MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 Juni 2018 11:21
TKI Tak Sempat Diberikan Pembekalan
Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Nunukan, Arbain. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Nunukan. Mengeluhkan dengan tingkah laku para calo atau pengurus Buruh Migran Indonesia (BMI). Karena sangat menganggu proses penanganan deportan.

Hal tersebut diungkapkan, Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan BP3TKI Nunukan, Arbain bahwa jumlah BMI yang dideportasi pada Kamis (7/6) sebanyak 215 orang. Namun setelah tiba di rumah susun sewa (Rusunawa) telah berkurang.

“Kami berupaya untuk menertibkan para calo ini, namun masih ada saja yang bisa lolos,” kata Arbain kepada media ini.

Menurutnya, para deportan ini harus ditampung terlebih dulu baru dapat dibebaskan. Karena akan dilakukan pendataan ulang, dari ratusan BMI yang telah dideportasi tentu ada yang ingin kembali ke Tawau, Malaysia. Ada juga yang ingin mencari pekerjaan di Nunukan ada yang ingin kembali ke kampung halamannya.

Namun jika lebih dulu diambil oleh para calo, tentu BP3TKI Nunukan sulit untuk melakukan pendataan ulang. Karena jumlah deportan tidak sesuai. Walaupun telah dilarang, tidak ada yang dapat mengambil para korban deportan ini sebelum diberikan pembekalan di rusunawa.

“Susah ditertibkan, terkadang ada aparat yang membantu untuk membebaskan BMI ini. Sedangkan jumlah personel BP3TKI juga masih minim dan masih sulit melakukan pengawasan sepenuhnya,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BP3TKI Nunukan, Dr. Ahmad Ramadhan mengatakan selama ini, yang bermasalah dan selalu diproses dan ditangani BP3TKI Nunukan dan menghabiskan uang negara justru WNI yang tidak pernah melalui jalur resmi. Padahal, yang seharusnya mendapat penanganan dari negara itu TKI resmi yang mengalami masalah di negara tempat mereka bekerja.

“Bukan BMI. Tapi, WNI bermasalah yang masuk ke Malaysia dan menetap dan tidak memiliki izin tinggal resmi,” kata Ahmad Ramadhan.

Di dalam Undang-Undang (UU) nomor 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan TKI di luar negeri maupun UU nomor 18/2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, jelas menyatakan siapa TKI yang dimaksud.

“Jika mengikuti aturan itu maka WNI yang masuk ke negara orang tanpa prosedur yang betul bukan urusan saya. Tapi, selama ini WNI yang berada di luar negeri dan bekerja itu dianggap TKI meskipun masuknya tidak resmi. Tapi, masuk sebagai TKI bermasalah. Jadi, tidak boleh lepas tangan,” ujarnya. (nal/nri)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:00

Anggaran Dipangkas, Satpol PP Jadi “Macan Ompong”

NUNUKAN – KinerjaSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan sebagai penegak peraturan daerah…

Jumat, 21 September 2018 10:57

Manfaatkan Belanja Alat Dapur

NUNUKAN – Kalender Islam 10 Muharam kemarin dijadikan momen unik oleh sebagian ibu-ibu di Nunukan,…

Jumat, 21 September 2018 10:56

Setelah DCT Ditetapkan, Pertarungan Dimulai

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan telah menetapkan 302 calon anggota Dewan Perwakilan…

Jumat, 21 September 2018 10:55

Minggu, Rombongan Asal Nunukan Tiba

JAMAAH haji asal Nunukan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 embarkasi haji Balikpapan,…

Jumat, 21 September 2018 10:54

Tak ada Formasi Bagi K2

NUNUKAN – Honorer kategori dua (K2) harus berkecil hati. Sebab, dari pengumunan formasi Calon…

Kamis, 20 September 2018 13:04

Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung,…

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…

Kamis, 20 September 2018 12:20

Pencarian Ditutup, Rini Azhara Belum Ditemukan

NUNUKAN – Tim SAR gabungan belum juga menemukan sosok Rini Azhara (7) yang hilang di pasar malam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .