi cukup sampai Lebaran, inilah kami mau cari tahu dulu solusinya untuk menekan harga daging ayam agar tidak terus melonjak naik,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, sebelum melakukan sidak ke Tarakan dia beserta tim sudah melakukan survei di pasar tradisional yang ada di Tanjung Selor, harga daging ayam potong pun juga mengalami kenaikan. Namun lebih rendah jika dibandingkan Tarakan.

“Sebelum saya ke Tarakan, saya juga sudah ke pasar yang ada di Tanjung Selor. Di sana Rp 45 ribu/kg yang bersih. Jadi ini kami masih mau cari tahu akar dari kenaikan harga ayam saat ini,” ungkapnya.

“Distibutor ayam sendiri memang sudah naik harga ayam potong dari peternak, jadi alasannya biaya operasional besar, dan ayamnya kecil,” tambahnya.

Untuk itu Septi mengaku, akan terus melakukan sidak pasar sampai menemukan titik dari permasalahan kenaikan harga ayam potong.

Kepala Bidang Penguatan dan Pengembangan Perdagangan di Disdagkop dan UKM Tarakan, M. Romli menambahkan saat ini upaya yang dapat dilakukan untuk menekan kenaikan harga ayam potong dengan melakukan operasi pasar. Dengan menjual ayam potong dalam bentuk beku, seharga Rp 45 ribu/kg.

“Intinya memang ketersediaan stok ayam itu kurang namun kami dari pemerintah berupaya bekerja sama dengan Bulog akan melakukan operasi pasar ayam potong beku, dengan harga Rp 45 ribu/kg. Sementara ini ayam beku  itu kita titipkan ke PT Sri Kencana Lestari, besok (12/6) kami akan buka operasi pasar di dua tempat,  yakni Pasar Gusher dan Pasar Boom Panjang. Untuk mengimbangi stok ayam yang kurang,” jelasnya.

Seksi Ketersediaan Pangan, Dinas Peternakan Kota Tarakan, Suwondo menambahkan, dari informasi yang dihimpunnya dari pihak perdagangan, dan distibutor ayam, sejauh ini stok ayam potong masih cukup.  Terkait kenaikan harga saat ini, belum dapat dipastikan sebelum dikaji lebih dalam.

“Jadi kita akan pastikan langsung ke pihak terkait, informasi yang sebenarnya itu seperti apa. Sebenarnya dari awal usia masuk ayam itu sudah cukup bagaimana nanti harganya bisa naik kita akan pastikan lagi. Tahun ini naik karena sesuai kebutuhannya naik juga,” sebutnya.

 

KEBUTUHAN MENINGKAT, HINDARI LILITAN UTANG

Menjelang Lebaran perputaran ekonomi pun meningkat, mulai dari kebutuhan bahan pangan, biaya transportasi hingga pertukaran uang.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STIE Bulungan Tarakan, Dr. Ana Sriekaningsih SE.,MM mengatakan, selama Ramadan dan menjelang Lebaran tentu perputaran ekonomi ikut meningkat.

Belum lagi terdapat oknum tak bertanggung jawab yang memanfaatkan momen Lebaran dengan permainan harga. Dalam hal ini instansi terkait perlu mengawasi agar suplai barang seimbang dengan peningkatan permintaan konsumen.

“Permintaan meningkat mungkin 50 persen, maka harga-harga juga melonjak. Belum lagi kalau ada permainan harga, maka harus ada pemantauan dari dinas terkait supaya harga tidak melonjak,” tuturnya kepada Radar Tarakan.

Perputaran ekonomi selama Ramadan dan menjelang Lebaran ini tak hanya dipengaruhi adanya kenaikan harga sembilan kebutuhan pokok (sembako). Tetapi juga meningkatnya kebutuhan barang dibandingkan hari biasa.

“Misalnya sehari-hari konsumsi daging tidak seberapa, tapi Lebaran pasti kita menambah stok yang biasanya 1 kg tapi karena hari raya maka ada penambahan jumlah yang kita butuhkan,” lanjutnya.

Tingginya pertukaran uang di kalangan masyarakat menjelang hari raya pun ikut berpengaruh. Meningkatnya pertukaran uang menandakan tingkat kebutuhan masyarakat pun meningkat.

“Karena orang perlu semua, peredaraan uang atau penukaran uang dari bank pun meningkat karena keperluan masyarakat,” jelasnya.

Selain kebutuhan bahan pangan, menjelang hari raya masyarakat pun berburu baju Lebaran. Meski saat ini sedang marak berbelanja online karena pengaruh ekonomi digital atau penggunaan teknologi. Yang terkait industri electronic commerce (e-commerce), demand of consumer, dan transaksi non tunai.

“Ekonomi digital kan sudah tren di zaman sekarang. Karena tidak harus datang ke tempat, di rumah saja bisa mengunjungi beberapa online shop,” jelasnya.

Apalagi bertepatan dengan libur sekolah, perputaran ekonomi lebih meningkat dari sisi biaya transportasi.

“Makanya ada peningkatan harga transportasi, misalnya harga tiket mahal bahkan ludes apalagi anak sekolah libur,” terangnya.

Ia pun mengimbau konsumen dapat mengatur keuangan dengan bijak, untuk menghindari lilitan utang atau kehabisan anggaran.

“Jangan sampai habis Lebaran, terlilit utang karena pemaksaan. Kalau anggarannya sedikit, mungkin daging sapi bisa diganti ayam. Atau olahan ikan tapi tidak mengurangi momen Lebaran dengan mengganti menu,” imbaunya. (ega/*/one/nri)

loading...

BACA JUGA

Senin, 15 Oktober 2018 13:30

Jajal Tanjakan Gang-Gang

TARAKAN - Puluhan goweser dari berbagai komunitas sepeda di Bumi Paguntaka,Sabtu (13/10) ikut ambil…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:36

Kampanye, DPRD Harus Cuti

LARANGAN penggunaan fasilitas negara dalam berkampanye wajib dipatuhi para anggota dewan perwakilan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:35

APBD-P 2018 Menunggu Pembahasan

TARAKAN - Pembahasan draf Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS)…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:33

Pengungsi Sulteng Banyak Mengaku Warga Kaltara

PALU- Setelah melakukan penyisiran terhadap warga Kaltara di beberapa titik lokasi bencana gempa dan…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:30

Bantuan Parpol Kaltara Masih Tetap

PEMERINTAH Provinsi Kalimantan Utara kembali menyalurkan bantuan keuangan (bankeu) kepada sejumlah parpol…

Minggu, 14 Oktober 2018 23:29

Bertahan di Indekos, Ikut Menjarah demi Bertahan Hidup

Gempa seketika mengguncang Palu. Seluruh warga berhamburan menyelamatkan diri, Jumat 28 September petang.…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:50

Siswa Sayat Tangan Bukan karena Minuman

TARAKAN – Produk minuman Torpedo sudah dievaluasi Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM)…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:48

DLH Berharap Peran RT dan Lurah

TARAKAN - Maraknya pembuangan sampah sembarangan yang dilakukan oknum yang tidak bertanggung jawab,…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:43

Kesulitan Dapatkan Pendanaan

TARAKAN – Peran pelatih di dunia olahraga, tugas pokok utamanya ialah sistem kepelatihan yang…

Minggu, 14 Oktober 2018 22:38

Terpukul Kehilangan Oscar, Penggantinya Belum Pasti

TARAKAN – Saat ini kerisauan para pelatih tinju Kaltara masih dirasakan, pasca satu atletnya yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .