MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Senin, 11 Juni 2018 10:12
Waspada Penyakit Menular Jelang Lebaran
Kabid P2P Dinkes Kaltara - Agust Suwandy. PIJAI/RADAR KALTAR

PROKAL.CO, TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) mengharapkan agar masyarakat tetap wapada terkait penyakit menular. Sebab, Kaltara merupakan daerah transit sehingga berpeluang masuknya penyakit seperti malaria, Demam Berdara Dengue (DBD) hingga flu burung.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinkes Kaltara, Agust Suwandy menyampaikan, untuk Kaltara yang merupakan daerah perbatasan dan menjadi transit bagi sejumlah orang harus menjadi perhatian. Sebab, sejumlah penyakit menular merupakan bawaan dari luar daerah.

“Ini yang harus diwaspadai. Dikarenakan Kaltara merupakan daerah perbatasan. Penyakit seperti flu burung, malaria, DBD merupakan bawaan dari luar daerah,” ujar Agust Suwandy kepada Radar Kaltara.

Dijelaskan, selain kewaspadaan masyarakat, di sejumlah pelabuhan juga ada Kantor Kesehatan pelabuhan (KKP) yang melakukan pengawasan terhadap orang yang masuk. Pemeriksaan berdasarkan kecurigaan dari indikasi gejala yang dialami seseorang.

“Tidak sampai pemeriksaan total. Namun, kalau ada indikasi terhadap seseorang pasti diperiksa. Dan yang melakukan petugas kesehatan KKP yang ada di setiap pelabuhan,” tambahnya.

Menurutnya, penularnya penyakit saat ini masih fluktuatif. Terkadang tiba-tiba jumlah pasien meningkat dan juga mengalami penurunan. Ini dikarenakan perkembangan virus sesuai musim. Seperti untuk kasus DBD tercatat mengalami penurunan yang cukup signifikan pada tahun lalu.

“Ini karena upaya dari sejumlah daerah Kaltara sendiri. Selain itu, kesadaran masyarakat atas perilaku hidup bersih. Sehingga perhatian terhadap lingkungan begitu tinggi agar mampu menekan angka yang menderita DBD,” katanya.

Namun berbanding terbalik dengan Malaria, ia menilai pasien masih tergolong tinggi. Seperti di Bulungan yang memiliki sejumlah tambang liar. Selain itu, di daerah perbatasan Berau dan Bulungan tercatat tingginya penularan malaria.

“Seperti di Sekatak, karena ada tambang liar kemudian masyarakat beraktivitas malam hari. Selain itu daerah perbatasan Bulungan-Berau aktivitas menebang kayu, sehingga warga terkena malaria,” jelasnya. (akz/eza)


BACA JUGA

Jumat, 18 Januari 2019 12:09

Dinsos Tegaskan Zero Prostitusi

TANJUNG SELOR – Dinas Sosial (Dinsos) Kaltara menegaskan tahun ini…

Jumat, 18 Januari 2019 12:08

Peredaran Narkotika Memprihatinkan

TANJUNG SELOR – Berada di daerah yang berbatasan langsung dengan…

Jumat, 18 Januari 2019 12:05

185 Ha Lahan KBM Akan Dibebaskan

TANJUNG SELOR - Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan Rakyat…

Jumat, 18 Januari 2019 12:03

Sirkulasi Siklonik, Sebabkan Hujan Lebat

TANJUNG SELOR - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas…

Jumat, 18 Januari 2019 12:02

DED Rampung, Pembangunan Fisik Mandek

TANJUNG SELOR – Menyikapi ruas Jalan Jalan Aki Balak Kota…

Jumat, 18 Januari 2019 12:00

Dihadiahi Timah Panas, Pelaku Curat Tersungkur

TANJUNG SELOR – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulungan menuntaskan…

Jumat, 18 Januari 2019 09:49

Tujuh Menit, 11 kg Sabu Musnah

TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba (Dirnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda)…

Jumat, 18 Januari 2019 09:47

Di Kaltara, Pemilih Pemula Mencapai 28.350 Jiwa

TANJUNG SELOR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Utara…

Jumat, 18 Januari 2019 09:45

1 Februari, CPNS 2017 Terima SK 100 Persen

TANJUNG SELOR - Setelah melalui proses yang cukup panjang, akhirnya…

Jumat, 18 Januari 2019 09:43

Tak Berfungsi Karena Terkendala Lahan

TANJUNG SELOR – Sejak selesai dibangun pada 2016 lalu, hingga…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*