MANAGED BY:
SELASA
21 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Juni 2018 11:25
TKI Mudik, Dominasi Lalui Jalur Tikus
DIPERIKSA: Barang bawaan TKI yang mudik wajib melalui pemeriksaan x-ray di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Meski para TKI ini tidak menggunakan jalur resmi. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Personel Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Nunukan, sepertinya harus bekerja ekstra untuk pemeriksaan barang penumpang pada arus mudik tahun ini. Sebab, barang dengan ukuran besar dengan jumlah banyak yang dimiliki Tenaga Kerja Indonesia (TKI) memenuhi Pelabuhan Tunon Taka Nunukan.

Peningkatan pengawasan kerawanan barang mudik Lebaran dilakukan langsung oleh KPPBC Nunukan. Tentunya itu dilakukan untuk meminimalisir masuknya barang terlarang. Apalagi diketahui banyak TKI yang menempuh lajur tidak resmi.

Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean C Nunukan, Agus Sumadi mengatakan kondisi saat ini membuat pihaknya harus menambah 50 persen personel dari jumlah sebelumnya yang bertugas di lapangan. Selain itu, jam istirahat personel Bea Cukai juga ikut dikurangi guna memaksimalkan pemeriksaan barang para penumpang.

“Karena jumlah banyak dengan ukuran yang besar, pemeriksaan harus maksimal untuk menghindari barang terlarang masuk. Bahkan, waktu libur petugas juga harus ikut memeriksa karena barang melintas di pelabuhan resmi,” ungkapnya.

Dijelaskan, banyaknya jalur tikus yang dilalui TKI masuk ke Nunukan dengan barang yang banyak membuat pihaknya bekerja sama dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) dan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Nunukan untuk mengawasi penumpang yang membawa barang dan tetap harus melalui Pelabuhan Tunon Taka.

“Umumnya, penumpang yang membawa barang banyak dari Tawau Sabah, Malaysia. Sehingga, jika ditemui di dermaga tradisional diarahkan untuk bongkar barang di Pelabuhan Tunon Taka,” tegasnya.

Dengan adanya X-Ray yang berada di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan dapat membantu petugas untuk memantau barang bawaan penumpang. Karena, modus yang digunakan saat ini beragam, jika dilihat dengan kasat mata bakal lolos.

“Tak akan meloloskan satupun barang penumpang sebelum melewati alat X-Ray yang disiapkan KPPBC Nunukan. Jika mesin tidak berfungsi atau rusak, pemeriksaan secara manual tetap dilakukan,” bebernya.

Sementara itu, Kepala Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Nasution membenarkan jalur ilegal lebih diminati TKI. Sebab, menjelang hari raya Idul Fitri, penumpang menggunakan jalur resmi terlihat sepi. Hal ini tak jauh berbeda dengan tahun lalu.

Menurutnya, aktivitas penumpang mudik terlihat ramai di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, hanya yang ingin kembali ke Sulawesi. Sedangkan yang datang dari Tawau, Malaysia tidak ada peningkatan jika menggunakan jalur resmi. Justru pemandangan berbeda terlihat para pemudik yang menggunakan jalur ilegal, meski sama-sama berasal dari negeri jiran Malaysia.

“Para BMI ini memang melalui pelabuhan Tunon Taka, tapi tidak melakukan cap paspor masuk ke Indonesia, kalau yang menggunakan jalur resmi sangat minim,” singkatnya. (raw/nri)


BACA JUGA

Senin, 20 Mei 2019 13:05

Empat Mesin PLTMG Sebaung Tak Beroperasi

NUNUKAN – Kekurangan daya listrik selama Ramadan kembali terjadi. Kekurangan…

Senin, 20 Mei 2019 13:04

Nama Fasum dan Jalan Mulai Dilirik Pemerintah

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan akhirnya tergerak memberikan nama…

Senin, 20 Mei 2019 13:03

Renovasi Pasar Inhutani Disarankan Lewat CSR Perusahaan

NUNUKAN – Meskipun sebagai pusat distributor pangan di Kabupaten Nunukan.…

Senin, 20 Mei 2019 12:59

Ditinggal ke ATM, Anak Dicabuli Tamu

NUNUKAN – Entah apa yang dipikirkan AR (38)  sehingga tega…

Senin, 20 Mei 2019 11:16

Perindo Akui Terlambat Serahkan LPDK

NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kembali menggelar sidang lanjutan…

Senin, 20 Mei 2019 11:15

Ditinggal Beli Takjil, Rumah Ludes Terbakar

NUNUKAN – Insiden kebakaran terjadi lagi pasca insiden kebakaran hutan…

Sabtu, 18 Mei 2019 09:45

Empat Hektare Lahan Ludes

NUNUKAN – Momen Ramadan, kebakaran lahan dan hutan (karhutla) kembali…

Sabtu, 18 Mei 2019 09:42

Pertengahan Ramadan, Pekerja Migran Indonesia Tetap Dideportasi dari Malaysia

NUNUKAN – Meski menghadapi bulan Ramadan, Pemerintah Malaysia tetap memulangkan…

Sabtu, 18 Mei 2019 09:39

Di Kabupaten Ini, Untuk Gaji Ke-13 dan THR Butuh Rp 13 Miliar

NUNUKAN – Gaji ke-13 dan tunjangan hari raya (THR), dipastikan…

Jumat, 17 Mei 2019 10:34

Bupati Pastikan Kenaikan Harga Masih Wajar

NUNUKAN – Beberapa harga sembilan bahan pokok (sembako) selama Ramadan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*