MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 Juni 2018 18:37
Empat Kapal Rugikan Negara Rp 1,5 M

Bawa Barang Malaysia Tanpa Dokumen

LANGGAR KEPABEANAN: Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit mengungkap empat kapal yang ditangkap pekan ini memuat barang-barang ilegal yang justru merugikan negara. FOTO: JANURIANSYAH/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN – Selama dua hari, Kamis (7/6) dan Jumat (8/6) Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan Ditpolair Polda Kaltara berhasil mengamankan empat kapal penyelundup barang ilegal. KM Andhika, KM Wimaju 1, KM Nurjannah dan KM PM TW diamankan saat memasuki perairan Kaltara.

Keempat kapal yang membawa berabagai macam barang dari Malaysia seperti gula pasir, daging, tabung LPG 14 kg, sayuran, makanan, minuman tersebut tidak memiliki dokumen resmi dan melanggar kepabeanan. Kapolda Kaltara Brigjen Pol Indrajit mengatakan, kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar dalam kasus tersebut. “Penegakan hukum terhadap pelaku penyelundupan ini dilakukan karena apa yang dilakukannya selama ini sangat merugikan produk lokal yang ada di negara kita, di mana produk ilegal ini masuk tanpa dikenakan pajak sehingga harganya lebih murah dibandingkan produk lokal yang membayar pajak,” ungkapnya.

Pria dengan bintang satu di pundaknya ini menjelaskan bahwa upaya menungkap penyeludupan barang-barang ilegal di wilayah Kaltara merupakan sasaran target dari Mabes Polri yang mengirimkan Kapal Polisi (KP) Kakatua-5012 milik Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri untuk membantu pengawasannya di perairan Kaltara.

“Saat ini sudah empat nakhoda dari empat kapal tersebut sudah ditetapkan tersangka, namun bila nanti dalam proses penyidikan mengarah ke pemilik kapal atau pihak-pihak lain yang berperan dalam upaya penyelundupan tersebut, bukan tidak mungkin tersangkanya akan bertambah,” ujarnya.

Diketahui tiga dari empat nakhoda kapal yang ditetapkan tersangka yakni RI, RU dan TN dikenakan Pasal 9 A Ayat 1 A, Ayat 2, Ayat 3 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan, sementara satu nakhoda lainnya berinisial JW dikenakan Pasal 104 jo Pasal 6 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 31 Ayat 1 jo Pasal 6 dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

“Tersangka diancam hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun, kasus ini berkaitan dengan kepabeanan sehingga akan diserahkan ke Bea Cukai,” bebernya.

Berkaca dari kasus kali ini, dirinya meminta kepada para pelaku penyeludupan barang ilegal untuk tidak lagi menjalankan aksinya, karena dirinya nilai apa yang dilakukan pelaku penyelundupan barang ilegal tersebut sudah merugikan negara, di mana perekenomian Indonesia menjadi korban dalam setiap aksi peyelundupan barang ilegal.

“Yang untung siapa, negara orang lain bukan negara kita, jadi saya memberikan pesan moral untuk menghentikan perbuatan tersebut, bila memang tidak berhenti, akan saya tindak tegas,” tegasnya.

Terpisah Komandan KP Kakatua-5012 Kompol Jimmy H.B. Pakpahan mengatakan, ketiga kapal yang diamankan sebelumnya diketahui diamankan di dua lokasi terpisah KM Andhika di perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan pada Kamis (7/6) sekira pukul 21.00 Wita, sementara KM Wimaju 1 dan KM Nurjannah diamankan di perairan Tarakan pada Jumat (8/6) sekira pukul 04.00 Wita.

“Saat diamankan, nakhoda kapal sempat ngotot tidak mau memberitahukan apa isi muatannya, awalnya kami mengira ketiga kapal ini menyelundupkan narkoba, ternyata setelah dibongkar isinya barang ilegal dari Malaysia,” ujarnya.

Dirinya menjelaskan, modus yang digunakan untuk menyelundupkan barang ilegal dari Malaysia tersebut memanfaatkan momen malam hari.

“Jadi kapalnya menunggu di perbatasan Malaysia, nanti ada speedboat yang mengantarkan berulang-ulang barang ilegal tersebut untuk diangkut ke dalam kapal,” ucapnya.

Adapun yang diamankan dari ketiga kapal tersebut terdiri dari gula pasir Malaysia 400 pak (8.000 kg), makanan dan minuman Malaysia campuran 2.950 dus, daging sapi 21 kg, burger Malaysia 36 kg, gas LPG yang 14 kg ada 6 tabung, buah campuran 1 peti (20 kg), sayuran campuran 4 dus, parcel Malaysia 18 buah, dan minuman wine Malaysia 5 botol.

Sementara KM PW TW diamankan oleh Ditpolair Polda Kaltara pada Jumat (8/6) sekira pukul 12.30 Wita di perairan Sebatik, Kabupaten Nunukan karena membawa barang asal Malaysia tanpa dilengkapi dokumen resmi.

“Keberadaan kami di Kaltara yang sudah empat bulan ini merupakan antensi khusus dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, di mana kami diperintahkan untuk melakukan pengawasan terhadap narkoba dan barang ilegal yang banyak terjadi di Kaltara,” imbuhnya. (jnr/lim)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:14

ADA APA INI..?? Empat Sukhoi Mengudara di Perbatasan Kaltara

TARAKAN – Empat pesawat Sukhoi jenis SU-27 dan SU-30 dari…

Kamis, 21 Maret 2019 11:13

CIHUYY ..!! Ngga Lama Lagi di Tarakan Ada Cinema XXI

TARAKAN – Pertengahan tahun ini, Cinema XXI di lantai empat…

Kamis, 21 Maret 2019 11:11

4 ASN Mangkir Kerja, 2 Kampanye di Medsos

TARAKAN - Menjadi anggota aparatur sipil negara (ASN) diwajibkan untuk…

Kamis, 21 Maret 2019 10:37

Cabuli Anak di Bawah Umur, CK Diringkus Polisi

TARAKAN – Perbuatan yang dilakukan oleh pria berinsial CK (37)…

Kamis, 21 Maret 2019 10:31

Besi Bermunculan di Badan Jalan

TARAKAN – Minimnya perawatan jalan lingkungan, kerusakan semenisasi jalan pun…

Rabu, 20 Maret 2019 11:17

Pigging Klir, Listrik Berangsur Pulih

TARAKAN – PT Medco E&P Tarakan tengah berusaha merampungkan proses…

Rabu, 20 Maret 2019 11:15

Kelalaian Warga, Lahan Kembali Terbakar

TARAKAN - Kebakaran lahan kembali terjadi di RT 05 Kelurahan…

Rabu, 20 Maret 2019 11:13

“WTP Bukanlah Tanda Kelulusan, tapi Kewajiban”

Dalam kaitan membangun Indonesia, masyarakat perlu memiliki pemahaman cukup untuk…

Rabu, 20 Maret 2019 11:12

Kampanyekan Heart of Borneo Jadi Wisata Dunia

JAKARTA - Tak hanya kekayaan sumber daya alam berupa minyak…

Rabu, 20 Maret 2019 11:11

PLTSa di Kunak, Kontribusi Rp 1 Miliar

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tarakan akhirnya memilih Kawasan Usaha Peternakan (Kunak)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*