MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 Juni 2018 11:21
TKI Tak Sempat Diberikan Pembekalan
Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Nunukan, Arbain. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan. Mengeluhkan dengan tingkah laku para calo atau pengurus Buruh Migran Indonesia (BMI). Karena sangat menganggu proses penanganan deportan.

Hal tersebut diungkapkan, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Nunukan, Arbain bahwa jumlah BMI yang dideportasi pada Kamis (7/6) sebanyak 215 orang. Namun setelah tiba di rumah susun sewa (Rusunawa) telah berkurang.

“Kami berupaya untuk menertibkan para calo ini, namun masih ada saja yang bisa lolos,” kata Arbain kepada media ini.

Menurutnya, para deportan ini harus ditampung terlebih dulu baru dapat dibebaskan. Karena akan dilakukan pendataan ulang, dari ratusan BMI yang telah dideportasi tentu ada yang ingin kembali ke Tawau, Malaysia. Ada juga yang ingin mencari pekerjaan di Nunukan ada yang ingin kembali ke kampung halamannya.

Namun jika lebih dulu diambil oleh para calo, tentu BP3TKI Nunukan sulit untuk melakukan pendataan ulang. Karena jumlah deportan tidak sesuai. Walaupun telah dilarang, tidak ada yang dapat mengambil para korban deportan ini sebelum diberikan pembekalan di rusunawa.

“Susah ditertibkan, terkadang ada aparat yang membantu untuk membebaskan BMI ini. Sedangkan jumlah personel BP3TKI juga masih minim dan masih sulit melakukan pengawasan sepenuhnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BP3TKI Nunukan, Dr. Ahmad Ramadhan mengatakan selama ini, yang bermasalah dan selalu diproses dan ditangani BP3TKI Nunukan dan menghabiskan uang negara justru WNI yang tidak pernah melalui jalur resmi. Padahal, yang seharusnya mendapat penanganan dari negara itu TKI resmi yang mengalami masalah di negara tempat mereka bekerja.

“Bukan BMI. Tapi, WNI bermasalah yang masuk ke Malaysia dan menetap dan tidak memiliki izin tinggal resmi,” kata Ahmad Ramadhan.

Di dalam Undang-Undang (UU) nomor 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri maupun UU nomor 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, jelas menyatakan siapa TKI yang dimaksud.

“Jika mengikuti aturan itu maka WNI yang masuk ke negara orang tanpa prosedur yang betul bukan urusan saya. Tapi, selama ini WNI yang berada di luar negeri dan bekerja itu dianggap TKI meskipun masuknya tidak resmi. Tapi, masuk sebagai TKI bermasalah. Jadi, tidak boleh lepas tangan,” ujarnya. (nal/nri)


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 10:09

Anggota PPK Terancam Disanksi

NUNUKAN – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yang bertugas di Kecamatan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:06

Apa Kabar Pengerjaan Terminal Baru Pelabuhan Tunon Taka..??

NUNUKAN – PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) IV Nunukan menargetkan pengerjaan…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:03

Lahan Tidur Disulap Kebun Jagung

NUNUKAN – Untuk membantu menambah penghasilan para petani, perlu ada…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:02

Waspada! Penipu Online Catut Foto ASN

NUNUKAN – Belum lama ini, beredar foto dari salah seorang…

Jumat, 15 Februari 2019 15:14

BPK Beraksi, Bupati Akui Gelisah

NUNUKAN – Badan Pemeriksa Keungan (BPK) Republi Indonesia (RI) Provinsi…

Jumat, 15 Februari 2019 15:12

Pemerintah Malaysia Kembali Deportasi 153 WNI

NUNUKAN – Sebanyak 153 warga negara Indonesia (WNI), terpaksa dipulangkan…

Jumat, 15 Februari 2019 14:57

Dewan Pusat Malaysia Pantau Sektor Perikanan di Sebatik

NUNUKAN – Dewan Pusat Malaysia berkunjung ke Pulau Sebatik, melihat…

Jumat, 15 Februari 2019 14:55

Perusahaan Tetap Akan Bayar Hutang

NUNUKAN – PT Sempurna yang berlokasi di Desa Bambangan, Kecamatan…

Kamis, 14 Februari 2019 10:18

Utang Rp 10 M, Perusahaan Berhenti Beroperasi, Petani Sawit Menuntut Pelunasan

NUNUKAN – Perusahaaan yang mengelola tanda buah sawit menjadi minyak…

Kamis, 14 Februari 2019 10:16

Penarikan Retribusi Alun-Alun Terbentur Aturan

NUNUKAN – Tuntutan pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*