MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 08 Juni 2018 11:12
Diserang DBD, Satu Dinyatakan Meninggal
ANTISIPASI: Fogging nyamuk DBD tetap perlu aktif dilakukan untuk menghindari maraknya terjadi penyaki DBD. RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ditularkan oleh virus nyamuk aedes aegypti, semakin menjadi dan terus mengancam masyarakat di Nunukan. Terlebih lagi, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nunukan tidak pernah berhenti menerima pasien DBD.

Seperti yang diungkapkan salah seorang warga Sebatik, Rusli, bahwa ada beberapa warga Sebatik yang harus dibawa ke RSUD Nunukan, akibat terkena penyakit DBD, dan tak sanggup lagi dilakukan perawatan di puskesmas. “Bisa diperiksa di RSUD Nunukan, banyak pasien dari Sebatik yang terkena DBD. Bahkan ada yang masih berusia anak-anak terkena penyakit DBD,” kata Rusli kepada media ini kemarin.

Menurutnya, agar masyarakat tidak terkena penyakit DBD, maka perlu dilakukan fogging nyamuk DBD secara rutin. Ia berharap jangan menunggu korban dulu baru dilakukan fogging. Menurutnya lebih baik mencegah lebih cepat, agar tidak semakin banyak yang menjadi korban.

Seperti saat ini, sering terjadi hujan, kata warga ini, tentu tempat air tergenang semakin bertambah. Dirinya pun berharap minimal dilakukan fogging sebulan sekali atau dua bulan sekali. Serta dilakukan di tempat yang berpotensi terjadi penyakit DBD. “Selain itu, kesadaran masyarakat untuk  menjaga lingkungannya, terutama  parit harus selalu bersih,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Nunukan, dr. Dulman mengatakan, pasien DBD yang ditangani RSUD Nunukan pada bulan ini sebanyak 10 pasien, dan satu dinyatakan meninggal dunia karena terlambat dirujuk dari Puskesmas Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah. “Pasien telah mengalami pendarahan di organ, baru dirujuk ke RSUD Nunukan dan tidak sempat terselamatkan,” kata Dulman kepada media ini kemarin.

Bahkan pada Rabu (6/6), ada dua pasien lagi yang masuk dan mulai pendarahan dan masih sempat diselematkan. Dokter Dulman mengakui jika akhir-akhir ini pihaknya banyak menerima pasien DBD. Untuk itu, dirinya berharap perlu kewaspadaan masyarakat karena hujan tidak pernah berhenti bahkan tiap hari terjadi hujan.

Menurutnya, nyamuk DBD ini lebih nyaman berada di air yang tergenang. Sehingga perlu diwaspadai, karena pasien DBD ini tidak pernah berhenti masuk baik dari Nunukan, Sebatik dan kecamatan lainnya.

Di saat musim hujan seperti ini masyarakat harus memberdayakan lingkungan. Untuk itu pihaknya berharap agar warga jika menemukan gejala DBD seperti sakit perut hebat, muntah terus-menerus, gusi berdarah, muntah darah, nafas cepat, mudah lelah dan terus merasa gelisah, harus segera diperiksa ke dokter. “Warga harus aktif, jika ada anak demam jangan dianggap biasa. Harus diperiksa untuk memastikan. Jangan malah anak sudah sakit parah baru dibawa ke RS,” ungkapnya. (nal/ash)


BACA JUGA

Kamis, 10 September 2015 15:13

Pembangunan Harus Berdasarkan Kebutuhan

<p>MALINAU - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Malinau, Dr Ernes Silvanus…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*