MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 08 Juni 2018 22:14
Sahur Hanya Nasi, Buka Puasa Air Putih

Cerita BMI Berpuasa di Pusat Tahanan Sementara di Malaysia

DIPULANGKAN: Para BMI yang dideportasi pemerintah Malaysia Kamis (7/6) melalui Pelabuhan Tunon Taka. Foto: ENAL/Radar Nunukan

PROKAL.CO, Bagi buruh migran Indonesia (BMI) yang tak miliki dokumen lengkap, siap-siap diamankan aparat Malaysia. Pada Kamis (7/6) ratusan BMI dideportasi akibat berbagai permasalahan. Para BMI ini sempat merasakan berpuasa di Pusat Tahanan Sementara (PTS). Bagaimana keadaan BMI berpuasa? Berikut liputannya.

 

SABRI

 

WALAUPUN berada dalam tahanan, BMI masih sempat melaksanakan ibadah puasa Ramadan. Perlakuan tidak selayaknya tentu dirasakan para warga negara Indonesia (WNI) ini. Di bulan ramadan tentu berbeda dibanding bulan sebelumnya.

Sukur (37) BMI asal Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) merasakan sulitnya berpuasa di PTS, Tawau, Malaysia. Ditahan pada Maret lalu dan baru dapat dibebaskan pada Juni menjelang lebaran Hari Raya Idulfitri 1439 H.

Sahur bersama para tahanan sekira pukul 03.00 pagi, para tahanan hanya diberikan nasi putih ditambah sedikit sayur. Bagi yang ingin berpuasa hanya dapat makan sahur seadanya. Jika ada makanan lain maka dapat sahur dengan nyaman.

“Terkadang ada teman atau keluarga yang bawa ke tahanan, jadi selain sahur nasi bisa dicampur dengan Mei,” kata Sukur kepada media ini saat ditemui di Pelabuhan Tunon Taka, Kamis (7/6).

Berpuasa harus menahan diri dari lapar dan dahaga. Para BMI yang berpuasa di tahanan bukan tidak mampu menahan lapar dan dahaga. Namun tidak mampu menahan emosi, ketika tiba waktu siang. Karena kondisi sangat panas.

Terkadang dalam kondisi panas, perasaan selalu ingin marah. Daripada tidak tahan, ada yang tidak mampu berpuasa dan terpaksa membatalkan puasanya saat tengah hari. Bagi yang sabar puasanya tetap dilanjutkan hingga sore.

Sukur sangat miris dengan menu buka puasa yang diberikan pihak PTS, jika bersama keluarga tentu masih dapat berbuka puasa dengan berbagai menu makanan. Sedangkan di PTS hanya diberikan air putih. Selebihnya berusaha sendiri untuk mencari makanan buka puasa lainnya. “Cukuplah sekali saya rasakan berpuasa di dalam PTS, sudah tidak sanggup lagi jika disajikan makanan seperti itu,” ujarnya.

Pria yang telah tinggal di Tawau, selama 10 tahun ini hanya sanggup berpuasa selama 10 hari. Setelah itu tak sanggup lagi, baginya bukan karena makanan sahurnya hanya nasi dan buka puasanya hanya air yang diberikan. Namun kondisi tahanan yang sangat tidak nyaman, bahkan banyak yang terkena penyakit gatal-gatal.

Menurutnya, berpuasa di dalam PTS jika tak dipaksakan pasti tidak ada yang sanggup. Ia sangat bersyukur bisa bebas sebelum Lebaran. Masih ada ratusan BMI lagi yang masih ditahan di PTS. Kemungkinan akan Lebaran di dalam PTS.

Sukur bersama temannya, berjanji akan bertahan di Nunukan untuk sementara waktu dan belum berniat untuk kembali bekerja di Tawau, Malaysia. Walaupun paspor yang dimiliki masih berlaku. Paspor dijamin oleh pihak perusahaan di Malaysia. “Kesalahan saya penyalahgunaan narkoba, paspor saya masih dapat digunakan di Malaysia. Namun lebih baik tinggal dulu di Nunukan bekerja sementara waktu,” tambahnya.

Sebelum dibebaskan, para deportan ini ditampung sementara di rusunawa untuk diberikan pembekalan oleh BP3TKI Nunukan. Bahkan jika ada yang ingin bekerja di Nunukan akan dibantu, dan yang ingin pulang ke kampung halamannya akan difasilitasi. Begitu pula yang ingin kembali menjadi TKI yang prosedural. (***/lim)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 14:14

Sanksi Dua ASN Ditentukan Pimpinan Masing-Masing

NUNUKAN – Dua aparatur sipil negara (ASN) berinisial SP dan SH yang dinyatakan melanggar netralitas…

Kamis, 15 November 2018 12:44

Kapal Kayu Diperbolehkan Masuk Tawau, Yang Lain Bagaimana?

NUNUKAN – Kekhawatiran pelaku pedagang lintas batas yang selama ini mengandalkan kapal kayu mengangkut…

Kamis, 15 November 2018 11:50

Kuota Dikhawatirkan Sia-Sia

NUNUKAN – Tak berbeda dengan daerah lain, pelaksanaan seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai…

Kamis, 15 November 2018 11:47

Pembangunan Dua Pelabuhan Terkendala Penetapan Lokasi

NUNUKAN – Rencana pembangunan dua pelabuhan rakyat sekala nasional akan dipusatkan di Sungai Ular,…

Kamis, 15 November 2018 11:39

ST Peragakan 26 Adegan Rekonstruksi

NUNUKAN – Polisi telah menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan di sebuah warung makan di Desa…

Rabu, 14 November 2018 15:15

Penerbitan Izin Berlayar Masih Gantung

NUNUKAN – Hingga kini, izin berlayar sejumlah perahu, speedboat, longboat yang beroperasi antarkecamatan…

Rabu, 14 November 2018 15:10

Dua Pekan, Polisi Tilang 792 Pengendara

NUNUKAN – Pasca Operasi Zebra yang dilaksanakan serentak se-Indonesia selama 14 hari, dan berakhir…

Rabu, 14 November 2018 15:09

Minta Jasa Pemeliharaan, Namun Tak Ada Perbaikan

NUNUKAN – Pembayaran jasa pemeliharaan dermaga kepada masyarakat diberlakukan di Dermaga Feri…

Rabu, 14 November 2018 11:56

Anggaran Minim, Tak Jadi Masalah

MESKI sudah miliki penyidik dan sekali menangkap pelaku penyalahgunaan narkotika golongan satu jenis…

Rabu, 14 November 2018 11:26

Terlambat, Satu Peserta Gugur!!

NUNUKAN - Salah seorang peserta atas nama Nurkumala Sari Dewi dengan nomor register 1446839182 dan nomor…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .