MANAGED BY:
KAMIS
23 MEI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 08 Juni 2018 12:26
Akan Cair pada Waktunya

THR ASN Dijanji Sabtu

KEBUTUHAN JELANG LEBARAN: Sejumlah bank di Tarakan mulai membuka layanan penukaran uang pecahan kecil sejak Rabu (6/8). JOHANNY/RADAR TARAKAN

PROKAL.CO, TARAKAN - Tahap pencairan tunjangan hari raya (THR) untuk 4.000 lebih aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan mulai dilakukan kemarin (7/6). Pemkot menyebut paling lambat Sabtu semuanya selesai dicairkan.

Sesuai dengan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) terkait pemberian THR dan gaji ke-13 yang terdiri dari gaji pokok, tunjangan jabatan dan keluarga, Plt Wali Kota Tarakan Khaeruddin Arief Hidayat mengatakan masih ada waktu, dan semua sudah ditandatangani. “Ini sudah berjalan dan berproses, sehingga mudah-mudahan tidak ada masalah dan sesuai dengan harapan kita,” ungkapnya.

Anggaran yang digunakan bersumber dari APBD, dengan khusus untuk THR dicairkan pihaknya mencapai Rp 13 miliar. Selain itu adapula gaji honorer, dan insentif.

“Semuanya jika dicairkan sekitar Rp 30 miliar lebih. Karena ini bukan hanya untuk THR pegawai, tetapi juga untuk honor dan intensif semua akan dicairkan dan masih sedang berproses,” jelasnya. “Untuk dana, kami adakan pastinya. Yang pasti masih berproses dan semuanya akan cair pada waktunya,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Arbain mengatakan pencairan gaji ke-14 yakni Juni dan gaji ke-13 Juli mendatang. Gaji ke-13 sendiri diberikan untuk kebutuhan ASN untuk penerimaan siswa baru atau kebutuhan anak sekolah. Gaji ke-14 berkenaan dengan THR.

 

GAJI KE-13 AWAL JULI

Penyaluran hak keuangan ribuan ASN dipastikan tetap diberikan. Hak keuangan yang dimaksud itu adalah THR dan tambahan penghasilan pegawai (TTP).

Kendati demikian, dari tiga sumber pencairan hak ASN tersebut, hanya THR dan TTP untuk April saja yang dipastikan disalurkan sebelum Lebaran. Sementara untuk gaji ke-13 belum dapat dilakukan. “Yang cair itu hanya THR sama TTP saja. Kalau gaji ke-13 belum,” kata Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Nunukan Serfianus kepada media ini saat dikonfirmasi kemarin (7/6).

Ia menjelaskan, untuk gaji ke-13 baru dapat dilakukan di awal Juli mendatang. Bukan karena tak adanya anggaran, namun lebih kepada penggunaannya. Jika semuanya dicairkan dikhawatirkan tidak tersalurkan dengan benar. Khususnya untuk biaya keperluan anak sekolah bagi ASN. “Soal biayanya, sudah dipersiapkan memang dari APBD 2018. Jadi, tidak ada pemangkasan anggaran kegiatan lainnya. Tidak berpengaruh,” tegasnya.

Mengenai THR untuk pegawai honorer, lanjut Serfianus, sifatnya tidak mengikat. Artinya tidak wajib. Berbeda dengan gaji. Sifatnya wajib. Jika tidak dibayar, maka dapat berproses hukum. “Sesuai kemampuan keuangan daerah saja. Apalagi masih kondisi defisit begini, ya sangat sulit mewujudkan hal itu,” tutupnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Nunukan H. Asmar mengungkapkan, anggaran THR dan gaji ke-13 ini memang sudah disiapkan dalam APBD 2018. Bahkan, dana seperti ini sudah disiapkan setiap tahunnya. Hanya namanya yang berbeda. “Kalau tahun lalu itu bukan THR namanya, tapi gaji ke-13, sementara gaji ke-13 itu dinamakan tunjangan anak sekolah,” jelas Asmar, sapaan akrabnya.

Diutarakan, mengenai instruksi dari SE Mendagri Tjahjo Kumolo mengenai tambahan komponen berupa TPP dalam THR tak dapat dilakukan. Sebab, keuangan daerah tidak mampu memenuhinya. “Apalagi di poin 8 dalam surat edaran itu sudah menyebutkan jika pemberiannya juga harus menyesuaikan keuangan daerah. Jadi, kami hanya THR gaji pokok ditambah tunjangan keluar  saja,” ungkap Asmar.

Menurutnya, jika THR yang diberikan itu disatukan dengan jumlah TPP ASN tentunya terjadi penumpukan utang dan beberapa anggaran sejumlah item kegiatan dipangkas. Sementara, untuk memangkasnya harus dipikirkan kembali lantaran saat ini yang berjalan semuanya sudah termasuk program prioritas. “Jumlah itu ada sekitar Rp 15 miliar untuk 4 ribuan pegawai,” sebutnya.

Selain THR dan gaji ke-13, lanjutnya, pihaknya juga bakal mencairkan TPP untuk April yang menjadi hak ASN. Sementara untuk pegawai honorer tidak dapat diberikan THR. Hanya gaji pokok saja. Sebab, selain karena tidak adanya aturan yang mengatur, dana THR untuk pegawai honorer memang tidak disiapkan. “Mau ambilkan dana dari mana. Utang saja masih ada,” ungkapnya.

Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 19 Tahun 2018 tentang Pemberian THR dan gaji ke-13 bagi ASN dan pensiunan yang ditandatangani Presiden Joko Widodo merupakan angin segar bagi ASN seluruh Indonesia. Hanya, hal tersebut tidak berlaku untuk semuanya. Khususnya ASN di daerah. Sebab penyaluran keuangannya dibebankan ke pemerintah daerah. Sementara daerah saat ini masih dililit dengan kata defisit. (*/naa/oya/lim)


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:28

Mari Kita Bersatu!

GUBERNUR Kalimantan Utara (Kaltara) mengeluarkan surat edaran berisi imbauan kepada…

Rabu, 22 Mei 2019 10:26

Masjid Baburrahim Dibangun 1957

Masjid Baburrahim terletak di Jalan Palem, RT 02,  Kelurahan Lingkas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:25

Bangun Keakraban di Lapangan Futsal Barean

Manisnya senyum yang terukir diwajah para anak yatim piatu yang…

Rabu, 22 Mei 2019 10:07

Dituntut 19 Tahun, Hendrik Divonis Cuma 9 Tahun Penjara

TARAKAN – Terdakwa perkara kepemilikan sabu 1 kg yaitu Hendrik,…

Rabu, 22 Mei 2019 10:04

KURANG KERJAAN..!! Telinga Anak Tiga Tahun Disundut Pakai Korek

TARAKAN – Akibat menyulut telinga anak berumur 3 tahun menggunakan…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Muhammadiyah Beri Sinyal Menuju Pilgub

TARAKAN - Muhammadiyah menginginkan bakal calon gubernur maupun wakil gubernur…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Positif Narkoba, Surat Kecakapan Dicabut

MENJELANG arus mudik Lebaran tahun ini, Kantor Kesyahbandaraan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas…

Rabu, 22 Mei 2019 10:00

Penumpang Diprediksi Meningkat 4,80 Persen

TARAKAN – Apel Kesiapan Angkutan Laut Lebaran dan Pembukaan Posko…

Selasa, 21 Mei 2019 12:39
Bursa pada Pilkada Kaltara

Undunsyah Cooling Down, Laura Dua Periode

TARAKAN - Bursa bakal calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan…

Selasa, 21 Mei 2019 12:36

Dua Pemda WTP Lima Kali

TARAKAN – Pada 2018 lalu, opini wajar tanpa pengecualian (WTP)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*