MANAGED BY:
JUMAT
21 SEPTEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 08 Juni 2018 22:14
Sahur Hanya Nasi, Buka Puasa Air Putih

Cerita BMI Berpuasa di Pusat Tahanan Sementara di Malaysia

DIPULANGKAN: Para BMI yang dideportasi pemerintah Malaysia Kamis (7/6) melalui Pelabuhan Tunon Taka. Foto: ENAL/Radar Nunukan

PROKAL.CO, Bagi buruh migran Indonesia (BMI) yang tak miliki dokumen lengkap, siap-siap diamankan aparat Malaysia. Pada Kamis (7/6) ratusan BMI dideportasi akibat berbagai permasalahan. Para BMI ini sempat merasakan berpuasa di Pusat Tahanan Sementara (PTS). Bagaimana keadaan BMI berpuasa? Berikut liputannya.

 

SABRI

 

WALAUPUN berada dalam tahanan, BMI masih sempat melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Perlakuan tidak selayaknya tentu dirasakan para warga negara Indonesia (WNI) ini. Di bulan ramadan tentu berbeda dibanding bulan sebelumnya.

Sukur (37) BMI asal Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) merasakan sulitnya berpuasa di PTS, Tawau, Malaysia. Ditahan pada Maret lalu dan baru dapat dibebaskan pada Juni menjelang lebaran Hari Raya Idulfitri 1439 H.

Sahur bersama para tahanan sekira pukul 03.00 pagi, para tahanan hanya diberikan nasi putih ditambah sedikit sayur. Bagi yang ingin berpuasa hanya dapat makan sahur seadanya. Jika ada makanan lain maka dapat sahur dengan nyaman.

“Terkadang ada teman atau keluarga yang bawa ke tahanan, jadi selain sahur nasi bisa dicampur dengan Mei,” kata Sukur kepada media ini saat ditemui di Pelabuhan Tunon Taka, Kamis (7/6).

Berpuasa harus menahan diri dari lapar dan dahaga. Para BMI yang berpuasa di tahanan bukan tidak mampu menahan lapar dan dahaga. Namun tidak mampu menahan emosi, ketika tiba waktu siang. Karena kondisi sangat panas.

Terkadang dalam kondisi panas, perasaan selalu ingin marah. Daripada tidak tahan, ada yang tidak mampu berpuasa dan terpaksa membatalkan puasanya saat tengah hari. Bagi yang sabar puasanya tetap dilanjutkan hingga sore.

Sukur sangat miris dengan menu buka puasa yang diberikan pihak PTS, jika bersama keluarga tentu masih dapat berbuka puasa dengan berbagai menu makanan. Sedangkan di PTS hanya diberikan air putih. Selebihnya berusaha sendiri untuk mencari makanan buka puasa lainnya. “Cukuplah sekali saya rasakan berpuasa di dalam PTS, sudah tidak sanggup lagi jika disajikan makanan seperti itu,” ujarnya.

Pria yang telah tinggal di Tawau, selama 10 tahun ini hanya sanggup berpuasa selama 10 hari. Setelah itu tak sanggup lagi, baginya bukan karena makanan sahurnya hanya nasi dan buka puasanya hanya air yang diberikan. Namun kondisi tahanan yang sangat tidak nyaman, bahkan banyak yang terkena penyakit gatal-gatal.

Menurutnya, berpuasa di dalam PTS jika tak dipaksakan pasti tidak ada yang sanggup. Ia sangat bersyukur bisa bebas sebelum Lebaran. Masih ada ratusan BMI lagi yang masih ditahan di PTS. Kemungkinan akan Lebaran di dalam PTS.

Sukur bersama temannya, berjanji akan bertahan di Nunukan untuk sementara waktu dan belum berniat untuk kembali bekerja di Tawau, Malaysia. Walaupun paspor yang dimiliki masih berlaku. Paspor dijamin oleh pihak perusahaan di Malaysia. “Kesalahan saya penyalahgunaan narkoba, paspor saya masih dapat digunakan di Malaysia. Namun lebih baik tinggal dulu di Nunukan bekerja sementara waktu,” tambahnya.

Sebelum dibebaskan, para deportan ini ditampung sementara di rusunawa untuk diberikan pembekalan oleh BP3TKI Nunukan. Bahkan jika ada yang ingin bekerja di Nunukan akan dibantu, dan yang ingin pulang ke kampung halamannya akan difasilitasi. Begitu pula yang ingin kembali menjadi TKI yang prosedural. (***/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 11:00

Anggaran Dipangkas, Satpol PP Jadi “Macan Ompong”

NUNUKAN – KinerjaSatuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nunukan sebagai penegak peraturan daerah…

Jumat, 21 September 2018 10:57

Manfaatkan Belanja Alat Dapur

NUNUKAN – Kalender Islam 10 Muharam kemarin dijadikan momen unik oleh sebagian ibu-ibu di Nunukan,…

Jumat, 21 September 2018 10:56

Setelah DCT Ditetapkan, Pertarungan Dimulai

NUNUKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nunukan telah menetapkan 302 calon anggota Dewan Perwakilan…

Jumat, 21 September 2018 10:55

Minggu, Rombongan Asal Nunukan Tiba

JAMAAH haji asal Nunukan yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 11 embarkasi haji Balikpapan,…

Jumat, 21 September 2018 10:54

Tak ada Formasi Bagi K2

NUNUKAN – Honorer kategori dua (K2) harus berkecil hati. Sebab, dari pengumunan formasi Calon…

Kamis, 20 September 2018 13:04

Alasan Anggaran, RS Tak Dioperasikan

PELAYANAN Kesehatan di 11 kecamatan yang berada di wilayah tiga di antaranya, Kecamatan Sebuku, Sembakung,…

Kamis, 20 September 2018 12:46

Jembatan Rp 7,5 Miliar Mulai Dikerjakan

NUNUKAN – Setelah menanti 13 tahun lamanya, jembatan permukiman warga di rukun tetangga (RT) 10,…

Kamis, 20 September 2018 12:28

Ketahuan Mencuri, Pemuda Divonis Penjara Satu Tahun

NUNUKAN – Terdakwa Jamal, pemuda berusia 18 tahun dengan perkara pencurian akhirnya menjalani…

Kamis, 20 September 2018 12:26

Tak Ditahan, HM Wajib Lapor

NUNUKAN – HM, seorang pendidik dari salah satu Sekolah Menengas Pertama (SMP) di Nunukan yang…

Kamis, 20 September 2018 12:20

Pencarian Ditutup, Rini Azhara Belum Ditemukan

NUNUKAN – Tim SAR gabungan belum juga menemukan sosok Rini Azhara (7) yang hilang di pasar malam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .