MANAGED BY:
MINGGU
17 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Sabtu, 09 Juni 2018 11:17
Lonjakan Penumpang Mulai Terlihat

Dishub Lakukan Uji Petik di Tiga Tempat

CEK KENDARAAN: Kadishub Kabupaten Malinau H. Kamran Daik bersama staf saat memeriksa langsung kelaikan angkot beberapa hari lalu. ISTIMEWA

PROKAL.CO, MALINAU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malinau terus melakukan pengawasan dan melakukan uji petik kendaraan sebelum berangkat dari Malinau menuju daerah tujuan. Baik itu kendaraan angkutan sungai dan darat, karena H-7 Hari Raya Idul Fitri sudah mulai terlihat lonjakan penumpang.

Uji petik dilakukan di tiga tempat, yaitu pelabuhan, terminal dan bandara. Selain dilakukan untuk speedboat, juga dilakukan pada angkutan darat, seperti angkutan kota (angkot), angkutan pedesaan (angdes) hingga antar kecamatan, kabupaten dan provinsi.

“Dalam rangkaian uji petik, semua kelengkapan-kelengkapan kendaraan angkot, angdes maupun bus Damri harus berfungsi dengan baik, diantaranya rem kaki/tangan, kopling, gas, lampu sein, lampu jarak jauh dan dekat, kaca spion dan kelengkapan lainnya yang bisa mengakibatkan hal yang tak diinginkan,” ujar H. Kamran Daik, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kabupaten Malinau kepada media ini, Jumat (8/6).

Selain kelengkapan kendaraan, pihaknya juga mengecek kelaikkan mobil agar penumpang merasa nyaman saat berkendara. “Agar penumpang nyaman, angkutannya juga harus nyaman. Seperti tempat duduk dan lain sebagainya,” katanya.

Untuk angkutan darat, disebutkan H. Kamran, berjumlah 131 unit dan itu sudah termasuk yang cadangan. “31 unit angkot, 19 angdes, Bus Damri 4 unit dan cadangan 2 dengan tujuan Malinau-Sekatak-Tanjung Selor dan Malinau-Salang-Sebuku pulang pergi (PP),” bebernya.

Sementara itu, untuk kendaraan rental atau travel yang menggunkan pelat nomor hitam, ada 63 unit yang beroperasi dan 10 unit cadangan. Namun, untuk mobil angkutan pelat hitam tersebut, Dishub tidak punya kewenangan mengatur, Dihsub hanya mendata saja. Tapi, Dishub Malinau punya inisiatif agar mobil angkutan pelat hitam tersebut tidak mengganggu pengguna jalan, maka semuanya ditampung di terminal sehingga terparkir rapi.

“Untuk yang kendaraan pelat hitam, kita tidak punya kewenangan untuk mengatur. Kita hanya menertibkan agar jangan sampai parkir sembarangan di bahu jalan, sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya. Makanya semuanya kita masukan ke terminal,” ungkapnya.

Kemudian, untuk lonjakan penumpang, khususnya speedboat tujuan Malinau ke Tarakan, pada H-7 sudah mengalami peningkatan. Dari 13 armada termasuk cadangan, 9 armada speedboat yang berangkat penuh sesuai kapasitas. Begitu pula Bus Damri, juga penuh. Namun, itu hanya untuk keberangkatan dari Malinau ke luar daerah, sebaliknya penumpang yang datang ke Malinau masih tidak terlalu banyak. “Jadi, penumpang yang banyak itu dan memenuhi angkutan menuju keluar daerah,” tuturnya.

Saat ditanya apakah ada kenaikan harga tiket, baik speedboat maupun angkutan darat lainnya, ia menegaskan, saat ini tidak ada kenaikan harga tiket. “Tidak ada kenaikan. Bus Damri Malinau-Tanjung Selor Rp 130 ribu, Malinau-Salang-Sebuku Rp 50 ribu dan speedboat tujuan Malinau-Tarakan seperti biasa Rp 250 ribu,” sebutnya.

Kepada para pengusaha jasa angkutan, ia berpesan agar mematuhi semua aturan yang berlaku, termasuk para nahkoda dan anak buah kapal serta supir-supir angkutan darat. Tidak hanya itu, para calon penumpang juga jangan memaksakan diri ikut di kendaraan yang sudah penuh, karena hal tersebut bisa berakibat fatal. “Untuk staf saya, jangan coba-coba bermain. Saya akan berikan sanksi bila itu dilakukan,” tegasnya. (ags/fly)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 16:00

Pukuli Anak, KW Terancam Penjara Lima Tahun

<p>&nbsp;TARAKAN &ndash; Polres Tarakan menetapkan KW warga Jalan Cendana, Kelurahan Karang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*