MANAGED BY:
JUMAT
22 MARET
RADAR KALTARA | TARAKAN | BULUNGAN | NUNUKAN | MALINAU | KTT | KULINER | OLAHRAGA | ADV | GRIYA

RADAR KALTARA

Jumat, 08 Juni 2018 11:08
Ratusan WNI Kembali Diusir dari Malaysia
TANPA DOKUMEN: Para WNI yang diusir oleh pemerintah Malaysia, karena tak memiliki dokumen selama berada di Sabah, Malaysia. ENAL/RADAR NUNUKAN

PROKAL.CO, NUNUKAN – Pemerintah Malaysia kembali mengusir ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) dari Sabah, Malaysia untuk kembali ke Indonesia melalui pelabuhan Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kamis (7/6).

Sesuai berita acara yang disampaikan, Pegawai Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kota Kinabalu, Budi Sulistyo menjelaskan, WNI yang diusir kembali ke Indonesia ini sebanyak 215 orang. “Para WNI telah menjalani masa tahanan di PTS Manggatal, Kimanis, dan Sibuga di Sandakan, Sabah. Hari ini mereka dipulangkan ke Nunukan,” kata Budi Sulistyo melalui berita acara yang diserahkan ke Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka kemarin (7/6).

Dari 215 WNI yang dipulangkan ini, terdiri dari 151 orang laki-laki dewasa, 42 orang perempuan dewasa, 8 orang anak laki-laki, dan 14 orang anak perempuan.

Para WNI yang berasal dari tiga Pusat Tahanan Sementara (PTS) yakni 74 orang berasal dari PTS Menggatal, 56 orang berasal dari PTS Kimanis, dan 82 orang dari PTS Sandakan. Para WNI yang dipulangkan telah dilakukan proses verifikasi kewarganegaraan hingga asal daerah di Indonesia.

“Para WNI ini dipulangkan ke Indonesia karena telah melakukan pelanggaran terkait keimigrasian, yakni tidak memiliki dokumen resmi selama berada di Malaysia. Bahkan ada 19 orang melakukan pelanggaran penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.

Sementara, Kepala Pos Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Pelabuhan Tunon Taka, Nasutioan mengatakan, jumlah WNI atau Buruh Migras Indonesia (BMI) yang dipulangkan terus bertambah, seperti pemulangan pada Kamis (7/6) mencapai 215 orang. “Sepertinya WNI yang ditahan di PTS masih ada, sehingga deportasi masih dilakukan hingga saat ini,” kata Nasution.

Para WNI yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka, kembali dilakukan proses pendataan, sebelum dipindahkan ke Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) di Jalan Ujang Dewa, Kecamatan Nunukan Selatan. Kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan. “Ada WNI yang ingin dipulangkan, ada juga yang ingin kembali ke Malaysia. Namun harus mengikuti prosedur yang benar jika ingin bekerja di Malaysia lagi,” ujarnya. (nal/ash)


BACA JUGA

Kamis, 21 Maret 2019 11:21

Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, putra asal Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai…

Kamis, 21 Maret 2019 10:41

Narkoba Ancaman Terbesar di Perbatasan

NUNUKAN – Sebagai wilayah perbatasan, Kabupaten Nunukan menjadi salah satu…

Kamis, 21 Maret 2019 10:39

Masih Sering Terjadi, DLH Klaim Sudah Mengimbau

NUNUKAN – Menghadapi maraknya pembakaran hutan dan lahan, yang sebelumnya…

Rabu, 20 Maret 2019 17:12

Baku Tembak dengan KKSB, Anggota Brimob Asal Nunukan Gugur di Papua

NUNUKAN – Muhammad Aldy, Putra Kabupaten Nunukan berprofesi sebagai salah…

Rabu, 20 Maret 2019 10:55

SKPT Tidak Dimanfaatkan Masyarakat

NUNUKAN – Permasalahan nelayan di Sebatik tak pernah berhenti. Walaupun…

Rabu, 20 Maret 2019 10:46

25 Maret, Terbang Perdana ke Krayan

NUNUKAN - Subsidi Ongkos Angkutan (SOA) penumpang tujuan Nunukan-Long Bawan,…

Rabu, 20 Maret 2019 10:43

Terlambat, Bupati Tegur ASN di Acara Musrenbang

NUNUKAN – Sikap dan tingkah laku aparatur sipil negara (ASN)…

Rabu, 20 Maret 2019 10:41

Data KPM Tak Menjadi Dasar Penyaluran LPG 3 Kg

NUNUKAN – Meskipun diklaim tak langka, keberadaan Liquefied Petroleum Gas…

Rabu, 20 Maret 2019 10:38

Persediaan Air Bersih PDAM Menipis

NUNUKAN – Persediaan air bersih di Perusahaan Daerah Air Minum…

Selasa, 19 Maret 2019 11:02

Proyek Dihentikan, Dermaga Terancam Mangkrak?

NUNUKAN – Rute penyeberangan kapal feri ke dermaga feri Semaja,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*